----- Forwarded Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, November 30, 2006 8:38:48 AM
Subject: Fw: Karena Doa Kita
Kind regards,
Senny Febriyani – Executive Secretary, ABN AMRO Asia Securities Indonesia |
(Work: +6221-515-6015 | (Cell: +62812-817-4696 | Fax: +6221-515-1891 | +:
[EMAIL PROTECTED]
----- Forwarded by Senny Febriyani/ID/ABNAMRO/NL on 11/30/2006 08:49 AM
-----
anum latifahnum
<[EMAIL PROTECTED]
.com> To
diah fauziah
11/23/2006 12:41 <[EMAIL PROTECTED]>, Dian DM
PM <[EMAIL PROTECTED]>, iskandar
DM <[EMAIL PROTECTED]>, Yanti
Yamin
<[EMAIL PROTECTED]>,
Indah Kusuma
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Desi D'yanti"
<[EMAIL PROTECTED]>, Senny xVB
<[EMAIL PROTECTED]>
cc
Subject
Fwd: [sguparentassociation2003]
Karena Doa Kita
Note: forwarded message attached.
___________________________________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index
----- Message from "Ming Sumichan" <[EMAIL PROTECTED]> on Wed, 9 Aug 2006
19:35:03 +0700 -----
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [sguparentassociation2003] Karena Doa Kita
>
> Karena Doa Kita
> Penulis:Ummu Fani
>
> Suatu waktu temanku bercerita dengan nada mengeluh tentang putrinya,
Zahra
> (3 tahun). Menurutnya Zahra sangat nakal, manja, cengeng, dan sama sekali
> tidak mau berpisah dengannya bila dia ada di rumah. Tetapi saat ibunya
> bekerja dan ia ditinggal di rumah bersama pengasuh, Zahra menjadi anak
> yang
> manis.
>
> Itu bukan cerita aneh, hampir semua anak berperilaku demikian, tak
> terkecuali anakku. Kubiarkan temanku bercerita sampai puas tentang
> anaknya.
> Setelah selesai, aku berkomentar, "Bukankah itu do'amu?"
>
> Temanku terperangah dan menyangkal, "Ah Masa! Nggak, ah. Aku tidak
berdo'a
> seperti itu."
>
> Aku menjawab dengan mantap, "Bukankah sadar atau tidak hati kita sebagai
> ibu akan berbisik, 'Nak, jangan nakal ya kalau Umi pergi." Atau, "Nanda,
> jangan rewel ya kalau bunda ke luar rumah, Sayang, jangan cengeng ya
kalau
> Mama sedang pergi; dan sejenisnya'. Nah, bukankah ucapan ibu untuk
anaknya
> itu menjadi do'a yang makbul?"
>
> Akhirnya temanku mengiyakan. Selanjutnya tinggal aku menambahkan saja.
> "Kalau kamu mau ubahlah do'amu, misalnya 'nak jangan nakal ya kalau ibu
> ada
> di rumah, menangislah asal ibu tidak mendengar'."
>
> Temanku hanya tersenyum. Langsung kuterjemahkan, "Pasti kamu tidak akan
> sanggup. Kita sebagai ibu akan merasa tenang jika meninggalkan buah hati
> kita dalam keadaan manis, tidak rewel, tidak nakal dan tidak cengeng."
>
> Perilaku cengeng, nakal, rewel, dan manja pasti melekat pada setiap anak.
> Jika ibunya berdoa agar tidak bersifat seperti itu ketika ditinggal
pergi,
> tentu tertahanlah sifat itu pada si anak. Namun, si anak lantas
> melampiaskan dan mencurahkan kecengengan, kenakalan, kerewelan serta
> kemanjaannya saat bersama ibunya.
>
> Seringkali sebagai ibu, kita lupa akan do'a yang kita ajukan pada Allah
> swt. Misalnya, do'a untuk kesehatan dan kekuatan buah hatinya. Namun
> ketika
> si upik ngompol dan BAB di pangkuan sementara sang ibu baru saja hendak
> melaksanakan sholat, muncullah kekesalan di hatinya. Padahal, bukankah
> kalau si upik tidak pipis dan BAB justru akan membuatnya menderita, akan
> membuatnya sakit?
>
> Juga, ketika buah hatinya berlari-lari tidak mau duduk diam,
mengacak-acak
> barang di rumah, main panjat-panjatan dan sebagainya, sang ibu mengeluh
> capek dan kesal hatinya. Padahal, bukankah itu pertanda anak kita sehat?
> Coba bayangkan jika anak hanya tergolek di tempat tidur tanpa bisa
> melakukan apa-apa. Tidak bermain, tidak berlari, tidak membuat
> 'kerusuhan-kerusuhan' kecil seperti mengacak-acak pakaian yang telah
> diseterika, memanjat meja dan banyak lagi. alangkah menderitanya hati
> ibunya.
>
> Semua ibu pasti menginginkan anaknya pandai dan cerdas. Dan seorang ibu
> pasti berdo'a demikian. Tapi sayangnya ketika sang anak yang sedang
> belajar
> berbicara menanyakan sesuatu pada ibunya dan kemudian mengulang-ulang
> terus
> pertanyaan yang sama, sang ibu lebih kerap menjadi kesal dan menjawab
> sekenanya. Bahkan kadangkala diiringi nada tinggi yang disertai ancaman
> untuk tidak bertanya lagi. Bagaimana kecerdasan anak akan berkembang?
>
> Semua memahami kalau doa ibu untuk anak-anaknya itu insya Allah akan
> dikabulkan Allah, tetapi sayangnya ketika doa itu terkabul kita justru
> tidak menyadari, bahkan mengeluh dan tidak bersyukur atas terkabulnya doa
> kita.
---------------------------------------------------------------------------
This message (including any attachments) is confidential and may be
privileged. If you have received it by mistake please notify the sender by
return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorised
use or dissemination of this message in whole or in part is strictly
prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. ABN AMRO
Bank N.V, which has its seat at Amsterdam, the Netherlands, and is
registered in the Commercial Register under number 33002587, including its
group companies, shall not be liable for the improper or incomplete
transmission of the information contained in this communication nor for any
delay in its receipt or damage to your system. ABN AMRO Bank N.V. (or its
group companies) does not guarantee that the integrity of this
communication has been maintained nor that this communication is free of
viruses, interceptions or interference.
---------------------------------------------------------------------------
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com