Aiiih, jadi ngerepotin nich..
  Wah infonya bagus banget! Terimakasih banget lho Mbak, saya seneng mbacanya..
  Salam buat keluarga.. :-)
  

[EMAIL PROTECTED] wrote:
            Duh… sorry berat Pak… :) :) terlalu semangat untuk membalas email… 
:) :) 
  Sepanjang yang saya ketahui, alergi itu sudah 'given' atau tidak bisa 
disembuhkan… obat yang ada sekarang bukan untuk penyembuhan permanen alergi. 
Kalau memang betul alergi, maka obatnya cuma 1: avoidance… avoidance… 
avoidance…. Jadi pencetus alerginya harus di hindari.
  Berikut saya copy artikel yang saya dapat dari www.sehatgroup.web.id. 
Kebetulan jawaban dokter wati itu ditujukan kepada seorang ibu yang concern 
dengan alergi.
  Semoga bermanfaat. 
  Maaf kalo agak banyak sehingga menggangu lalu lintas email di milis ini… 
  Gejala alergi pada anak yang memiliki bakat alergi bermacam-macam. Tergantung 
dari sistem alat tubuh yang terkena. Ciri khas dari anak yang memiliki bakat 
alergi atau atopi adalah adanya gangguan pada saluran pernapasan, mata, dan 
kulit:
    
   Pada pernapasan gejala alergi dapat berupa batuk, pilek (hidung sering meler 
= rinitis alergi), bersin, sesak (asma/bengek), serta napas pendek.   
   Pada mata gejala yang tersering adalah mata merah, gatal (anak tampak sering 
mengucek-ngucek mata), dan berair.   
   Pada kulit sering gatal (tampak bekas garukan atau menjadi koreng), eksim 
(dermatitis atopik), biduran (bentol-bentol), bengkak di bibir, lebam biru 
(seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. 

  Bila anak ibu memiliki gejala seperti itu ditambah lagi ada keluarga baik 
dari ibu maupun suami ibu yang memiliki gejala tersebut, besar kemungkinan anak 
ibu memiliki bakat alergi juga. Gejala alergi yang lain dapat juga terjadi pada 
sistem pencernaan misalnya anak menjadi mencret-mencret atau berak berdarah 
setelah mendapatkan makanan atau minuman tertentu. Gejala alergi yang lebih 
parah lagi yaitu anafilaktik adalah anak dapat menjadi sangat sulit bernapas, 
kaki dan tangan menjadi dingin akibat syok (renjatan), bahkan dapat timbul 
kematian.

Berat ringan gejala alergi tidak dapat diperkirakan. Oleh karena itu untuk anak 
dengan bakat alergi tersebut perlu mendapat perhatian khusus dalam pemberian 
makanan dan minuman, obat-obatan dan zat-zat lainnya, serta aktivitas sehari 
hari yang dapat menimbulkan gejala alergi tersebut. Akan tetapi untuk anak yang 
tidak memiliki bakat alergi pun tetap perlu diperhatikan hal tersebut hanya 
saja pebedaannya anak yang tidak memiliki bakat alergi baru diketahui ia alergi 
terhadap suatu zat apabila ia sudah pernah terpapar zat tersebut, sehingga 
pemberian zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi dihindarkan bila memang 
telah terbukti alergi terhadapa zat tersebut. 
  Sedangkan untuk anak yang dengan bakat alergi pemberian zat yang diketahui 
sering menimbulkan reaksi alergi harus dihindarkan. Pada prinsipnya alergi 
tidak bisa disembuhkan. Semua penatalaksanaan yang dilakukan hanya bertujuan 
mengendalikan gejala alergi untuk meringankan itensitas serangan, mengurangi 
frekuensi serangan, membatasi penggunaan obat dan mengurangi jumlah hari tidak 
hadir di sekolah (untuk anak usia sekolah). 
  Gejala pada kulit seperti eksim atau dermatitis atopik akan berkurang pada 
usia 12 tahun, tetapi bisa saja organ sasaran berpindah karena 50 – 80% anak 
akan mengalami rinitis alergik dan asma. Alergi karena makanan pada anak usia 0 
hingga 3 tahun biasanya akan berkurang dan menghilang, karena anak sudah 
memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik lagi. Sedangkan alergi yang muncul 
usia 15 tahun ke atas ada kecenderungan menetap. Alergi makanan terhadap susu 
sapi atau ayam pada usia di atas sekitar 1 tahun tampaknya akan mulai 
berkurang. Alergi terhadap telor juga akan membaik sekitar usia di atas 2 
tahun. Sedangkan makanan ikan laut membaik di atas usia 3 tahun. Meskipun 
alergi makanan seperti kacang tanah, udang, dan kepiting kadang menetap hingga 
usia dewasa.Prinsip pengobatan pada alergi adalah pencegahan. Yaitu seperti 
yang ibu bilang harus menghindari hal-hal apa saja yang dapat mencetuskan 
alergi. Untuk itu harus diketahui apa saja yang menjadi pencetus reaksi alergi
 pada anak ibu. Cara untuk mengetahui zat-zat apa saja sebenarnya sangat 
sederhana, yatu dengan mengingat kembali zat apa yang diberikan ke anak ibu 
sebelum timbul salah satu gejala alergi tersebut. Namun untuk mudahnya ada 
beberapa zat yang harus dihindarkan oleh anak-anak yang memiliki bakat alergi 
yaitu:
    
