Mohon maaf... Saya numpang posting disini..........saya bukan apa2nya nampa....
Dear all.... Mohon maaf.... Sekali lagi saya tekankan......bahwa saya tidak bermaksud mencari mana yang benar dan mana yang salah... Semata-mata yang saya cari..cari..dan cari adalah informasi ....... Informasi dari sumber-sumber yg reliable atau kompeten....... Jgn sampai di era yg serba gombalisasi ini kita jd mudah tertipu..mudah menjudge...mudah terbuai...dst..... Karena apa...dampaknya akan sangat-sangat luar biasa........... Endonesia sudah terpuruk.....ehhhhh...mbok yah yg punya Bapak...Ibu...yg pinter-pinter kalau mempublikasi pmberitaan yg bener...di cross check dulu..... salam prihatin bapakeghozan Berikut ada klarifikasi dari Pak Haniwar Syarif (Direktur National Meal Procecors Association (NAMPA) di milis forum pembaca kompas yg saya tanyakan : Silakan disimpulkan sendiri ....... 1. ----- Original Message ----- From: Haniwar Syarif To: [email protected] Sent: Friday, January 19, 2007 9:36 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kompas => F rahardi =>" Nuggets" dan sosis tulang Saya mau tanya dulu apa yang namanya daging buruk...??? kasih definisinya ?? Sebenarnya di jaman internet ini lucu juga kalau kita omong semabarangan.. Misalya mau tahu MDM. gogle aja kata MDM atau Mechanical Deboned Meat. lalu lihat siapa yang benar, saya aau Rahadi.. Begitupun tentang sosis dan seterusnya... Para teknolog pangan.. tidak pernah bisa membuat dagng jelek jadi bagus..., tapi daging bagus tetap jadi bagus .. Jadi jangan harap bisa buat sosis dari daging jelek, jika yang dimaksud adalah daging busuk, atau semacamnya. Tetapi benar , misalnya, dia menggunakan daging giling.. Dan dalam soal daging giling, bisa saja ketika kta merapihkan bentuk daging. misal sirloin atau tenderloin harus ada tetelan.. dan tetelan ini, yang adalah tetelan daging memang bisa dipakai untuk bahan daging giling. yang akhirnya bisda jadi sosis.. Pokoknya potongan dgaing kecil ya bisa dipakai untuk sosis atau burger.. tapi tetap harus bagus. Tapi pada pabrik besar yang mengolah sosis/nugget , barang ini dikelola dengan terjamin higyene.. dan sekali lagi kalau dianalisa , maka dia ya daging. Yang jelek itu daging busuk atau daging yang terkontaminasi mikro organisme.. dan itu pasti tidak dipakai... Malah kalau bikin sendiri dan di beli dari pedagang daging yang dikerumuni lalar bisa bahaya :( Kalau mau mempersepsi bahwa daging utuh lebih baik dari sosis.., misalnya sirloin steak lebih baik drai sosis. Itu bisa benar., setidaknya dalam keempukan.. tapi daging giling kan memang nggakperlu empuk.. Kalau sifat lain.. seperrti kadar gizi dan kebersihan ya sama aja.. Sama benarnya misalnya jeruk segar lebih baik dari juice jeruk misalnya. Memang bisa jadi . Makin mahal sosisnya, mungkin sekali makin banyak dagingnya.., yang murahan agakkurang dagingnya ,pakai tambahan TVP, atau Texturized Vegetable Protein misalnya.. . Yaitu bahan berkwalitas dahing yang berasal dari kedelai.. jadi seperti perbandingan susu kedelai dan susu sapi gitu.. Adanya MDM merupakanpilihan lebihbaik dari TVP ini.. ,karena sama sama daging.. bukan kedelai.., sayangnya suplainya amat sedikit di Indonesia.. Tapi semurah murah nya sosis.. yang sudah terdaftar di BPOM,pastilah di buat dari daging bagus, dalam artian , misalnya