Dear Mommy Crystal, ini ada artikel ttg gigi dan perawatannya. semoga 
bermanfaat..
   
  Salam
  Alyssa's mom [20 bulan 3 minggu]
   
  GIGI BAYI

Bila gigi susu bayi sudah muncul, gunakan sikat gigi mungil. Jika hendak 
menggunakan pasta gigi, sediakan lap basah karena si kecil belum bisa berkumur. 
Posisikan ia duduk di pangkuan.

Arah membersihkannya bisa vertikal maupun horisontal. Yang penting seluruh 
permukaan gigi, baik bagian luar maupun dalam (yang menghadap ke lidah),
dan sela-selanya ikut dibersihkan.

Kalau sudah selesai, seka pasta giginya dari mulut dan bibir dengan lap basah 
sampai bersih.

PORSI PASTA GIGI

Pasta gigi tidak diwajibkan bagi bayi dan balita. Jadi, kalau anak tak mau, ya 
jangan dipaksa. Kenalkan saja secara perlahan. Pasta gigi pada prinsipnya 
dibuat dengan kandungan bahan-bahan pelindung permukaan gigi. Salah satunya 
fluoride yang sampai kadar tertentu membuat gigi tetap kuat. Kandungan fluoride 
dalam pasta gigi anak umumnya masuk kategori aman. Namun sebaiknya, pilih pasta 
dengan kandungan fluoride paling sedikit. Ketika hendak menyikat gigi, oleskan 
pasta gigi sedikit saja, yakni tidak lebih dari ukuran sebutir kacang polong.

GIGI TERAWAT, ANAK SEHAT

Supaya gigi anak sehat, upaya ke arah situ harus dimulai sejak ia masih dalam 
kandungan. Bayangkan, pembentukan calon gigi sudah dimulai sejak janin berusia 
4 minggu. Sedangkan, proses keluarnya atau erupsi dimulai saat bayi berusia 6-7 
bulan.

Menjaga kesehatan gigi harus dilakukan secara menyeluruh termasuk mulut dan 
gusi. Cara yang paling efektif adalah mengenalkan dan menanamkan kebiasakan 
membersihkan gigi dan mulut sejak bayi.

Selain menjaga kebersihan gigi, tak kalah penting adalah mengenal ragam masalah 
gigi dan mulut yang kerap terjadi. Dengan mengetahui gejalanya, orangtua bisa 
melakukan upaya penanggulangan segera. Tentu saja pencegahan jauh lebih penting 
dan ini berarti pola makan anak pun harus diperhatikan.


  INI DIA SI PERUSAK GIGI!

Gigi dan kuman tak dapat dipisahkan, karena kuman suka sisa makanan di mulut.

Namun, jika daya tahan tubuh stabil dan gigi selalu dijaga kebersihannya maka 
kuman tidak akan mampu merusak gigi. Secara alami, mulut menghasilkan saliva 
atau air liur yang mampu memberikan proteksi bagi gigi. Namun, mengandalkan 
saliva saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan gigi. Terutama karena makanan 
yang dikonsumsi anak makin beragam. Karenanya, menjaga kebersihan dan kesehatan 
gigi anak adalah mutlak. Juga hindari hal-hal yang berisiko
membuat gigi rusak, seperti yang diuraikan di bawah ini.

CARA MAKAN YANG SALAH

Dianggap salah karena cara makan dan minum seperti ini akan merusak gigi:

*Sering mengonsumsi makanan dan minuman panas lantas dingin secara bergantian 
dalam satu waktu. Kebiasaan ini akan merangsang saraf pulpa untuk berkontraksi 
dan juga membuat email (lapisan pelindung gigi) rusak.
Hal yang sama juga terjadi jika anak suka makan penganan atau minum minuman 
yang panas. Selain email gigi, jaringan lunak gusi pun akan rusak karena suhu 
panas. Kerusakan ini akan merembet dengan menimbulkan rasa perih dan warna 
memerah pada gusi.

*Mengemut makanan. Makanan yang diemut dan tercampur dengan air liur dalam 
waktu cukup lama (karena tidak kunjung ditelan) akan menempel di gigi dan 
memerangkap bakteri perusak gigi sehingga gigi rawan berlubang ataupun keropos.

*Minum susu sambil tidur. Susu mengandung pemanis yang mudah menempel di gigi. 
Makanan yang menempel di gigi akan menjadi makanan lezat bagi bakteri perusak. 
Keadaan ini makin parah bila terjadi saat anak tidur, karena produksi liur 
sedang berhenti dan mikroba perusak pun jadi lebih aktif.

