Maaf ya bukan maksud saya utk menggurui, sekedar sharing dan berbagi ilmu utk Smart Parent yg lain, mohon maaf jk ada yg tdk berkenan atas email saya dibawah ini. Pengalaman saya sendiri nyesel ga ksh asi exc. ke anak saya, malah saya ksh sufor, maklum dulu blm ikutan milis2...makanya saya menyarankan kpd moms yg msh ngasih asi...teruskan perjuangan muliamu ibu.....
Salam Mama 2D ************************************************************************************ Tanggapan UNICEF terhadap iklan Nutrilon Royal 3 Dear all, Saya merasa perlu untuk memberikan pernyataan awal. Satu, ini bukan black campaign yang disokong oleh produsen pesaing. Dua, kepentingan yang berkait hanya satu: mendukung breastfeeding dengan meminta produsen untuk tidak melanggar peraturan promosi dan pemasaran produk. Mohon maafkan jika ada alamat email yang tidak muncul. Ini karena saya ikut milis dengan setting 'web only' sehingga yahoogroups membatasi akses saya. Bagaimanapun, yang merasa perlu -untuk konfirmasi misalnya- bisa menghubungi saya. Merespon protes terhadap iklan Nutrilon Royal 3, seorang anggota AIMI -Irawati Budiningsih- (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) berhasil terhubung dengan bu Anna Winoto di UNICEF Indonesia (Nutrition Project Officer). Berikut ini tanggapannya: --- Salam kenal. Saya senang sekali membaca email dari Ibu karena kelihatannya UNICEF dan AIMI memiliki komitmen dan visi yg sama dalam upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Begitu banyak PR yg masih perlu kita lakukan dalam upaya tersebut, maka saya senang melihat semakin banyak pihak yg memerhatikan ASI. Sekitar 3 minggu yg lalu saya dikontak oleh SCTV mengenai iklan Nutrilon dan langsung diwawancara. Saya menyampaikan beberapa hal sbb: -- Zat-zat kekebalan yg dikandung dalam ASI sama sekali tidak bisa dibuat secara fabrikan. WHO dan UNICEF menganjurkan 6 bulan ASI eksklusif, lalu mulai usia 6 bulan bayi mulai diberikan makanan tambahan dan ASI diteruskan hingga usia 2 tahun atau lebih. Mutu ASI tidak berkurang sesudah tahun pertama atau tahun kedua. ASI tetap terbaik, tetapi mulai usia 6 bulan kebutuhan gizi bayi meningkat sehingga perlu diberikan makanan tambahan juga. Selama 6 bulan pertama, ASI dapat memenuhi 100% kebutuhan bayi. Hingga 1 tahun masih 70%, dan hingga 2 tahun sekitar 30-40%. ASI adalah cairan hidup, sedangkan susu formula adalah susu sapi yg sudah diproses sehingga semua zat gizi yg ada di dalam susu formula tidak se-efektif zat hidup yg ada di dalam ASI. Walaupun perusahaan susu formula mengupayakan komposisi susu agar mendekati ASI, segala protein, lemak, karbohidrat, asam amino, vitamin, mineral, dll. yg ada/ditambahkan pada susu formula sangat berbeda dari segi struktur kimianya dibanding ASI sehingga tidak dapat menghasilkan fungsi dan dampak yg sama seperti ASI. Contohnya, DHA dan AA yg ditambahkan pada susu formula tidak diserap oleh tubuh bayi. Demikian pula dengan lemak yang ditambahkan pada susu formula... International Code on Marketing of Breastmilk Substitutes (ada di posting lain -Lita) jelas-jelas menyatakan bahwa semua materi komunikasi, informasi, edukasi dari produk-produk yg dimaksudkan untuk menggantikan ASI seharusnya mencantumkan keuntungan dan keunggulan ASI (pasal 4.2). Kode tersebut juga melarang penggunaan kata-kata atau gambar-gambar yg menyamakan sebuah produk pengganti ASI dengan ASI (pasal 9.2). Keputusan Menteri Kesehatan No 237/Menkes/Sk/IV/1997 juga menyatakan hal-hal yg sama. "False health claims" yg tidak didukung dengan scienfitic evidence tidak boleh digunakan untuk mempromosikan produk-produk pengganti ASI. -- Mungkin Ibu/AIMI dapat melaporkan pelanggaran Code seperti ini kepada International Code Documentation Centre (ICDC) yg berada di International Baby Food Action Network (IBFAN) [EMAIL PROTECTED], attn: Annelies Allain. Saya juga akan usul supaya AIMI diikutsertakan dalam kegiatan2 Code monitoring yg akan datang. Kalau ada pertanyaan atau hal lain yg ingin disampaikan mengenai ASI, saya akan coba menanggapi dengan senang hati. Salam, Anna Winoto Nutrition Project Officer UNICEF Indonesia Wisma Metropolitan II, 10th Floor Jl. Sudirman Kav. 31 Jakarta 12920 Indonesia Tel (+62-21) 5705816 ext 262 Fax (+62-21) 5711326 E-mail: [EMAIL PROTECTED] Web: www.unicef.org --- Saya harap, tanggapan bu Anna