Haaiiii Moms semua!! Udah hampir sebulan niy ga sempet akses internet.. Abis
ditugasin kantor ikut diklat 3 minggu... Aku mo numpang curhat n cerita gpp
ya... Siapa tau bisa menggugah hati Moms yang lain...
Karena aku biasanya berangkat jam 0800-0830 pagi, istirahat makan siang di
rumah (1200-1300), dan pulang jam 1600-1800 sore, jadwal padat (tiap hari pergi
subuh pulangnya abis dinner) pas diklat agak bikin stres dan merasa bersalah
juga. Untungnya aku masih bisa sempet2in mompa ASI buat oleh2 Deyka (11 bulan).
Awalnya Deyka gak mau minum ASI perahan, karena memang sejak 6 bulan gak aku
paksa minum ASI disendokin lagi (Deyka ga suka minum pake dot, inget? ). Tapi
untungnya yang ngasuh Deyka gigih, dia bujukin Deyka "Deyka, ini mimik
Bunda..diminum ya, kasian Bunda..". Hari ketiga diklat, Deyka udah lahap minum
ASI perahan pake sendok dan bisa ngabisin lumayan banyak. Aku jadi tambah
semangat mompa lagi. Alhamdulillah..
Kadang-kadang waktu pulang ke rumah (harusnya nginep di tempat training, tapi
aku kabur, pp tiap hari Bogor-Cibinong-Bogor) Deyka udah bobo. Langsung aja aku
mimik-in, sekenyang apa pun dia pasti mau.
Memang ASI itu luar biasa. Tadinya aku takut juga Deyka jadi 'terbiasa'
ditinggal Bundanya, dan jadi gak selengket dulu sama aku (parno deeeh...).
Tapi, berkat ASI, dia malah jadi tambah lengket sama aku. Kayaknya tiap dia
nyusu sama aku, kami berdua sama-sama merasa 'grateful' banget, bersyukur
banget.. Deyka bersyukur karena masih bisa mik ama Bundanya walo hanya malam
sampe subuh, dan aku juga bersyukur karena masih bisa nyusuin Deyka dan punya
satu kegiatan eksklusif yang hanya bisa kami lakukan berdua. Sengantuk apapun,
Deyka pasti buka mata dulu sebentar buat liatin muka aku sambil ngusap-ngusap
mukaku. Wah, Moms, rasanya capek, ngantuk, stres ilang semuaaa....
Btw, ini aku nemu artikel bagus banget di majalah (sori ya Mods). Buat
penyemangat kita ibu bekerja..
"Mama bekerja adalah model yang lebih baik bagi anak karena menunjukkan pada
anak, bahwa semua orang, pria dan wanita, berhak untuk memiliki karier, cinta,
individualitas dan keluarga. Anak-anak laki-laki yang ibunya bekerja
mengembangkan rasa menghargai terhadap kemandirian wanita, dan tak sekadar
hanya membayangkan akan ada seorang wanita yang selalu siap 'melayani' mereka.
Studi terbaru tentang remaja mendapati, anak-anak yang orangtuanya bekerja atau
bercerai tidak terpengaruh terhadap apakah mereka akan terjerat narkoba atau
tidak. Satu-satunya faktor yang berpengaruh adalah keterlibatan orangtua pada
kehidupan anak-anak." Dikutip dari buku When Mothers Work : Loving Our Children
Without Sacrificing Ourselves karya Joan K. Peters.
Bravo working mommy!!
-Bundanya Deyka-
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.