--- In [email protected], Tia Bintari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kekerasan yang ditampilkan di layar kaca , baik fisik maupun 
verbal, semakin mengkhawatirkan. Sebagai contoh, serial sinetron 
legenda Bawang Putih Bawang Merah dalam iklannya menampilkan tangan 
Bawang Putih yang digoreng dalam wajan, jambakan rambut, dan caci 
maki.
>    
>   Sinetron-sinetron tersebut ditayangkan pada saat prime time, 
saat semua anggota keluarga berkumpul termasuk anak-anak. Pihak 
pembuat sinetron tidak akan peduli akibat yang mereka timbulkan 
kepada anak-anak kita. Kitalah yang harus menjaga anak-anak kita. 
>    
>   Mari kita lakukan gerakan boikot sinetron. Ibu-ibu jangan 
menonton sinetron, baik ketika anak ada bersama kita maupun tidak. 
Tontonan ini sudah tidak sehat, karena hanya berisi orang-
orang „sakit" yang senang melihat orang lain menderita. Tidak ada 
satu pelajaran pun yang dapat diambil dari menonton tayangan ini. 
Hanya hati dan telinga saja yang jadi panas.
>    
>   Mari kita list sinetron-sinetron kekerasan ini, beritahu bahaya 
yang ditimbulkan, lalu sebarkan ke orang-orang yang kita kenal mulai 
dari sekarang! Kemudian ajak mereka untuk mengirim laporan tentang 
adanya sinetron yang penuh kekerasan lengkap dengan detail kekerasan 
yang ditampilkan, jam tayang dan nama stasiun televisinya kepada 
Komisi Penyiaran Indonesia! Lindungi buah hati kita!
>    
>   T
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>
Hayy.. Salam kenal.. Gw sangat setuju kalo yang namanya sinetron itu 
adalah proses pembodohan... Dan gw jg sudah menerapkan larangan-
larangan untuk menonton sinetron utk anak-anak gw.. (9th,7th dan 
15bln). Untuk memuaskan keinginan nonton gw memilih untuk ngebeliin 
vcd-vcd anak, kartun (yang sdh diseleksi) dan channel yg boleh 
ditonton cuman animal planet dan yang sejenis.. Bahkan dari TK anak2 
gw masukin ke fullday school supaya anak2 gw dalam kesehariannya 
diisi dgn aktivitas yang mendidik. But guess what?? Ternyata gw 
salah. Secanggih apapun gw berusaha utk "melindungi" anak2 dari 
pengaruh buruk (sinetron atau apapun) tetep kemungkinan mreka nonton 
itu ada. Bisa di rumah temennya.. sodara.. nenek... atau kecolongan 
di belakang. Akhirnya gw pake pendekatan lain.. Gw ajak 
mreka "jujur" ttg apapun yang mreka tonton dan kita bahas bareng.. 
Ternyata jangka pendek ini mreka selalu terbuka dan mulai bisa 
menilai.. Mana yang mnurut mreka mulai dari yang "kurang ajar 
banget" sampai "aku ngga mau kaya gitu".. Dan si Abang (9th) udh 
bisa "melarang" adiknya utk nonton acara tertentu yang menurut 
dia "bukan film anak2".. Mudah-mudahan seterusnya....

---anti---

Kirim email ke