MAKANAN

* GULA

Sebagian besar makanan mengandung gula untuk energi pembakaran di dalam tubuh. 
Meskipun gulanya dapat merusak gigi, makanan berkarbohidrat atau 
tepung-tepungan tetap diperlukan oleh tubuh. Mencegah risikonya ya dengan 
membersihkan gigi setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.

Semua sirop, minuman ringan bersoda, susu, permen, obat dan suplemen yang 
mengandung gula termasuk makanan yang bisa merusak gigi. Makanan mengandung 
gula (termasuk makanan sumber karbohidrat seperti nasi) akan menempel di gigi 
dan berakumulasi dengan saliva dan zat lainnya. Jika tidak dibersihkan akan 
menyebabkan timbulnya plak. Jika dibiarkan lama-lama menjadi karies, dan dalam 
jangka panjang akan membuat gigi gerepes alias habis.

* COKELAT

Makanan mengandung cokelat mudah sekali menempel di gigi. Cokelat bergula yang 
terus dibiarkan menempel di gigi tanpa dibersihkan akan membuat gigi berlubang 
bahkan patah.

* CUKA

Asam cuka yang bersifat korosif bila menyatu dengan air liur yang juga bersifat 
sama akhirnya akan mengikis gigi. Sebaiknya segera minum air putih setelah 
mengonsumsi makanan asam atau yang mengandung cuka.

ANTIBIOTIK

Obat-obatan antibiotik dari golongan tetrasiklin dapat membuat gigi berwarna 
kekuningan secara permanen. Untungnya antibiotik jenis ini sekarang sudah 
jarang diresepkan oleh dokter. Ibu hamil pun sebaiknya tidak mengonsumsi obat 
jenis ini karena akan berdampak pada gigi bayinya kelak.


  
PERAWATAN SEHARI-HARI

Kuncinya ketelatenan.

GUSI DAN LIDAH BAYI

Bayi usia 0-6 bulan umumnya belum memiliki gigi susu. Namun begitu, kegiatan 
membersihkan lidah dan gusinya sudah harus dilakukan begitu selesai menyusu dan 
sebelum tidur malam. Berikut langkah-langkahnya:

* Sediakan potongan kain kasa atau kain steril yang lembut.

* Celupkan/basahi kain tersebut dengan air matang.

* Balutkan kain pada jari telunjuk ibu/ayah.

* Bersihkan mulut dan gusi si kecil secara perlahan.

* Posisikan bayi berbaring agak tegak atau duduk di pangkuan kalau sudah bisa.


GIGI ANAK

Lakukan langkah-langkah menggosok gigi yang terbaik seperti ini:

* Gosok gigi searah, dari atas ke bawah untuk gigi atas; dan sebaliknya dari 
bawah ke atas untuk gigi bawah. Inilah prinsip menyikat "dari merah ke putih" 
atau dari gusi ke ujung gigi agar kotoran yang tersapu tidak balik lagi. 
Gerakan searah juga menjaga kesehatan gusi.

* Buatlah gerakan mengeluarkan kotoran dari sela-sela gigi.

* Gosoklah perlahan semua permukaan gigi mulai dari bagian dalam, tengah, dan 
luar.

* Bersihkan juga langit-langit, dinding mulut, dan permukaan lidah.

* Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi bersih dan jernih. Untuk 
anak yang baru belajar berkumur sediakan air matang.

* Jangan berkumur terlalu banyak supaya masih tersisa fluoride untuk menjaga 
kekuatan gigi.


  
WAKTU GOSOK GIGI

Waktu terbaik untuk menggosok gigi adalah setelah makan dan sebelum tidur. 
Menggosok gigi setelah makan bertujuan mengangkat sisa-sisa makanan yang 
menempel di permukaan ataupun di sela-sela gigi dan gusi. Sedangkan menggosok 
gigi sebelum tidur berguna untuk menahan perkembangbiakan bakteri dalam mulut 
karena dalam keadaan tidur tidak diproduksi ludah yang berfungsi membersihkan 
gigi dan mulut secara alami. Untuk itu usahakan gigi betul-betul dalam kondisi 
bersih sebelum tidur. Nah, ketika bangun pagi, gigi masih relatif bersih 
sehingga menyikatnya bisa dilakukan setelah sarapan.

