Dear Mami Russel & Moms semua,

di web http://BeingMoM.org, dalam posting bulletin ke 13 tentang 
Pertumbuhan Anak, ada beberapa tips agar anak mau makan, aku 
kutipkan di sini, ya, semoga bermanfaat.

Strategi Menghindari Pertengkaran Soal Makan

Anda tidak dapat memaksa anak memakan apa yang dihidangkan di 
hadapannya. Semakin ia merasa tertekan, semakin kecil kemungkinan ia 
akan mau makan. Solusi terbaik untuk masalah ini, dengan 
membiarkannya makan di saat yang ia hendaki.

Pertanyaan untuk Anda jawab sendiri:
1. Apakah saya mengkhawatirkan kenaikan berat badan anak saya? 

Umumnya orangtua khawatir perkembangan anaknya akan terganggu. Jadi 
biasakan menimbang anak secara rutin. Kemungkinan besar 
pertumbuhannya masih dalam batas normal.

2. Apakah saya khawatir masakan saya terbuang sia-sia?

 Kurangi waktu dan usaha yang Anda habiskan untuk menyiapkan makanan 
(tanpa mengorbankan kualitas). Ini akan mengurangi kekesalan Anda 
akan kesulitan makan anak. 

3. Apakah saya khawatir akan kemungkinan adanya masalah psikologis? 

Sebagian besar anak yang susah makan akan melepaskan kebiasaan ini 
dengan sendirinya. Jadi, jangan bereaksi berlebihan karena dengan 
begitu Anda hanya akan memicunya untuk melakukan ini terus menerus 
demi menarik perhatian Anda.

FAQ
1. Anak kami membuat kami repot saat memilih makanan, sehingga waktu 
makan sering diakhiri dengan tangisan. Apa yang harus kami lakukan?

Anda perlu memaksa diri untuk menggunakan pendekatan yang santai di 
waktu makan. Ketegangan biasanya mudah menular, sehingga Anda akan 
membuat anak merasa tegang bahkan sebelum melihat makanannya. 
Cobalah menyembunyikan ketegangan Anda, bila tidak situasinya takkan 
berubah. Ajak si Kecil ngobrol santai saat ia makan dan berikan 
contoh yang baik dengan menghabiskan makanan yang ada di piring Anda.

2. Anak kami hanya mau makan makanan ringan dan bukan makanan yang 
seharusnya dimakan. Bagaimana mengatasi masalah ini?

Gunakan kreativitas Anda. Tentukan jenis makanan yang Anda inginkan 
untuk dimakannya dan hidangkan makanan tsb seperti layaknya makanan 
ringan. Misalnya, jika ia tidak pernah mau makan sepotong pizza yang 
diletakkan di piring makannya, cobalah memotongnya menjadi potongan 
kecil dan hidangkan di piring kecil. Memvariasikan cara penghidangan 
seperti ini akan membuat makanan yang sama tampak berbeda dan 
mengubahnya dari makanan formal menjadi makanan ringan yang informal.

Membuat Makanan Tampak Menarik
„X Tekstur. Makanan yang kering atau berminyak akan melekat di 
lidahnya serta bisa membuatnya mual dan muntah.
„X Jumlah. Jangan menumpuk makanan terlalu banyak. Hidangkan makanan 
dengan porsi kecil pada piring besar
„X Panas. Berbeda dengan orang dewasa, anak biasanya menyukai makanan 
yang hangat, tidak panas.
„X Rasa. Anak sudah pasti tidak menyukai makanan yang pedas. Ia lebih 
menyenangi makanan yang terasa agak hambar.

5 Prinsip Praktis
1. Beri anak beberapa pilihan. 
Anak akan lebih tertarik untuk makan apa yang dihidangkan di 
hadapannya jika ia sendiri yang memilihnya. Jika bisa, biarkan ia 
memilih dari beberapa pilihan makanan yang terbatas. Ini akan 
meningkatkan motivasinya untuk makan.

