--- In [email protected], Tita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Moms,,, saya mom nya Jonathan. Waktu remaja saya sering merasakan
nyeri sangat hebat saat mens. Dan saya tidak pernah memeriksakan
keadaan saya itu pada dokter. Sampai akhirnya saya mengandung anak
pertama. Disaat itu lah baru ketahuan kalo saya memiliki kista yang
besarnya sebesar biji durian monthong. Dan saat itu usia kandungan
saya adalah jalan 3bln. Dr. Setyabudi Sasongko SPOG mengijinkan saya
untuk terus hamil, padahal sebenarnya untuk wanita yang memiliki kista
pada rahimnya tidak diijinkan untuk hamil, atau kalo diketahui saat
hamil harus dikuret. Lalu saya diharuskan untuk menjalani diet sehat.
Makan makanan rendah protein. Setiap bulan kista itu diperiksa/
dikontrol, dan mengalami pengecilan. Saya & hubby memutuskan untuk
melahirkan secara caesar, karena sekalian untuk mengangkat kista
tersebut. Dan saat operasi caesar dilakukan sang dokter tidak
menemukan kista tersebut. Kata Dr. Setyabudi kista itu kalah oleh sang
anak. Memang benar, obat untuk kista adalah hamil. Saya sangat
bersyukur atas hilangnya kista tersebut, dan berterima kasih pada
anakku tersayang itu. He's my HERO.  
> 
>        
>                 Mengenal Kista, Mioma, dan Endometriosis 
> 
> Nyeri hebat setiap kali haid? Hati-hati, bisa jadi itu gejala
endometriosis. Tapi bisa jadi gejala kista atau mioma uteri juga. Apa,
sih, bedanya? 
> 
> Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar
tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. "Endometrium
sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan
secara siklik saat mens sebagai darah haid," kata dr. Sugi Suhandi
Iskandar, Sp.OG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. 
> 
> Sementara kista indung telur adalah suatu massa berisi cairan, bisa
kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). "Kista ini
diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa
dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar," tambah
Sugi. 
> 
> Lain lagi dengan mioma uteri. "Mioma uteri adalah tumor jinak dari
miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi
menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa
(dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), 
> serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim)." 
> 
> RANGSANGAN ESTROGEN 
> Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum
diketahui secara pasti dan masih terus diteliti. "Sekarang, semua
penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker
payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker
payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan
endometriosis ini belum," 
> terang Sugi. 
> 
> Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya
perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim.
"Jadi, mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat
jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak
pernah. Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya.
Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena
estrogen sudah berkurang." 
> 
> Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis, "Belum
ketahuan, misalnya apakah kista disebabkan oleh kelenjar yang
tersumbat sehingga membesar," kata Sugi. 
> Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya
muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid. "Nah,
sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada
juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut
aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di
paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis
disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat. Jadi,
masih belum pasti sebabnya." 
> 
> Diagnosis pasti endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan
laparoskopi. "Endometriosis bisa sedang bisa berat, tergantung jumlah,
lokasi, dan gejalanya. Kalau berat, bisa muncul nyeri perut, bahkan
sampai menyebabkan infertilitas (kemandulan)."  
>      
> 
>             OBATNYA: HAMIL 
> Ketiga gangguan ini tentu bisa berdampak buruk, tergantung lokasi,
ukuran, dan gejala yang ditimbulkan. Misalnya mioma. "Kalau tidak
menimbulkan gejala, meski ukurannya besar, ya, enggak ada dampaknya.
Endometriosis, meski sedikit, tapi kalau menyebabkan nyeri hebat
setiap kali mens, tentu bisa mengganggu. Kista berukuran di atas 4 cm,
misalnya, cenderung terpuntir. Jika terpuntir, ia akan kekurangan
oksigen dan makanan, sehingga timbul nyeri yang sangat. Ini harus
dioperasi," jelas Sugi. 
> 
