Wah, jadi makan apa dong kita enaknya?

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Dian Ibung
Sent: Monday, November 20, 2006 9:44 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; 'Amrina, Tinneke (GE Money)';
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [parentsguide] Nata de coco hati-hati
Importance: High

 

FYI

 

Saya baru tahu kalau  dari pupuk ZA (Zwavelzuur Amonia -Belanda)Ammonium
Sulphate)  dapat untuk memproses nata de coco (padahal saya kerja di pabrik
pupuk  ini sudah puluhan tahun).
>
Ini ceritanya;  kemarin, saya kebagian jaga stand di Agro & Food Expo di
JCC. Persis di  depan stand perusahaan saya adalah stand perusahaan minuman
yang dikemas  dalam gelas plastik: ada  rasa orange,kopi,teh dan nata de
coco.  Selain jual minuman, dia juga jual bahan-bahan kimia (entah apa saja
namanya, saya lupa) tapi salah satunya adalah pupuk ZA. Sebenarnya saya
heran juga, apa korelasi minuman dengan bahan kimia  tersebut?
>
Dapat dari mana dia  pupuk ZA, wong pabrik pupuk ZA satu-satunya di
Indonesiahanya  perusahaan tempat saya kerja. Ketika tahu di stand saya juga
dipajang  pupuk ZA, sang boss (cewek) mulai tanya2 kepada saya, bahkan
sempat  cerita rencana untuk mendirikan pabrik pupuk ZA.
>
Sebagai seorang sales  promotion yang baik, tentu saya berusaha mencegah
semampu saya  agar dia  mengurungkan niat untuk mendirikanpabrik tersebut.
Tujuan saya cuma satu: kamu enggak usah jadi pesaing saya, beli saja dari
saya. (Bener nggak?)
>
Singkat cerita, setiap  hari saya dapat jatah satu gelas gratis nata de coco
yang memang  paling saya suka. Demi "hubungan baik", ketika expo bubar, saya
beli satu  doz buat oleh-oleh anak saya di rumah.
Nah,ini yang baru saya sadari:  setelah itu minuman habis dikeroyok oleh
ketiga anak saya, di malam  harinya si bungsu mulai batuk2. Pagi
harinya,suhu badannya meningkat,  frekuensi batuk semakin sering 
disertai bunyi nafas yang  grok-grok.
>
Ketika email ini saya  buka, seorang teman yang juga membelikan oleh2 buat
anaknya, saya  tanya kemungkinan mengalami hal seperti anak saya.
>
Jawabnya sama persis,  si bungsunya (umurnya hampir sama dengan umur bungsu
saya) juga  mengalami hal yang sama.
>
Be  careful...
>
Tahukah anda  bahwa:
>
1. Nata de coco  merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OKdan aman.
Namun ternyata  para pembuat nata de coco mempercepat produksi dengan
menambahkan  pupuk ZA yang sebenarnya tidak layak untuk food production.
Perusahaan  besar seperti Sari Coco, dsb. yang dijual di pasar grosir,
mengumpulkan produk dari pembuat nata de coco rumah tangga dan lalu
mengemasnya menjadi menarik.
>
2. Siswa-siswa sebuah  SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur kadar
Vit. C dalam  berbagai buah dan juga produk jadi  berlabel "Vitamin C". Tes
dilakukan dengan endophenol yang dari biru akan berubah putih jika  ditetesi
Vit. C alias asam karboksilat.
Penemuan menunjukkan bahwa  jeruk impor lebih banyak Vit. C dibandingkan
jeruk lokal. Beberapa produk  komersial seperti minuman kotak, botol dsb
ternyata memakai "sari  rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C
samasekali. Produk  bubuk  "N....sari" yang sangat terkenal, sedikitlebih
canggih. Mereka  menambahkan asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah
Vit  sebagai kataalis. C. Artinya memang akhirnya ada vit. C tapi bukan asli
Vit. C. Jadi Vit. C aspal.
>
3. Es mambo. Ini  industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang
hijau santan  pandan gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai
gula  samasekali namun sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual.
Saya  lupa namanya, nama kasarnya biang gula.
>
4. Terasi berwarna  merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya
untuk  tekstil. Rhodamin termasuk karsinogenik  yang kuat dan hebatnya murah
meriah.  Tampaknya bukan ini saja, banyak pembuat limun,sirup, permen,
sosis,  dan bahkan kemungkinan masakan kerang di warteg, juga merah meng!
andung zat ini.
>
5. Hampir semua produk  mie kering mengandung formal dehyde atawa formalin.
Ini juga  sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dsb. Poin 4 dan 5
saya  ambil dari artikel KOMPAS.
>
6. Hampir semua  pedagang goreng-gorengan ( tempe , tahu, bakwan,
pisang,dsb) menggunakan  minyak bekas dengan kadar cholesterol berlipat
ganda.Kupikir paling aman  beli di pagi hari karena mungkin mereka
baru menggorengnya.  Ternyata ada yang menyimpan kembali minyak kemaren sore
dan menggunakannya di  pagi hari. Sami mawon. Atau anda harus cari langganan
dan  meyakinkan benar bahwa setiap pagi selalu minyak
baru.
>
Catatan  (*):
>
Saya sempat  cross-check pada karyawan saya yang mempunyai usaha Nata de
Coco bahwa betul  dipakainya bahan campuran pupuk ZA (Zink Amonia) untuk
mempercepat  proses fermentasi, dengan takaran : 90 litre
air@ 250 ml pupuk  ZA.
>



Kirim email ke