tidak busuk, tidak ada mikro organisme berbahaya, tidak ada bahan berbahaya... Kalu mau bikin sosis sendiri, nugget sendiri, sangat sah sah aja... Cuma jangan bikin issue palsu seperti dibuat dr daging jelek.. dari tulang ... yang cuma katanya katanya itu... Kita ini, makan soto sulung... kalau di luarnegri itu jeroan semuanya makanan ternak.. lalu jelekkah itu ?? Seandainya.. ini andai andai. dalam sosis ada jeroan... lha kita biasa kok makan jeroan... masak standar ganda..?? Didunia ini termasuk Jerman, dikenal juga liverwurst misalnya yang artinya sosis hati... so what gitu lho ?? Kita ini, makan ceker dan makan kepala ayam.. itu juga barang buangan...( diluar negeri ) Dan pada perbandingan ini kita masih berani bilang itetelan daging yang lebih mahal dari ceker , yang benar benar daging sebagai barang jelek...??? Sosis Hot Dog di Amerika dan Sosis Bratwurst di Germany ya pakai juga tetelan.... Kita makan paha ayam.. di Amerika kata Rahadi nggak ada yang mau makan..limbah sih.. Lha di Jerman juga pada makan Halbe Hanchen ( separuh ayam) yang ada pahanya... O K OK aja.. Sedang sosis di Jerman aja laku banget. dan juga dibuat dari bahan daging yang digiling.. Di Amerika.. Hot Dog ya laku dan dijual.. juga di buat dari bahan daging yang sama seperti di Indonesia... Jadi please deh.. kita bicara secara ilmiah dan dengan perbandingan yang tepat... Nggak percaya ?? Google aja.... Disini banyak orang pintar... jadi... Google aja.. apa MDM apa sosis... Disini ada juga teman yang tinggal di Jerman.. tanya sosis di bikin dari apa.. pasti bukan dari daging jelek... kalau iya mana mau orang Jerman tiap hari makan sosis.. Bahwa Indonesia ini banyak yang miskin.. aka mungkin ada versi yang dagingnya lebih sedikit.. jadi mau yang banyak daging beli yang mahalan.. tapi dua duanya dari daging bagus... Jangan sebar berita bohong.. yang bisa berakibat perusahaan makanan.., pedagang makanan pada mati... sebaliknya tentu pedagang makanan, produsen makanan harus juga menjamin kemanan pangan. Dalam kasus perusahaan besar dan menengah saya yakin hal itu bisa dilakukan. Kesulitan itu justru dari Usaha Kecil dan Pedagang kecil... ?? akankah kita bunuh mereka ?? Kita tahu bagaiana sanitasi mereka... sangat di bawah standar.. Diusaha menengah besar.. minimal sudah GMP ( Good manufacturing Practice) , diatas itu ada sertifikat HACCP yang sangat ketat mengatur penjagaan kemanan pangan. Satu lagi.. pakai standar kita dong.. orang asing kalau makan makanan di Indonesia pada diarhea kok... Tapi setahu saya kalau dia makan sosis buatan pabrik bonafid Indonesia , nggak papa.. soalnya sudah bersertiifat HAACCP sih (sertifikat kemanan pangan tertinggi saat ini). Saya mengharap dokter jangan langsung dipercaya omongannya tentang sosis dari daging buruk.. Ngebayangin.. kios Edam,, yang jual burger pada mati.. atau hot dog booth , danpenjual keliling hot dog pada kehilangan mata pencaharian..pengusaha makanan yang jujur bekerja gulung tikar... pegawai jadi penganggur... iya kalau issue nya benar... ternyata boong lagi... Salam Hanwar 2. Original Message ----- From: Haniwar Syarif To: [email protected] Sent: Friday, January 19, 2007 6:55 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Klarifikasi sosis tulang Re: Kompas => F rahardi =>" Nuggets" dan sosis tulang Bu , pak Rahadi ini menurut