dapat menjadi referensi bagi kita yang beranggapan bahwa produsen selalu 'bermain sesuai aturan'. Belum, moms, belum demikian kejadiannya di sini. Ini sekaligus menanggapi respon terhadap ajakan protes yang lalu, bahwa ini sekadar black campaign terhadap Nutricia. Sebetulnya, tidak hanya Nutricia yang ada di 'daftar antri' teguran. Yang melanggar, siapa saja, itulah yang akan ditegur. Tentunya, supaya membawa dampak tekanan terhadap produsen (supaya MAU mengubah cara promosi/marketingnya), diangkatlah ini ke media. Bukankah ini salah satu cara berdemokrasi? :) Maaf untuk yang tidak berkenan. Ini hanya satu cara, sebagai bentuk keprihatinan pada ibu menyusui yang -masih- sulit untuk menyusui tanpa harus dibombardir dari sana-sini (termasuk dari kerabat sendiri, bahkan suami). Yang awalnya diakibatkan oleh usaha pembentukan kesan yang menyesatkan dari produsen susu formula. Salam perjuangan, Lita Mariana http://lita.inirumahku.com ----- Forwarded by KRISTANTI_Yusnita YEID/YAMAHA on 05/29/2007 11:17 AM ----- Indah Sari <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 05/29/2007 09:46 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Hal: [parentsguide] susu formula Dear Mama Jo, Sebaiknya di check dulu kualitas dan kuantitas ASInya. Kalo warnanya sudah bening dan jumlahnya tidak memadai, bisa dikombinasikan susu formula. Usia bayi 9 bulan, otomatis kualitas dan kuantitas ASI menurun. Bisa dilihat juga dari berat badan bayi. Kalo sudah tidak memenuhi standart, ya di campur formula pemberian ASI nya. Aku sendiri memberikan ASI ekslusif sampai Rafe, bayiku berusia 6 bulan, setelah itu dikombinasi dengan susu formula. susu formula aku pilih yang mengandung AA DHA dan spingomelyn. Pengalaman anak2 teman2ku, spingomelyn baik untuk pertumbuhan otak anak (bayi/anak yang dikasih susu mengandung spingomelyn sangat baik daya ingatnya). Usia 7-8,5 bulan, Rafe mendapat susu formula siang saja, sisanya ASI. Tapi sekarang, Rafe aku berikan asi waktu malam dan pagi. Aku sendiri berniat memberikan ASI selama mungkin, karena memang ASI yang terbaik untuk bayiku. Cheers, Mama Rafe ----- Pesan Asli ---- Dari: Multi Cipta Indotama Mandiri <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Senin, 28 Mei, 2007 3:31:28 Topik: Re: [parentsguide] susu formula Dear Mama Jo, Bener tuh kt mamanya restu langit, Kalo ASI nya mencukupi asi aja terus...jauh lebih baik dari formula. Dan emang bener kok AA & DHA sebenernya bisa di produksi sendiri oleh si anak asal ada bahannya, bahannya ya itu dari ikan, daging, dll makanan yg bergizi, itu juga kt Dsa anak saya lo...secara beliau jg seorang ahli gizi, dan menurutnya ga perlu tuh sebenernya susu yg gold / platinum segala....mahal ...... Kalau saya pribadi sih, pilih saja yg tidak mengandung gula banyak, krn kan bisa ngerusak gigi. dan perhatikan juga jumlah kalorinya. Bisanya sih anak yg terbiasa minum ASI tidak terlalu suka minum susu formula....lebih enak air susu dari ibunya kali ya.... Salam Mama Jeje "[restulangit] " <emiliawiropati@ yahoo.com. sg> wrote: waaa... senangnya 9 bulan masih bisa ngasi asi... :) emangnya kenapa mo kasi susu formula? klo masih sanggup terusin aja asi-nya sampe setahun.. abis itu kasih UHT, ga usah pake formula2an lah... :) soal AA DHA bla2bla2 itu mah semua udah ada di asi kok... malah lebih nyerep krn ada enzim yg membuat zat2 tsb bisa diserap o/ pencernaan bayi dengan baik... klo yg ada di susu formula malah sebenernya ngga bisa dicerna sama bayi.. jadi percuma aja... ga ada ngaruhnya mo kasi merk apa juga... (CMIIW) At 07:31 PM 5/27/2007 -0700, you wrote: >Dear moms.... >mau minta infonya dong, sesuai pengalaman para ibu2. anak saya (Jo) >usianya sekarang sudah 9 bulan, selama ini saya masih ASI, tapi saya ada >rencana mau berikan Jo susu formula, kira2 apa yah yang baik? karena jujur >saya bingung banget kalau ke supermarket mau liat2 susu formula, spg-nya >satu sama lain saling menjelaskan kelebihan dari brand mereka masing2 dan >memberikan brosur kepada saya. >setelah saya baca di rumah, sebenarnya semua sama aja... >apa boleh anak diberikan susu yang gold, platinum, royal or A+ gitu? >karena denger2 dari teman, kalau yang seperti itu membuat anak hiper.... >(bahasa kunonya karbit lah) >thanks mom sebelumnya.. . >rgds, >maminya Jo Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