   debu rumah (mengandung tungau, binatang yang sangat kecil sekali): gejala 
alergi yang biasanya timbul adalah batuk-batuk bahkan bisa sampai sesak atau 
bengek, bersin-bersin, hidung meler, sekitar mata bengkak, mata merah berair, 
serta gatal-gatal (kulit kemerahan).   Cara menghindari debu tersebut adalah 
dengan selalu membersihkan perabotan atau seluruh benda-benda yang ada 
disekitar anak ibu. Bila ibu memiliki kipas angin atau ac harus selalu rajin 
dibersihkan. Rajin mengganti spray dan sarung bantal/guling, bila perlu 
menjemur kasur. Selain itu kamar atau ruangan harus selalu terkena sinar 
matahari dan dijaga kelembabanya. Ibu juga dapat mengurangi benda-benda yang 
dapat menampung debu dan sulit dibersihkan, misalnya boneka berbulu halus, 
barang-barang yang memiliki lekuk, tumpukan koran, buku, atau majalah. Binatang 
piaraan seperti anjing dan kucing juga sering dihinggapi tungau oleh karena itu 
binatang tersebut harus selalu dibersihkan dan anak anda tidak boleh
 kontak langsung dengan hewan tersebut.

  2.      serangga seperti kecoak, lebah, semut, dll. Gejala yang biasanya 
timbul adalah kulit merah, bentol-bentol, serta gatal, akan tetapi dapat pula 
memburuk menjadi gejala anafilaktik. 
    Cara menghindarinya adalah dengan selalu menjaga kebersihan rumah agar 
tidak didatangi hewan-hewan tersebut. 

  3.      bumbu makanan yang merangsang seperti merica dan cabai biasanya 
timbul gejala batuk-batuk, bersin-bersin, dan hidung meler. 
    Untuk menghindarinya jangan pernah membawa anak anda kedapur bila memasak 
menggunakan benda-benda tersebut. 

  4.      tidak menggunakan kasur/ atau bantal guling yang berisi kapuk. Dapat 
menimbulkan reaksi alergi yang mirip dengan reaksi alergi yang ditimbulkan oleh 
debu.
  5.      anak-anak yang rentan terhadap udara dingin, jangan lupa memakaikan 
baju hangat. 
6.      obat-obatan tertentu yang dapat menimbulkan alergi (bila anak memang 
terbukti alergi obat tersebut) harus dihindarkan. Bila anak anda pernah memang 
pernah mengalami gejala alergi setelah mendapatkan obat tertentu, ibu harus 
selalu memberitahukan kepada dokter setiap ibu memeriksakan anak ibu.
  7.      pemberian makanan yang dapat mencetuskan alergi dihindari, namun 
diberikan secara bertahap yaitu bila anak telah siap untuk mendapatkan makanan 
tersebut. Makanan padat ditunda hingga bayi berusia 6 bulan. Makanan diberikan 
satu jenis dulu selama 5 sampai 7 hari, tujuannya adalah agar bisa diketahui 
makanan apa yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Anak bisa diberikan bubur 
atau beras-berasan (sereal). Selanjutnya anak mulai diperkenalkan dengan Orange 
vegetables (ubi, dan wortel) yang dikuti dengan pemberian buah-buahan (apel, 
pir, pisang, plum, peach, dan aprikot) yang mulai diperkenalkan satu persatu. 
Green vegetables (bayam, polong-polongan, dan green beans) dapat ditambahkan 
pada bubur atau beras-berasan, selanjutnya mulai diperkenalkan daging-dagingan. 
Untuk anak dengan resiko tinggi alergi, AAP (persatuan dokter anak Amerika) 
menganjurkan untuk menunda pemberian susu sapi atau kedelai hingga usia satu 
tahun, telur setelah 2 tahun, kacang-kacangan, ikan dan
 makanan laut lainnya setelah berusia 3 tahun.
  karena anak ibu minum ASI ibu hendaknya juga mengurangi makanan yang dapat 
menimbulkan alergi.

Bila anak ibu pernah mengalami gejala alergi segera konsultasikan ke dokter 
anak, Ibu mungkin akan diberikan obat untuk digunakan saat anak ibu alergi. 
Akan tetapi yang harus diingat obat itu bukan untuk menyembuhkan tetapi hanya 
untuk mengatasi gejalanya dan tidak boleh digunakan tanpa pengawasan dokter.So 
I hope my very long explanation can help you and your child…


  

         

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.
 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

Kirim email ke