PILIH & GANTI SIKAT GIGI

Untuk anak, pilih sikat gigi yang ukurannya kecil dengan tangkai yang mudah 
digenggam. Bulu sikatnya halus tapi kuat. Bagian ujung kepala sikatnya 
menyempit agar mudah menjangkau bagian dalam. Untuk bayi, ada pilihan sikat 
gigi karet, bulu, atau sikat gigi sarung untuk dipakai pada jari telunjuk 
ayah/ibu. Jika gigi sudah keluar lebih dari 8, bersihkan dengan sikat gigi
bayi yang mempunyai ujung kecil dan berbulu halus, dengan kode ukuran P20,atau 
yang berbulu karet.

Selanjutnya, anak 1-5 tahun bisa memakai sikat dengan 3 deret bulu. Di usia 6 
tahun ke atas (periode gigi geligi bercampur), selain sikat dengan 3 deret bulu 
dapat pula dipakai sikat dengan 4 deret bulu.

Jika memakai bulu sikat yang keras maka gusi akan mengalami abrasi. Jaringan 
gusi akan rusak sehingga akar gigi akan terbuka. Akar gigi yang tidak dilapisi 
email ini akan terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan. Gantilah sikat gigi 
kalau bulunya sudah mekar atau tidak beraturan agar tidak melukai gusi.

ANAK BOLEH PAKAI SIKAT GIGI ELEKTRIK?

Tentu saja boleh. Namun, di bawah usia 6 tahun anak masih perlu pengawasan dan 
mungkin bantuan orangtua. Maklum, gerakan motorik halusnya masih belum luwes. 
Apalagi, gagang sikat gigi elektrik rata-rata berukuran besar.

Kini, sikat gigi elektrik sama bagusnya dengan sikat gigi manual. Bahkan ada 
beberapa keunggulan yang dimilikinya.

KEUNGGULAN

1. Gerakan sikatnya otomatis memutar
Gerakan memutar efektif membersihkan kotoran dan plak. Getarannya pun ikut 
memijat gusi dan melancarkan peredaran darah di situ.

2. Ukuran kepala sikatnya lebih kecil
Sisa makanan yang berada di rongga sempit dapat dijangkau dan dibersihkan.


  
3. Tidak perlu tenaga
Yang diperlukan adalah tenaga baterai agar sikat gigi dapat otomatis berputar. 
Kita tinggal memegang dan menggerakkannya dari arah gusi ke ujung gigi, serta 
dari dalam ke luar.

TIP SUKSES GOSOK GIGI

* Orangtua sebaiknya menjadi contoh. Ajak si kecil melihat ayah, ibu, atau 
kakaknya menyikat gigi.

* Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai salah satu kebutuhan yang harus 
dilakukan minimal dua kali sehari.

* Buatlah kegiatan menyikat gigi sebagai acara yang menyenangkan.

* Berikan pengertian pada anak mengenai manfaat menyikat gigi. Contoh, gigi 
jadi bersih, tidak berlubang, gigi tidak sakit atau bengkak dan sebagainya. 
Tapi jangan lakukan dengan cara menakut-nakuti anak.

* Jangan menyerah jika anak menolak sikat gigi, ajaklah terus secara konsisten 
dua kali sehari.

AJAK KE DOKER GIGI

Selain perawatan sehari-hari, penting membiasakan anak kontrol ke dokter
gigi sejak dini. Tujuannya agar gigi terawat dan ia tidak takut menjalani 
pemeriksaan
rutin maupun pengobatan bila ada masalah seperti plak, karies, atau lainnya. 
Anjuran dokter, ajaklah anak ke dokter gigi sejak gigi pertamanya erupsi.

Membuat anak berani ke dokter gigi sama sekali tidak sulit. Inilah kiatnya:

* Ciptakan imej positif tentang dokter gigi lewat permainan dokter-dokteran 
atau contoh konkret, "Lihat, gigi Mama yang kemarin sakit sudah sembuh, Pak 
dokter lo yang mengobatinya. "

* Bacakan dongeng positif yang berhubungan dengan dokter gigi. Cara ini efektif 
membuat anak berani. Misalnya, dongeng tentang hewan yang sakit gigi lalu 
disembuhkan oleh dokter gigi; anak yang mendapat pengalaman seru di dokter 
gigi; atau buku anak tentang cara kerja dan peralatan yang dipakai oleh dokter 
gigi, ini sangat membantu si kecil mendapat gambaran
situasi di sana.