> Untuk mengatasinya, upaya yang dilakukan sekarang lebih ke
pencegahan. "Hidup sehat, pola makan dan pola hidup yang baik, lakukan
check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang
sudah pernah berhubungan seks. Dengan pemeriksaan teratur, gejala awal
bisa terdeteksi lebih dini," ujar Sugi. 
> 
> Pada waktu melakukan pap smear, sebaiknya sekalian dilakukan
pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat rahim dan indung telur.
"Kalau tidak ada fasilitas USG, bisa dilakukan pemeriksaan dalam.
Dilihat rahimnya bagaimana, besarnya normal apa enggak, bentuknya
konsisten apa enggak, indung telur kanan dan kiri bagaimana, dan
sebagainya. Kalau teraba ada massa, harus hati-hati." 
> 
> Pengobatan endometriosis sendiri bisa dengan obat minum, suntik,
atau operasi. "Kalau endometriosis ringan, begitu hamil, biasanya
endometriosisnya malah sembuh, karena endometriosis, kan, dikeluarkan
selama haid. Selama tidak haid, ia biasanya mati/tidur," ujar Sugi
seraya meneruskan, "Jadi, sebetulnya obatnya adalah hamil." 
> 
> Oleh karena itu, pengobatan endometriosis biasanya dengan pengobatan
pseudo-pregnancy atau pseudo menopause. "Dibuat seperti menopause atau
hamil, sehingga endometriosisnya tidak tumbuh." 
> 
> WASPADAI KANKER OVARIUM! 
> Hati-hati, selain kista, ada pula gangguan yang mirip kista, yakni
kanker ovarium. "Waspada bila terdapat massa di dalam perut berbentuk
seperti kista, dan dari pemeriksaan USG terlihat berpupil-pupil, pola
pembuluh darahnya tersebar tidak beraturan. Biasanya diperiksa dengan
tumor marker. Kalau hasilnya tinggi, berarti bukan kista biasa.
Kemungkinan besar kista endometriosis atau keganasan (kanker)," kata
Sugi. 
> 
> Kanker ovarium merupakan silent kiler. "Diam-diam tanpa gejala, tapi
mematikan. Berbeda dengan kanker leher rahim yang memiliki gejala
seperti perdarahan, kanker ovarium tidak. Tidak ada gejala apa-apa,
tahu-tahu sudah menyebar kesana kemari. Sulit diobati. Oleh sebab itu,
pencegahan dininya adalah melakukan pemeriksaan teratur." 
> 
> KAPAN DIANGKAT?
> Salah satu terapi mioma dan kista adalah dengan pengangkatan (operasi). 
> Kapan mioma harus diangkat? 
> 1. Bila ukurannya lebih besar dari ukuran kehamilan usia 12 minggu. 
> 2. Bila mengganggu keadaan umum, misalnya perdarahannya banyak
sampai perlu transfusi. 
> 3. Bila pembesarannya cepat. Misalnya 3 bulan lalu masih 2 cm, 
> sekarang sudah 6 Cm. 
> 
> Kapan kista harus diangkat? 
> * Bila besarnya lebih dari 4 cm, karena di atas 4 cm, risiko untuk
terpuntir besar. Besar kista di atas 4 cm bukan kista folikel. Kista
folikel adalah kista yang pecah setiap menjelang masa subur. "Kalau
besarnya di atas 4 cm, biasanya kista fungsional. Pada saat haid,
biasanya tidak ada folikel. Begitu saat haid ada massa, berarti kista
fungsional.Untuk meyakinkannya, dilakukan USG saat haid," terang Sugi. 
> 
> NYERI HEBAT SAAT HAID
> Bagaimana, sih, mengenali gejala endometriosis, kista, atau mioma?
Berikut beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai: 
> 1. Nyeri haid hebat dan terus menerus. 
> 2. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum
teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan. 
> 3. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma.
Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum.
Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil. 
> 4. Pada mioma uteri, jika ukurannya besar, bisa menekan organ-organ
sekitarnya. 
> 5. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan
muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir. 
> 6. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal,
sehingga haid jadi lebih banyak. "Ini karena kontraksi rahim berkurang
atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak," terang Sugi. 
>



===================================================================
Telah terbit Agustus 2006, Parents Guide special edition: PRESCHOOLER. Membahas 
problem seputar tumbuh kembang anak usia prasekolah. Dapatkan segera di toko 
buku terkemuka di kota Anda"
===================================================================

Segera bergabung menjadi pelanggan majalah PARENTS GUIDE! Majalah bulanan yang 
menyajikan informasi Parenting Terlengkap dan Panduan Tumbuh Kembang Buah Hati 
Anda. Setiap Pelanggan Baru, PASTI DAPAT HADIAH LANGSUNG! Langganan setahun 
hanya Rp 240.000 (diskon 20%) dan langganan dua tahun Rp 450.000,- (diskon 
25%). Luar Jakarta ongkos kirim Rp 5000/eks (P Jawa) dan Rp 7000/eks (luar P 
Jawa). 

Informasi langganan Hub. Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke