mau ikutan komentar:
menurut saya siapa pun berhak mencari dan memilih ekerjaan yang lebih baik,
selama tidak merugikan orang lain.
PRT/suster juga manusia seperti kita, berhak memilih dan menentukan nasibnya
sendiri, mengikatkan dan melepaskan diri dari sebuah pekerjaan.
Anda tidak perlu merasa bersalah karena anda memang tidak bersalah. Anda juga
boleh meminta maaf kepada tetangga sambil menyiratkan bahwa kasus serupa bisa
terjadi kepada mereka juga.
Coba kita sejenak saja berfikir untuk menjadi PRT-PRT itu, yang juga berfikir
untuk meningkatkan taraf hidup... mereka juga punya keluarga dan masalah anak,
dll...
Ikhlaskan saja kerepotan kita... Dan jangan terlalu bersedih. OK? ...
----- Original Message -----
From: Yunike Kumala Sari
To: [email protected]
Sent: Monday, May 07, 2007 11:06 AM
Subject: [parentsguide] Curhat BS
Dear all,
saya mo curhat,
Suster saya sudah berhenti tgl 5 Mei 2007. Dan saya sudah dapat
penggantinya.
Sebenarnya saya tidak keberatan dia mengundurkan diri.
Tapi.. yg bikin saya sebel itu adalah.. dia mengajak pembantu tetangga
untuk menjadi Baby Siter. Semua pembantu 1 kompleks diajakin jadi baby siter
(ada beberapa yang sudah ngikut). Kebetulan yg pake suster cuman saya sendiri..
Saat ini saya merasa ga enak ama tetangga, karena ulah mantan suster saya, para
tetangga kelimpungan ditinggal pembantu.
Sebel banget ama tuh mantan suster, padahal kerjanya bagus, pinter ngurusin
anak.
ehm :(
Bundanya Jundii
----------------------------------------------------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.