Bapake Ghozan,

Kalau saya menggunakan Asuransi pendidikan TAKAFUL. Alasannya
sederhana, karena biaya perbulannya tidak berat,karena biaya
administrasi dan biaya proteksi ketidakmampuan membayar (karena cacat
permanen atau meninggal dunia) dipotong dari bagi hasil yang
diperoleh, jadi kita sebagai nasabah tidak dibebani biaya apa-apa lagi
selain yang kita investasikan/tabung. (memang sih bagi hasilnya juga
jadi tidak besar)

Selain itu, kalau kita ingin berhenti sementara tidak masalah, dan
bahkan jika ingin berhenti ditengah jalan, uang yang sudah terlanjur
masuk dikembalikan 100%, jadi saya bisa tenang. (sudah kejadian dengan
abang saya).

Sekedar perbandingan, Suami saya sebelumnya membuka asuransi pensiun
ALLIANZ, biayanya cukup mahal, karena uang yang kita investasikan
masih ditambah biaya proteksi dan biaya administrasi, jadi harga yg
dibayar diluar nilai investasinya lumayan, meskipun hanya bertambah
sekian puluh ribu.Cukup berat juga.

Lalu, sebelumnya saya juga pernah membuka produk asuransi lainnya,
tapi karena waktu itu saya terpaksa berhenti bekerja dan tidak mampu
membayar (baru jalan setahun), akhirnya uangnya dianggap hangus,
karena tahun pertama itu uangnya tidak bisa diambil, kalaupun sudah
jalan bertahun2 (misalnya 5 tahun), uang tahun pertama tidak bisa
diambil kecuali asuransi sudah berakhir (jadi terikat juga), tapi
waktu itu saya memang tidak bisa bayar. dan asuransi menjadi frozen.

Pengalaman berharga sekali buat saya, karena sebenarnya nilainya sudah
lumayan, sekitar 2juta :-p

--- In [email protected], "ghozansehat" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Dear all...
> 
> Mohon maaf....
> 
> Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya di kontak dan dikasih
penjelasan panjang lebar tentang tabungan pendidikan dari Bank Niaga
dan BNI.
> Kebetulan systemnya masih konvensional jd belum begitu tertarik.
> 
> Yang ingin saya tanyakan, adakah yang sudah menggunakan tabungan
pendidikan dengan sistem syariah?
> 
> Ditunggu sharingnya.
> 
> terima kasih
> 
> salam,
> bapakeghozan
> 
>

Kirim email ke