mbak Lusi,
 
Toxoplasma itu bagian dari keluarga virus yang dikenal dengan TORCH. Terdiri dari Toxoplasma, Rubella, Citomegalo Virus (CMV) dan Herpes. Menular melalu udara, dibawa oleh unggas (burung, ayam), kelinci, kucing, anjing, babi, melalui kotoran mereka. Jika tertular ke manusia, melalui hubungan seksual juga virusnya bisa pindah. Jadi kalo istrinya kena, suaminya kemungkinan juga kena, maka biasanya, dua duanya diobatin. Atau kalau belum bercinta, ya puasa dulu. Yang kena bisa siapa saja, betul2 tergantung nasib. Periksa darah biasa tidak bisa mendeteksi virus TORCH. Ada pemeriksaan khusus TORCH, 4 tahun yang lalu itu biayanya sekitar 1,2 juta rupiah di lab Makmal nya RSCM. Gak tau kalau sekarang, memang agak mahal. Jika virusnya positif, dokter akan kasih obat minum 1-2 bulan (tergantung kadar virusnya), dan selama pengobatan, diusahakan tidak hamil dulu, krn biasanya, virus Tokso menghancurkan janin.
 
Virus CMV, yang paling bahaya, krn biasanya menyerang otak janin. Bisa berakibat fatal, seperti tulang tengkorak tidak tumbuh, celebral palsi, mikrosepalus atau hydrosepalus.
 
Virus TORCH tidak bisa mati atau dihilangkan,cuma bisa  "ditidurkan", maka jika kondisi tubuh si penderita lemah krn sakit atau lelah, kemungkinan virusnya bangun lagi itu ada. Itu sebabnya, biasanya ibu yang terlanjur hamil disarankan melahirkan lewat bedah caessar. Krn khawatirnya pas melahirkan, pas virusnya aktif, si bayi akan tertular di jalan lahir.
 
Aku belum kenal penderita TORCH dewasa. Tapi 2 keponakanku adalah "bukti hidup" keganasan virus ini. Satu orang keponakanku, normal hingga usia 4 bulan, setelah itu tiba2 saja tidak bisa tengkurap lagi, dll dan dokter bilang dia menderita celebral palsi. Gak bisa apa apa, usianya sudah 12 tahun sekarang. Tidak bisa bicara, duduk, memegang, apalagi jalan.
 
Keponakanku yang kedua, kena CMV juga, tapi ketahuan lebih dini. Usianya sebulan waktu ketahuan. Virusnya betah di hati, telinga, dan pencernaannya. Jadi usia sebulan hatinya bengkak, diare tidak berhenti (sehari  bisa 15 kali) dan pendengarannya berkurang. Tapi alhamdulillah, di usia 8 bulan, dokter menyatakan bahwa virusnya berhasil "ditidurkan". Sekarang keponakan saya sudah 6 tahun, kelas 1 SD, normal. Cuma pendengarannya sedikit kurang, dan sama sekali tidak boleh flu. Krn kalau kondisinya turun virus nya bisa tiba2 bangun. Tegang memang, tapi kami beruntung karena dia sekolah di sekolah biasa.
 
pernah juga punya teman kuliah yang lahir dengan TORCH. Dia mengalami kerusakan mata yg serius, tapi krn cepat ditangani, dia bisa kuliah seperti teman yang lainnya.
 
Jadi akibat dari TORCH banyak sekali (kematian pada janin, prematur, bayi kuning, tuli, buta, celebral palsi, dll).
 
Jadi mungkin sahabat mbak Lusi juga dulunya kena TORCH dan mungkin selama ini tidak apa2 krn virusnya itu tidur. (mirip virus flu, gak bisa hilang, bisa muncul kapan aja). Kebetulan saja virusnya mungkin bangun pada saat dia mengandung (kondisi tubuh tidak fit juga bisa bikin virusnya aktif lagi).
 
Syukurnya adik dari kedua keponakan saya itu lahir dalam keadaan sehat, krn orang tuanya lebih hati2 lagi saat hamil anak kedua (belajar dari pengalaman anak pertama).
 
Yah, mudah2an ini membantu rasa ingin tahu mbak Lusi. Saya ikut berduka cita. Bayi teman mbak Lusi itu, saran saya di test TORCHnya juga, supaya bisa cepat ditangani.
 
Ini dokter yang sudah menolong keponakan saya:
Dr. Irawan Mangun Atmaja, spesialis syaraf anak
Dr.  Badriul Hegar, spesialis Gastro anak
dua 2 nya masih dokternya Tristan dan keponakan2 saya, bisa Anda temui di Pavilyun Tumbuh Kembang RSCM atau kalau dokter irawan juga praktekdi RS. Cinere dan dokter Hegar di RSI Bintaro (kalo gak salah).
 
semoga bermanfaat..
kianty (bundanya Tristan)

----- Original Message ----
From: Lusiana Hartono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 16, 2006 8:16:24 AM
Subject: [parentsguide] Virus Tokso

Dear Parents,
 
Sorry ya pagi2 gini aku buka dgn cerita sedih.
 
Jumat kemarin 13 Okt 06 aku kehilangan seorang teman baik dalam usia 28 thn.
 
Rasanya ga percaya, bahkan aku ga bisa mempercayai berita ini sampai aku lihat sendiri jenazahnya.
Bagaimana tidak? DIa baru saja menikmati kebahagiaan dgn lahirnya seorang putri 5 bln yg lalu. (Memang umur itu di tangan TUHAN).
 
Sejak usia kandungan 5 bln, dia terus mengalami kontraksi & tergantung pada infus di RS. Bila infusnya di lepas, kontraksi kembali terjadi & bisa mengakibatkan janinnya keluar. Akhirnya pada usia kandungan 6 bln 1 hari, bayinyapun lahir dgn berat hanya 900 gr.
bayinyapun harus berjuang utk tetap hidup dalam ruang inkubator selama 3 bln.
Sekarang si bayi dirawat oleh neneknya, dan sampai hari ini kondisinya banyak mengalami kemajuan.
 
Sejak hamil sampai melahirkan, kondisi ibunya tidak terlalu baik, bahkan terkesan drop terus.
Keluhannya adalah sakit kepala yg luar biasa. Setelah bulak-balik ke dokter ahli syaraf & di scan, terdapat bintik2 hitam di otaknya. Diagnosa dokter adalah otaknya terinfeksi virus tokso.
Setelah dirawat +/- 2 minggu di RS, temanku meninggal dunia.
 
Aku mendapat keterangan tentang kondisi terakhir temanku ini dari salah satu kerabatnya.
 
Yang mau aku pertanyakan, apa sih virus tokso itu? sejauh yg ku tahu, bukannya virus itu hanya menyerang rahim & janin? Kok bisa ke otak?
 
Apa penyebabnya bisa terjangkit virus tokso?
Bukankah pada saat awal kehamilan, kita cek darah? Kenapa virus itu baru ketahuan setelah beberapa bulan melahirkan?
 
O ya, catatan tambahan, pada saat aku besuk temanku ini di RS bersalin, menurut DSOGnya kondisi janin & ibunya sehat, hanya mungkin ibunya yg stress. 
Kira2 mungkin ga ya virus ini yg menyebabkan dia melahirkan prematur? Kalau iya, masa virusnya ga terdeteksi sejak awal?
 
Mungkin para parents ada yg tau informasi mengenai virus tokso ini?
 
ditunggu sharingnya.
 
Regards,
Lusi
 
 
FREE Emoticons for your email - By IncrediMail! Click Here!


Kirim email ke