Hai moms & dads, mau ikutan sharing ttg susu uht nih, aku pernah dapet info dari pemilik sebuah toko makanan organik di daerah jakarta barat, bahwa tidak semua susu uht aman dikonsumsi,karena sapi2 sumber susunya tersebut disuntik dengan antibiotik,sehingga susunya juga mengandung antibiotik. Dia bisa menyatakan hal tsb berdasarkan pengalamannya membuat yogurt dengan beberapa merk susu yang beredar di indo(buatan lokal) ternyata yogurt-nya ga jadi,itu pertanda mengandung antibiotik. Dia menyarankan satu merk susu asal australia yang banyak beredar di pasaran dengan merk P***,dia bukan agen susu tersebut, hanya karena mudah dicari di mana2.
Nah kalo penasaran apakah susu yang kita pakai aman tidak dari antibiotik coba aja dibuat yogurt.demikian sharing dari aku,maaf ya kalo kurang berkenan. --- In [email protected], "Prisila Sekar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > mamanya dio,, > nih ada artikel dari dr made astawan mengenai penggunaan susu uht > > Tips Penggunaan Susu UHT > 1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus > disimpan pada refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari > penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius) karena > dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein. > > 2. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri > utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya > kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba- > mikroba penbusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh > mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung. > > 3. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. > Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk > juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan > susu menjadi berflavor dan beraroma masam. > > 4. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi > susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi > dan pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. > Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu > rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental. > > 5. Untuk susu yang belum habis, kami lebih disarankan untuk tetap di > simpan > dikulkas, dikarenakan produk kami tidak menggunakan bahan pengawet > sehingga cukup rentan terhadap bakteri yang sangat cepat berkembang > biak dalam susu tersebut. > > 6. Tetapi apabila tidak memungkinkan untuk dimasukkan kedalam > kulkas, sebaiknya susu disimpan dalam keadaan tertutup (rapat) dalam > suhu normal tidak terlalu panas.dingin dan jangan terlalu lama > didiamkan diluar. > > 7. Kualitas kandungan gizi pada susu yang telah dibuka dan didiamkan > otomatis akan sedikit berbeda (berkurang) dibanding dengan kualitas > gizi pada saat susu pertamakali dibuka, dikarena sudah ada > kontaminasi dari udara luar walaupun hanya sedikit. Proses bakteri > merusak susu tidak terjadi begitu saja melalui proses terlebih > dahulu (ada penguraian) hal ini terjadi dalam hitungan jam sampai > akhirnya susu tersebut basi (rasanya jadi asam/pahit, teksturnya > menggumpal, ataupun pecah). > > 8. Apabila memang harus disimpan dalam suhu ruang sebaiknya tidak > melebihi dari beberapa jam, kurang lebih 5-7 jam, dan itu pun > tergantung dari kondisi lingkungan atau ruangan itu sendiri dan susu > sebaiknya dalam keadaan tertutup. > > 9. Tapi jika ingin lebih memastikan dapat mencicipinya terlebih > dahulu dan melihat teksturnya apabila tidak lagi sama dengan > kualitas susu yang biasa Ibu minum sebaiknya jangan dikonsumsi lagi > > 10. Tetapi dikarenakan susu disimpan dalam kulkas sehingga > pertumbuhan bakteri dapat terhambat untuk sementara, maka > kemungkinan susu akan rusak yaitu selama kurang lebih 3-5 hari, > tergantung kondisi penyimpanan yang harus dingin (4C) dan kondisi > kulkas yang harus baik dan juga tidak terlalu banyak makanan ataupun > buah-buahan didalamnya, karena dikhawatirkan aroma dari makanan dan > buah-buahan tersebut juga bisa merusak kualitas rasa/aroma dari susu > tersebut > > > Prisila >

