Mbak Nila,
Maaf awam, mohon bisa dibantu pencerahan lebih lanjut:
1. Gimana ya tau-nya penyakitnya disebabkan oleh virus atau bakteri?
2. Setahun yg lalu anak teman saya ini pernah
mengalami pengalaman pneumonia. Waktu itu DSA-nya tdk menyarankan di
nebulizer (di diagnosa flu), tp sekitar hari ke 5/6 batuknya puarah sekali &
kebetulan DSA yg biasanya sedang cuti shg ke DSA penggantinya ternyata
mengalami pneumonia (di rontgen jg) shg perlu di opname. Menurut DSA
penggantinya ini seharusnya dr awal di nebulizer shg tdk sampai parah spt
ini. kalo  tdk salah penyebab pneumonia adalah bakteri. Jadi dia juga
bingung seharusnya perlu tdk nebulizer? krn kini berarti ada 2 DSA
menyarankan nebulizer dimana bisa bermanfaat mencegah penyakit yg lebih
parah.

On 3/20/07, nilathea_to <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Dear Sherly,
Saya sdh pernah posting masalah batuk pilek coba buka lagi deh
pelajari dulu semua mungkin bisa sharing buat teman2nya,dan observasi
dulu penyakitnya bisa jadi itu karena virus yg gak perlu antibotik n
nebuliser segala, sayangkan biaya terapinya bisa dialihkan buat
pendidikan deh, ini saya posting juga tanggapan dr milist sehat ttg
nebulizer.

Moga ngebantu,
Nila

--- In [EMAIL PROTECTED] <sehat%40yahoogroups.com>, [EMAIL PROTECTED] wrote:

Dear All,

Karena ada beberapa yg tanya tentang nebuliser, mau bahas sedikit
nih.
Beberapa tahun terakhir kalau saya perhatikan ada trend bayi/anak2
batuk/pilek disuruh terapi uap (nebuliser). Setahu saya sih,
batuk/pilek
gak perlu yah di terapi nebuliser...rasanya berlebihan bila setiap
kali
anak batuk/pilek di nebul, padahalkan itu penyakit yg sangat umum di
derita anak2, apalagi kalau sudah masuk playgroup...lagipula
kasihankan
anaknya musti dibawa bolak balik ke RS/tempat terapi, belum lagi
resiko
tertular dari lingkungan...bukankah lebih baik istirahat aja di rumah?

Selama ini sih kalau anak saya lendirnya banyak, cukup di terapi uap
di
rumah aja. tinggal sedia baskom/ember air panas lalu uapnya dihirup
sama
si anak. nantikan uap yg terhirup akan berubah menjadi air dan
membantu
mengencerkan lendirnya. lagipula, lendir/dahak yg tertelan akan
keluar
bersama pupnya. selain itu tentu home treatment lainnya spt biasa.

nebuliser baru diperlukan ketika anaknya mengalami penyempitan
saluran
pernafasan (asma) dan obatnya yg dipakai jenis bronkodilator (pelebar
jalan nafas) atau bisa juga obat bronkodilatornya pake inhaler yg
untuk
anak2 instead of nebuliser. menurut saya lebih murah dan mudah
dibawa2.
kalau mau tahu lebih jauh tentang asma, bisa baca guidelinenya di web
sehat.

balik lagi kalau anak batuk/pilek, kita sebaiknya mulai dari langkah
awal...apa sih penyebabnya? viruskah, alergikah atau sebab lainnya.
lalu
mulai dari situ kita tangani penyebabnya sesuai porsinya yg wajar dan
sebisa mungkin bikin anak nyaman selama tuh penyakit berlangsung.

Regards,
Gendi Jatikusumah (father of pasha & sasi)
----------------------------------------------------------
This message contains confidential information and is intended only
for
the addressee named. If you are not the named addressee (or
authorised to
receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or
copy
this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your
system

[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---



Kirim email ke