saya memang jahat sekali... Soalnya saya kebetulan adalah Direktur Ekskutif NAMPA yang dia sebut tidak mau memberi tahu berapa persen MDM yang ada .padahal saya tahu pasti dia tidak pernah bertanya pada kami, Lalu lagi dia salah mengartikan kepanjangan MDM sebagai Meat Deboned Meal, seharusnya Mechanical Deboned Meat, yaitu daging yang diperoleh dari pemisahan daging yang masih tertempel di tulang ayam, misal di kerongkongan yang memang masih banyak dagingnya, ataupun kalau Ibu melihat di supermarket menjual paha atau dada ayam tanpa tulang. Maka sebenarnya di tulang yang sudah diambil dagingnya dengan manual itu masih bisa diambil lagi daging dengan suatu mesin modern yang namanya Meat Bone Separator. Dalam syarat MDM untuk makanan manusia , ditentukan bahwa kadar calcium dibawah 0,5 % ( angka pasti saya carikan nanti ya), ini akan menunjukkan bahwa daging itu tidak tercampur tulang ayam secara significant, artinya jauh di bawah 1 persen dan tentubentuknya juga sangat halus. Kita tahu , bahwa kita juga suka mengrogoti kerongkongan ayam yang memang masih banyak dagingnya, apalagi kalau untuk sop ayam, . Kadar gizi daging ayam MDM ini cukup baik kadar proteinnya adalah sebesar 15 %., dalam range 13 sampai 16 persen. Saat ini baru dua produsen Indonesia yang memproduksi MDM ini yaitu Charoen Phophand dan Ciomas yang grupnya Japfa, dua perusahaan amat besar yang nggak akan sembarangan memproduksi Mereka juga memproduksi nugget dan sosis. Mereka perusahaan berskala dunia. Perlu diketahui MDM ayam itu benar daging ayam dan bukan tulang, di negara maju seperti Australia , Prancis juga diproduksi.., saya punya spesifikasi nya kalau Ibu mau, dan jelas itu fit for humn consumption. Mengenai jumlah yang dipakai , umumnya jauh di bawah 30 persen, dan dipakai untuk menggantikan sebagian daging ayam yang mahal dan sebagian filler/tepung yang murah. Lha memang ketersediaan MDM nya juga sedikit.. Sebagai akibat, karena daging utuh diganti daging MDM ( daging utuh yang mahal itupun harus di hancurkan/digiling kalau mau di bikin sosis ) maka mutu ( misal kadar protein) tetap dipertahankan, sementara dia juga bisa di gunakan sebagai pengganti tepung filler dan fat , yang malah menaikkan mutu, karena kadar protein MDM jauh lebih tinggi dari Fat dan tepung filler ( pengikat) , sehingga malah bisa menaikkan mutu tanpa menaikkan harga. Walhasil... dalam situasi daya beli rendah , penggunaan MDM dapat jadi solusi membuat produk berprotein hewani tinggi dengan harga terjangkau dan sama sekali nggak ada tulang. Rakyat bisa jadi sehat walau kantong relatip tipis.. Begitulah kejamnya fitnah Rahadi yang menyebut sosis tulang , dan dimuat lagi oleh koran Kompas, tanpa mengecek ke industri bersangkutan. Sampai Ibu pun merasa tertohok NAMPA ingin menurunkan artikel balasan tentang ini, sudah berpikir negatip , bahwa tak akan di muat oleh Kompas, karena pengalaman saya terdahulu dalam issue daging impor. Ada teman di FPK, yang bisa menolong atau menjamin , klarifikasi Nampa dimuat Kompas ?? Kami seyogianya , mendapat tempat yang sama banyak dengan saudara Rahadi , yang penyair ahli peternakan dan makanan ini ini. Kalau sdr Rahadi membaca ini, boleh juga menghubungi saya.. Buat Ibu ibu, saya ingin meyakinkan bahwa anggota NAMPA, semuanya adalah perusahaan bonafide, yang tidak akan