Dear all... Tulisannya bikin parno aja ya... Padahal setau saya yang harus diperhatikan dari makanan spt nugget, sosis dan sebagainya itu adalah kandungan bahan pengawetnya dan karbohidrat + garamnya. Bagusnya sih emang gak sering" ya.
Kalo soal bikin nugget pake daging busuk itu gak mungkin banget. Karena daging yg busuk itu baunya pasti kerasa. Dan lagi perusahaan " besar kan udah ditinjau sama depkes, sering ngajak ortu & anak" utk lihat proses pembuatan dll. jadi gak usah taut deh... Untuk lebih jelasnya gimana kalo para dokters yg kasi komentar OK!!! :) KAnia --- nila purwanty <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > dear mom...... > > Bener gak tuh infonya jgn2 hy nakut2in aja, gmn > dgn pabrik yg sdh besar spt charoen pokpan n japfa > yg saya sendiri dah pernah lihat prosesnya dr > peternakannya mrk py n benar2 hygienis. > Duh hati2 deh kl dapat info bohongan ky > gitu.....saya setuju juga apa kata pak ghozan > horeeeee hidup SEHAT.................... > > Tq, > Nila > > thya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > --------------------------------- > TV dinner still cooling? > Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. > > To: "alumni 34 th.97" > <[EMAIL PROTECTED]>, > laudamus-te choir <[EMAIL PROTECTED]>, > conectique <[EMAIL PROTECTED]> > From: Veronika Widuri <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Mon, 22 Jan 2007 00:31:54 -0800 (PST) > Subject: [conectique] Waspada Kebiasaan Makan > Nuggets ~ Re: Petaka Sodom dan Gomora > > Hmm.. Just FYI guys.. syeremm..:(( > > waspadai sosis, kornet, nugget > > > >>Salam sehat, > Melihat judulnya, saya awalnya juga tidak tertarik > membacanya. Tapi > karena penulisnya adalah mantan bos saya di Trubus, > sekaligus teman > diskusi yang asik, saya akhirnya baca. Dan akhirnya > saya > menemukan "sesuatu" ... > > >> Pada awalnya, saya tidak tertarik membaca artikel > ini. Salah > seorang teman dekat menyarankan saya membacanya. > Artikel yang sangat > menarik, tentang industri makanan yang ternyata > berasal dari limbah > hewan. >> Mudah-mudahan artikel ini memberikan > manfaat bagi Anda > semua, menambah wawasan kita tentang apa yang > sesungguhnya kita > konsumsi atau beli di pasar swalayan. > > > Petaka Sodom dan Gomora > > Oleh: F Rahardi > > > > Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi > hantu yang sama > menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom > dan Gomora modern. > > > > Agroindustri unggas modern sebenarnya telah > menentang alam, > sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus > diubah, bukan > hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian > kapling. > > > > Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga > tipe virus > influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun > manusia dan tipe > B serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus > tipe A masih > terdiri atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N > (1-9). AI > sendiri sudah terdeteksi sejak 1978 di Italia, > tetapi AI subtipe > baru dengan virus H5N1 pertama kali terdeteksi di > Hongkong tahun > 1997. Sejak itu, flu burung menjadi mirip AIDS, > menimbulkan gejolak > atas bisnis perunggasan, sekaligus mengancam hidup > manusia. > > > > Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum > menjadi wabah yang > mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi > massal dan mendunia, > dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, > antibiotik, dan > obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. > Inilah pemicu utama > terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah > agroindustri > peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa > memikirkan dampak > negatif yang ditimbulkan. > > > > Wabah sapi gila di Inggris juga kutukan. Virus > penyakit gila ini > sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak > pernah menjadi > wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris > terlalu rakus. > Limbah dari rumah potong hewan, terutama > tulang-tulang-terdiri > tulang domba, kambing, sapi, babi, dan ternak > lain-digiling dan > dicampurkan ke konsentrat. Tujuannya adalah > efisiensi. Dampaknya, > terjadi degradasi genetik dan penularan penyakit. > Penyakit gila yang > sebelumnya hanya menyerang domba berjangkit pula ke > sapi. > > > > "Nuggets" dan sosis tulang > > Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam > petelur, yang akan > dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus > dibuang. Jika DOC > jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya > hampir tidak ada. > Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan > langsung dimasukkan ke > penggilingan dan dicampurkan ke pakan. "Kanibalisme" > inilah antara > lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, > sekaligus ikut > berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru. > > > > Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, > tampaknya konsumen > kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi > dan ayam), > nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, > sebenarnya bukan > dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah > rumah pemotongan > hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan > limbah berupa > tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan > sedikit daging yang > masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan > disebut MBM atau meat > and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri > pakan ternak, > termasuk unggas. > > > > Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut > meat and bone > meal (MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan > campuran > industri sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM > menjadi bahan utama > makanan pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang > dimaksud MDM > unggas sebenarnya semua limbah ayam digiling, sebab > sekeras apa pun > tulang ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan > nuggets. Kita > tidak pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen > Makanan Olahan > Daging (National Association Meat Producer = NAMPA), > berapa persen > sebenarnya kandungan MDM pada tiap sosis dan > nuggets. Jangan-jangan > sudah 100 persen. > > > > Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah > melawan hukum > alam, sekaligus hukum Allah. Sapi dan domba aslinya > herbivora. Dalam > industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, > bahkan kanibal. > Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta > cacing. Tetapi > mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak > yang karnivora > pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah > memaksa ayam dan itik > menjadi kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru > menetas pun, harus > kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk > mereka. Ini sudah > lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora. > > > > Limbah dari AS > > Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat > "penyimpangan" atas hukum > alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya > mereka tidak > menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging > dada. Kulit, daging > paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. > Apalagi kepala, > leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. > Lembaga konsumen > AS juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling > begitu === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