SUPAYA BETAH

Terhadap pasien ciliknya, seorang dokter gigi harus dapat melakukan pendekatan. 
Dengan begitu, si kecil tidak takut membuka mulutnya dan mengizinkan sang 
dokter menggunakan bermacam alat untuk giginya. Bagaimana pendekatan dilakukan, 
beginilah prosedurnya:

* Mengumpulkan data

Pemeriksaan awal meliputi pengumpulan data riwayat medis sejak masa prenatal, 
perinatal, dan pascanatal. Lalu akan dilakukan pemeriksaan rongga mulut si 
kecil. Selanjutnya pemeriksaan gigi bisa dilakukan minimal dua kali dalam 
setahun, meski sebenarnya tiga bulan sekali lebih baik. Ada juga dokter yang 
menjadwalkan kapan bayi diminta untuk datang memeriksakan giginya kembali.


   
   
   
  
* Menjelaskan

Kepada anak, dokter akan memberikan penjelasan apa yang akan ia lakukan dengan 
bahasa sederhana. Anak kemudian dipersilakan untuk bertanya sepuasnya, termasuk 
mengenai peralatan kedokteran gigi yang ada.

* Mengakrabkan dengan alat

Biasanya dokter akan menyentuhkan peralatan yang biasa dipakai ke ke tangan 
anak agar ia tahu benda-benda itu aman baginya.

* Tindakan bertahap

Dimulai dengam pemeriksaan yang paling sederhana dan tidak menimbulkan rasa 
sakit, kemudian dilanjutkan ke tindakan yang agak sulit, dan terakhir sulit.

* Melibatkan orangtua

Mengingat usianya yang masih kecil, perlu keterlibatan orangtua untuk 
mendampingi anak di ruang dokter. Ucapkan kata-kata positif, misalnya anak 
tidak perlu takut karena dokter tidak akan menyakiti, dan sebagainya.

SPESIALIS ANAK ATAU UMUM?

Dokter gigi anak dibekali pengetahuan mengenai spesifikasi pertumbuhan dan 
perawatan gigi anak. Pendidikan spesialis dijalani selama 3-4 tahun setelah 
menyelesaikan pendidikan kedokteran gigi umum. Hal inilah yang membuatnya 
memahami secara mendetail permasalahan gigi anak termasuk perkembangan 
psikisnya dibandingkan dokter gigi umum.

KLINIK-KLINIK GIGI FUN

Suasana yang tidak seram membantu si kecil berani membuka mulut.

DW8: "KAFE" GIGI

Dharmawangsa Square, City Walk lantai 3 #20.
Jl. Dharmawangsa VI, Jakarta 12160 Telp. (021) 7278 8358, Fax. (021) 7278
8359
Emergency call. 0811 SOS DW8/0818 706842
e-mail: the-doctors@ dw8dentalcare. com
website: www.dw8dentalcare. com

 KLINIK gigi ini sekilas mirip kafe yang ditata apik. Dari balik jendela dan 
pintu kacanya, terlihat beberapa pengunjung tengah duduk santai sambil membaca 
buku ditemani
minuman ringan. Ada juga yang tengah mengobrol seru. Yang membedakan DW8
dari kafe sesungguhnya adalah tiga dental set yang berada di ruang tindakan di 
bagian belakang.

Di sini pun tidak ada seragam putih yang biasa dikenakan dokter atau suster. 
Semua staf di sana menggunakan pakaian kasual. Semua kondisi ini, termasuk sofa 
besar di ruang tunggu dan area games yang berdampingan dengan ruang konsultasi, 
menurut drg. Indranurani. Sp.Ort, diciptakan agar pasien merasa relaks, 
termasuk pasien anak-anak. "Kami memperlakukan pasien anak-anak seperti pasien 
dewasa. Semua ucapan dan pendapatnya kami hargai
dan dengarkan. Semua pertanyaan dan keingintahuannya selalu kami jawab
dengan penjelasan yang sederhana sehingga mudah dicerna."
  

Klinik yang menanangani pasien secara holistik ini memiliki tim medis gigi yang 
cukup lengkap; spesialis endodontik, ortodontik, estetik/prostodonsi a,bedah 
mulut, serta oral medicine. DW8 juga menerima kunjungan dari sekolah-sekolah 
yang ingin tahu lebih jauh mengenai dokter gigi dan tempat praktiknya. Dengan 
edukasi semacam ini, diharapkan informasi dan transformasi ilmu mengenai 
kesehatan gigi bisa semakin meluas di kalangan awam.