berkompromi terhadp keamanan pangan. Seluruh produksi anggota kami yang beredar telah memiliki no pendaftaran MD yang berarti sudah di periksa keamanannya oleh pihak BPOM. Dan memang tidak ada sosis atau nugget yang menggunakan tulang. Buat ahli hukum... bisa nggak sih tulisan Rahadi begini di bawa ke pengadilan ??? Buat orang Pers, bagaimana sih kebijakan pers dalam memuat suatu berita bohong yang dampaknya bisa buruk pada indsuti bersangkutan,, sementara sektor riil kita jelas lagi menderita...?? Atau anda berpendapat . yang penting koranmu laku ??? Padahal saya yakin ada orang Kompas tahu dimana bisa hubungi NAMPA, lalu saya yakin Rahadi juga bisa cari info alamat NAMPA. Kompas korann besar yang bisa membei dampak besar.. mohon lebih cermat dengan issue sensitip.. jangan hanya hati hati denganissue agama aja dong... ( mana berani siar berita poligami misalnya , .. ya kan Bu Mariana ??).. Ketika Trans TV bikin berita soal bakso tikus.. berapa kerugian yang timbul kepada pengusaha bakso dan tukang bakso d i[pinggir jalan. Padahal barangkali yang bikin begitu cuma satu pengusaha. Andai aja Trans TV bisa memberitakan sekaligus menjaga agar dampak buruknya tak terjadi... ? Kasus itu pun kami laporkan pada Komisi Penyiaran Indonesia, tapi Sinansari Ecip cuma jadi juru pos, yang meneuskan surat kami ke Trans TV lalu, mengirim jawaban Trans TV ke kami. Kompas ??? your comment please... bikin susah ibu-ibu ... bikin berat pikiran ibu ibu dengan berita nggak benar.... ?? NAMPA ingin sekali melakukan klarifikasi .. tapi mohon Kompas mau memfasilitasinya dengan kesempatan yang setidaknya sama dengan tulisan Rahadi. Tulisan ini , masih tulisan pribadi saya, walau jabatan Direktur Ekskutif Nampa dan kesarjanaan teknologi pangan memang kebetulan melekat pada saya. ( Kalau statement NAMPA ya harus liwat prosedur kan..) Adakah Rahadi bersama pihak pihak yang ingin menghancurkan sektor riil yang sudah babak belur.. agar negara ini hancur sekalian..dengan menyiarkan berita bohong.?? Lha tahu arti MDM sebenarnya aja nggak nggak ( buktinya salah memperpanjang). Mengenai jumlah MDM yangd ipakai , sekali lagi karena hanya dua produsen yang ada, justru kita tidak mungkin memakai banyak karena suplai nya memang sedikit... sebaliknya jika ada banyak... maka rakyat Indonesia bisa menikmati sosis begrizi tinggi dengan harga terjangkau, tepat seperti saudara saudara kita di Malaysia, di Filipina di Thailand bahkan di negara maju.. Jadi misalnya Ibu ke supermarket dan beli sosis ayam merk Doux,, maka itu juga ada MDM nya.., begitupun produk Malaysia.. Bayangkan bahan baku yang memang berstandar "fit for human consumption" dengan kadar protein bisa mencapai 16 % ..murah lagi... Kalu kita tahu permasalahan bangs asaat ini, dimana rakyat nya butuh protein hewani yang tinggi tapi murah .. tentu mikir sejuta kali menurunkan berita bohong ini. Rahadi pun eksplisit berani bilang kita bodoh karena mau mengkonsumsi paha ayam dan sayap..buntutu dan ceker, karena dalam tulisannya dia bilang orang Amerika pintar karena tidak mengkonsumsi hal diatas.. Salam Haniwar ----- Original Message ----- From: thya To: [email protected] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, January 23, 2007 9:40 AM Subject: [parentsguide] Waspada Kebiasaan Makan Nuggets ~ Re: Petaka Sodom dan Gomora .