2. Libatkan anak dalam menyiapkan makanan. 
Keterlibatan anak dalam cara ini tergantung usia dan tingkat 
kematangannya. Anak berusia 2 tahun bisa mengambilkan Anda kentang 
yang disimpan dalam lemari, sementara anak berusia 6 tahun bisa 
membantu Anda mengaduk. Temukan beberapa cara untuk melibatkan anak 
dalam menyiapkan makanannya. Semakin ia tertarik secara emosional 
dan fisik pada makanannya, semakin besar kemungkinan ia akan 
memakannya.

3. Berikan porsi kecil. 
Anak mungkin jadi tidak bernapsu dengan jumlah porsi makannya yang 
tampak sangat banyak. Karena itu, cobalah memberikan porsi kecil 
terlebih dahulu dan jika ia menghabiskannya, Anda bisa menambah 
makanannya.

4. Perkenalkan rasa baru secara perlahan. 
Mulailah dengan mencampurkan makanan barunya dengan makanan lain, 
seperti kentang. Perlahan-lahan, tingkatkan jumlah makanan yang Anda 
samarkan dengan cara ini. Jika anak memakan makanan tsb tanpa 
berkomentar, perlihatkan makanan barunya dan berikan dalam porsi 
kecil sebagai pendamping makanan kesukaannya. Jelaskan bahwa rasa 
makanan tsb pasti sudah dikenalnya. Dorong ia untuk mencicipi 
makanan tsb dan berikan ia pujian ketika ia memakannya.

5. Beri dukungan positif secara halus. Jangan berbicara langsung 
mengenai jumah makanan yang ia makan hari itu. Sebaliknya, begitu 
selesai makan, katakan padanya bahwa Anda sangat menikmati waktu 
makan yang santai bersamanya.

Sumber: Mengapa Anakku Begitu? Panduan Praktis Menuju Pola Asuh 
Positif
Penulis: Dr. Richard C Woolfson
Penerbit: Erlangga for Kids

Salam,



Devita/Alya's Mom
http://devitaumardin.com



--- In [email protected], Anastasia Mirna 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hello semuanya, 
>    
>   Selamat hari raya lebaran yah.... 
>   Aku mami dari Russell (1 thn 5 bulan) aku punya pengalaman 
tentang anakku yang susah makan, sudah macam2 cara ku coba dari 
nonton VCD, jamu2an, pijit2, vitamin, dan berulang kali ke dokter... 
tapi ga efek apa2 tuh...
>   Akhirnya saya tahu dari seorg shin she akupuntur yang juga 
seorang dokter (jadi aku lumayan yakin kalo ga asal2an) kalo resep 
anak kecil mau makan cuma diberi cuka hitam 1x sehari kurang lebih 
1/2 sendok teh tiap pagi.
>   Cuka hitam bisa dibeli di pasar2/supermarket, biasanya dipakai 
pada chinesse food untuk memasak/menikmati sup.
>   Karena putus asa kucoba saja meskipun rada2 takut sih, ternyata 
berhasil !!!!! 
>   Dan benar kata shin she itu bahwa tidak ada efek samping karena 
anakku tetap sehat.
>   Sekarang kebiasaan makan anakku lumayan membaik jadi cuka 
hitamnya tidak kukasih setiap hari, kasian sih.. kan asem...
>   Semoga resepku ini berguna buat anak2 lain yang bikin pusing 
maminya gara2 menolak makan... 
> 
>   regards,
>   MAMI RUSSELL
> 






===================================================================
Telah terbit Agustus 2006, Parents Guide special edition: PRESCHOOLER. Membahas 
problem seputar tumbuh kembang anak usia prasekolah. Dapatkan segera di toko 
buku terkemuka di kota Anda"
===================================================================

Segera bergabung menjadi pelanggan majalah PARENTS GUIDE! Majalah bulanan yang 
menyajikan informasi Parenting Terlengkap dan Panduan Tumbuh Kembang Buah Hati 
Anda. Setiap Pelanggan Baru, PASTI DAPAT HADIAH LANGSUNG! Langganan setahun 
hanya Rp 240.000 (diskon 20%) dan langganan dua tahun Rp 450.000,- (diskon 
25%). Luar Jakarta ongkos kirim Rp 5000/eks (P Jawa) dan Rp 7000/eks (luar P 
Jawa). 

Informasi langganan Hub. Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke