Esther Junita Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: "Charles Panahatan
Pasaribu\(Mexico\)" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Tulang D.Panggabean\(Papua\)" <[EMAIL PROTECTED]>,
Melanie Juliana <[EMAIL PROTECTED]>,
Ivan Lawrence Panggabean <[EMAIL PROTECTED]>,
Astrid Mutiara Hutapea <[EMAIL PROTECTED]>,
"Tulang P.Panggabean\(Bdg\)" <[EMAIL PROTECTED]>,
Sari Pasaribu Simbolon <[EMAIL PROTECTED]>,
"Donny Hutabarat\(BI\)" <[EMAIL PROTECTED]>,
Ningrum Hapsari Panggabean <[EMAIL PROTECTED]>,
"Franky Hutabarat\(LA\)" <[EMAIL PROTECTED]>,
Wanda Nauli Hutapea <[EMAIL PROTECTED]>,
Bernard Romino Panggabean <[EMAIL PROTECTED]>,
Ribka Tiny <[EMAIL PROTECTED]>, Timothy Hutapea <[EMAIL PROTECTED]>,
Batak Gaul Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>,
Timothy Hutapea <[EMAIL PROTECTED]>,
Sanita Ginting <[EMAIL PROTECTED]>,
Tiberias Church Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>,
Uda Pieter Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]>,
Yolanda Dutakarsa <[EMAIL PROTECTED]>,
"Michael Pasaribu\(Pretoria-SA\)" <[EMAIL PROTECTED]>
From: Esther Junita Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 28 Aug 2007 02:20:03 +0000 (GMT)
Subject: [tiberias] Fw: Wise illustration
----- Forwarded Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, 28 August, 2007 8:50:34 AM
Subject: Fw: Wise illustration
----- Forwarded by Ferly Sutikno/SRG/APP on 08/28/2007 08:49 AM -----
To
SRG General-Accounting/SRG/[EMAIL
PROTECTED],
Arlianti Arlianti/SRG/APP SRG TAX/SRG/[EMAIL PROTECTED], Winalyssa
08/28/2007 08:42 AM Winalyssa/SRG/[EMAIL PROTECTED], Yuliani
Roselina/SRG/[EMAIL PROTECTED], Samuil
Samuil/SRG/[EMAIL PROTECTED], Agus
Tjoa/SRG/[EMAIL PROTECTED], Leman
Arpin/SRG/[EMAIL PROTECTED], Katharina
Simarmata/SRG/[EMAIL PROTECTED], Ferly
Sutikno/SRG/[EMAIL PROTECTED],
Margareta/SRG/[EMAIL PROTECTED], Dedeh
Kurniasih/SRG/[EMAIL PROTECTED], Eny
Lee/SRG/[EMAIL PROTECTED], Thomas
Jensen/SRG/[EMAIL PROTECTED], Josi
Josi/SRG/[EMAIL PROTECTED], Agustin
Agustin/SRG/[EMAIL PROTECTED], Dian
Perdana/SRG/[EMAIL PROTECTED], Rudy
Susanto/SRG/[EMAIL PROTECTED]
cc
Subject
Fw: Wise illustration
Ilustrasi Manajemen Waktu
Suatu hari, seorang ahli 'Manajemen Waktu' berbicara
di depan sekelompok
mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak
akan dengan mudah
dilupakan oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan
toples berukuran
galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di
atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu
berukuran segenggam tangan
dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam
toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas
dan tidak ada batu
lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: "
Apakah toples ini
sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, "Benarkah?"
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil.
Lalu dia memasukkan
kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit
mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu
mendapat tempat diantara
celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah
toples ini sudah
penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun,"Mungkin
belum!", salah satu dari
siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan
sekeranjang pasir. Dia
mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir
itu dengan mudah
langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil
dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah
penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi
dia berkata,
"Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan
air ke dalam
toples,sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung
atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada
para siswanya dan
bertanya:
"Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab,
"Maksudnya, betapapun
penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat
menyisipkan jadwal
lain kedalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU
MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN
PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES
TERSEBUT.
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin
anak-anakmu, suami/istrimu,
orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu,
kesehatanmu, mimpi-mimpimu.
Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.
Ingatlah untuk selalu
meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg
pertama, atau kamu tidak akan
pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu
mendahulukan hal-hal
yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya
memenuhi hidupmu dengan
hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk
melakukan hal yang
besar dan berharga dalam hidupmu".
"Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak
tenggelam dimasa lampau"
Regards,
---------------------------------
Are you a hoarder? Then you'll love Yahoo! Mail with unlimited storage.
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.