DENTAL SALON: PUNYA TAMBALAN BERWARNA

Mal Taman Anggrek. GL. No. B-09
Jl. S. Parman Kav 21 Slipi Jakarta 11470
Telp. (021) 560 9906

"SALON GIGI " yang terletak di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat ini sebetulnya 
memfokuskan praktiknya pada tujuan mempercantik gigi. Namun menurut pemiliknya, 
drg. Elizabeth Linda, Dental Salon (DS) siap menerima keluhan apa pun pada gigi 
anak sampai dewasa. Terhadap anak, dokter-dokter di sana akan bersedia 
melakukan pendekatan spesial dengan ekstrasabar.
"Jika anak-anak sudah menganggap dokternya sebagai teman, yang tadinya takut 
setelah dua tiga kali datang lalu siap duduk manis di dental set," kata Linda. 
"Kami tidak segan-segan mengajak bermain, bercerita, atau bercanda dulu sebelum 
menangani keluhan mereka." Sebagai alat bantu, DS menyediakan dental set yang 
dilengkapi layar monitor untuk menampilkan film anak-anak. "Anak jadi tidak 
takut lagi duduk di tengah-tengah peralatan
tersebut."

Di klinik ini pun digunakan bor gigi khusus anak yang tidak mengeluarkan bunyi 
mendesing seperti bor gigi pada umumnya. Sambil berputar, bor ini memancarkan 
air bertekanan tinggi yang diberi rasa kesukaan anak. "Kata mereka sih, rasanya 
seperti minuman bersoda, makanya banyak yang suka." Uniknya lagi, DS 
menyediakan bahan penambal gigi berwarna. Setiap pasien
cilik yang giginya harus ditambal boleh memilih warna yang diinginkan, boleh 
pink, merah, biru, atau beberapa warna lain. Hasilnya cukup unik dan anak pun 
jadi bersemangat.

dentist&dentist: PUNYA PROGRAM EDUKASI

Jl. Wolter Monginsidi No. 58 C, Kebayoran Baru, Jakarta 12710
Telp. (021) 721 0480-1 Fax. (021) 721 0482

KELENGKAPAN peralatan penunjang di dentist&dentist patut diacungi jempol. 
Segala macam dental set generasi terbaru dari Jerman hampir semuanya tersedia 
di klinik tiga lantai ini. Tenaga dokternya pun lengkap; ada dokter gigi umum, 
dokter gigi anak, dokter gigi spesialis konservasi, dokter gigi spesialis 
periodensia, dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter gigi spesialis 
prostodonsia dan dokter gigi spesialis ortodonti.
"Pelayanan kami lakukan secara holistik. Jadi saat dokter menerima pasien yang 
di luar kewenangan atau keahliannya maka pasien akan dirujuk ke ahlinya," kata 
drg. Ariefanda O. Pasien yang ingin berkonsultasi di luar jam praktik pun tak 
perlu segan menghubungi ponsel dokter di sana. Atau hubungi saja costumer care 
24 jam di nomor 0817-777188. Pasein pun bisa
berkonsultasi via e-mail ke [EMAIL PROTECTED] id. Pelayanan tersebut berlaku 
juga bagi pasien anak-anak.

Istimewanya lagi, klinik ini memiliki program edukasi seputar kesehatan gigi 
dan mulut khusus untuk anak-anak di playgroup, TK, hingga SD. Tim 
dentist&dentist akan menjelaskan cara menyikat gigi yang benar, kapan waktu 
yang paling tepat untuk menyikat gigi, kenapa perlu ke dokter gigi, mengapa 
gigi bisa tanggal dan bolong, serta apa dampaknya jika gigi dibiarkan
sampai bolong.

Tidak cukup sampai di situ, anak-anak pun akan diajak melihat-lihat klinik dan 
cara dokter gigi bekerja. Setelah itu, anak-anak diajak mempraktikkan ilmu yang 
sudah didapat, yaitu menyikat gigi dengan baik dan benar. Asyiknya lagi, para 
peserta boleh duduk di tengah dental set untuk
diperiksa giginya, dan dengan bantuan monitor diajak melihat kondisinya.

Sepulang dari situ, tentu si kecil akan mendapatkan wawasan tambahan dan ilmu 
yang berguna. "Sebagai oleh-oleh, mereka akan diberi gift khas dentist&dentist, 
yaitu kartu gigi yang melaporkan keadaan gigi, hasil diagnosis dokter, dan 
saran-saran dari dokter untuk masing-masing anak."


   

  
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

Kirim email ke