Para orangtua harus mewaspadai komik-komik yang dijual bebas di toko buku-toko buku maupun kios-kios. Komik bukan lagi konsumsi anak-anak. Malah dari sekian banyaknya komik, hanya sekitar 10% atau bahkan kurang dari 10% komik yang layak untuk dibaca oleh anak-anak. Yang lainnya diperuntukan bagi usia 13 hingga dewasa. Para orangtua, juga harus sesekali membaca komik yang dibaca oleh anak-anak mereka. Jangan sampai kecolongan. Meskipun beberapa penerbit telah mencantumkan kategorisasi seperti semua umur, remaja, dan dewasa, tapi jalan ceritanya kadang lebih dewasa dari kategorinya. Sebagai contoh, komik dengan judul I hate you but I love you volume 9 karangan Fujiwara Yoshiko, dikategorikan sebagai komik remaja. Namun isinya adalah proses sepasang kekasih melakukan hubungan seksual. Di dalamnya dengan jelas terpapar perasaan keduanya tentang hubungan seksual kemudian kesempatan-kesempatan untuk melakukan hubungan seksual, lengkap dengan proses melakukan hubungan seksual sampai tercapai kesimpulan bahwa sebuah hubungan percintaan belum lengkap tanpa hubungan badan. Katakanlah saya kuno. Namun, saya yang juga pencinta komik, merasa bahwa sensor dalam komik terlalu permisif. Komik mulai terbit di Indonesia tahun 90-an. Ketika itu, saya sering heran kenapa banyak gambar yang janggal. Saat itu, penyensoran sangat ketat sehingga bahkan tidak ada adegan ciuman! Yang ada hanya gambar satu orang dengan posisi yang aneh karena gambar orang yang satunya lagi dihapus. Atau, tiba-tiba ada gambar bunga-bunga yang tidak pada tempatnya untuk menghilangkan adegan ciuman. Lihatlah komik-komik sekarang ini. Adegan ciuman dimana-mana, adegan yang menggambarkan telah terjadi hubungan badan tanpa sensor. Bahkan pengkategorian pembaca pun tidak jelas. Remaja itu usia berapa hingga berapa? Semua umur itu, usia berapa hingga berapa? Yang lebih menyedihkan lagi adalah, letak komik-komik tersebut disatukan. Sehingga, orangtua yang tidak tahu akan adanya pengkategorian tersebut akan dengan mudah membelikan komik remaja untuk anaknya yang berumur 10 tahun (kita anggap 10 tahun adalah kategori semua umur). Oleh karena itu, mulai sekarang, kita, para orang tua, harus mulai, menyensor sendiri komik-komik anaknya, mengajukan protes pada pihak penerbit akan kelalaiannya menyensor komik-komik tersebut, dan mengajukan protes pada badan sensor atas lolosnya komik-komik tersebut ke masyarakat.
T Bukan Bunda Biasa Nantikan pembukaan tokoku ditunggu masukkannya ya (termasuk masukkan uang lho ) --------------------------------- The fish are biting. Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

