Mau sharing juga, Emang ya, denger anak kita manggil orang lain dengan "mama", rasanya sedih sekali.
Dulu kata pertama anak saya (atala, skrg 2 tahun) adalah "mama", diusianya yang ke-10 bulan. Tapi seiring dengan waktu, dia lebih sering bisa manggil "baba" (embak),keliatannya karena dirumah hanya berduaan dengan si embak, dan dia jadi lebih sering manggil embaknya. Alhasil, saya dan Ayahnya juga dipanggil "Baba", sempet down juga sih, apalagi kalau manggilnya saat sedang bertamu ke rumah saudara atau teman dan membawa embaknya itu. Kok mamanya dipanggil Baba :-( tapi waktu itu sih saya hanya positif thinking aja dan terus membetulkan panggilannya. Biasanya saya bilang gini, "Baba? (sambil nunjuk embaknya) atau Mama (sambil nunjuk saya)?" Setelah beberapa bulan, atala malah jadi seringnya manggil "ayah" kami bertiga dipanggil "ayah" semua. Disini, walaupun ga sesedih waktu saya dipanggil "Baba", tapi saya juga sempet bete kalau ada yang komentar bahwa anak saya lebih memilih ayahnya dari saya (tapi saya terus positif thinking), yang artinya seakan-akan "menuduh" saya ga pernah ngurusin anak :-p Beberapa bulan yang lalu, Atala ganti lagi memanggil kami dengan "mama", saya rasa dia hanya bingung saja begitu banyak panggilan yang berbeda-beda. Tapi tetap saja, kalau ada yang mendengar dia memanggil embaknya dengan "mama" orang-orang pasti berkomentar. Tapi karena saya sudah pengalaman saat embaknya dipanggil ayah, saya sudah jadi tenang-tenang saja. saat ini, atala (2 thn 2 bln) sudah mulai bisa membedakan, memanggil saya dengan "mama" dan ayahnya dengan "ayah". Embaknya juga sudah fasih dipanggil "baba", kadang-kadang (tapi sudah jarang sekali), atala masih suka manggilnya terbalik2. :-)

