Dear Felishia, saya ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa anda. 
Mudah-mudahan pelaku mendapat balasan yang setimpal. Percayalah, bahwa segala 
kejahatan akan mendapat hukumannya. Kalaupun nggak di dunia ya di akhirat 
nanti. 
  Tindakan hukum yang sudah anda ambil sudah benar, tapi.... akan lebih 
mendukung lagi kalau pada anda mepublikasikan kejadian ini melalui pers. Yang 
saya pernah dengar nih... segala perkara yang diusut kepolisian bisa menguap 
dengan mudahnya, tapi akan susah bila sudah tercium oleh pers. Apalagi kalau 
menyangkut "penggede" yang punyak otak dan hati nurani yang sangat dangkal!
  Anyway... doa aja deh, keadilan pasti akan datang.

Meilya Sandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                From: 
Sent: Monday, August 20, 2007 12:48 PM
To: Subject: Mobilku ditabrak, Aku dan adikku dianiaya

Berhati-hatilah bila melihat mobil Ford Everest biru, dengan nomer polisi B 
2708 CF. Ciri lainnya terdapat plakat DPR-MPR RI didekat nomor polisi bagian 
depannya. Pengemudinya berkulit hitam, berbadan tegap, berusia sekitar 30an , 
berambut cepak agak plontos.

Adapun kronologis kejadian menurut adikku yang korban dan saksi setempat, Pada 
tanggal 18-08-07, sekitar jam 10.45 terjadi serempetan antara mobil Ford dan 
mobil Avanza yang dikendarai oleh adik saya di kompleks perumahan Taman 
Permata, Karawaci. Akibat dari kejadian itu, bemper kanan belakang (tepatnya 
diatas roda belakang sebelah kanan) mobilku copot.

Setelah tabrakan itu, pengemudi mobil ford biru itu turun dari mobil, langsung 
lari menghampiri mobil adik saya yang saat itu baru memberhentikan mobilnya. 
Pengemudi mobil ford itu langsung turun melayangkan tinjunya berkali-kali ke 
arah wajah adik saya. Setelah itu, dia langsung membuka pintu mobilku, mencabut 
kunci yang masih melekat pada kontaknya, mengambil dompet adik saya yang 
tergeletak di kursi penumpang sebelah kanan, dan pergi meninggalkan adik saya 
yang masih belumuran darah dan mobilnya di TKP begitu saja.

Dengan dibantu oleh tukang ojek dan satpam, adik saya diantar pulang kerumah. 
Pada saat itu saya yang  sedang berada dirumah sendirian sangat panik melihat 
keadaannya yang babak belur dan berlumuran darah diseluruh mukanya. Saat itu, 
saya ingin segera mengantarkan adik saya ke rumah sakit untuk segera 
mendapatkan pertolongan pertama, saya baru teringat akan kunci mobil dan stnk 
yang masih ditahan oleh `jagoan bermobil biru itu'.

Indetitas `jagoan' itu yang akhirnya diketahui bernama Ilham dari petugas 
keamanan setempat, sehigga saya, dengan diantar oleh 2 orang satpam itu ke 
rumahnya utk mengambil kembali kunci mobil guna mengantarkan adik saya ke rumah 
sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.

Apa yang terjadi kemudian, benar sangatlah diluar dugaan, Jagoan tersebut sudah 
menunggu kami didepan rumahnya dengan berkacak pinggang. 

Saat itu, saya yang masih kebingungan segera menanyakan kunci mobil dan dompet 
yang berisikan STNK, itu akan tetapi langsung dibentak oleh JAGOAN itu, supaya 
saya jangan menanyakan kunci dan STNK mobil itu, atau saya juga akan dipukul 
seperti adik saya.

Sebagai seorang wanita, saya tetap bersikeras untuk meminta kembali kunci 
mobilnya, guna mengantarkan adik saya untuk mendapatkan pertolongan segera, 
karna darah semakin banyak mengucur dari luka adik saya. Bukan kunci mobil yang 
saya terima, akan tetapi tamparan dan tinju berkali-kali diarahkan JAGOAN itu 
ke muka saya, untung saja, ada 2 orang petugas satpam yang sangat sigap 
melindungi saya dari serangan brutal JAGOAN itu, sehingga hanya mata kanan saya 
yang memar dan pendarahan pada bola mata saya. Tidak puas karna saya berhasil 
diselamatkan oleh petugas satpam tersebut, JAGOAN tersebut mengancam akan 
MENGHABISI saya dan adik saya. ` Awas kamu, Saya TEMBAK kamu, saya matikan kamu 
berdua'.

Melihat keadaan yang sangat tidak menguntungkan buat saya dan adik saya, 
petugas satpam tersebut segera mengungsikan kami kakak beradik berdua. Kunci 
mobilku masih enggan dikembalikan, akan tetapi setelah
berulangkali petugas keamanan menasehati bahwa dia tidak punya hak menahan 
kunci mobil, dompet berserta STNK kami, baru dia mengembalikannya kepada pak 
satpam. Saat ini, kasus ini sudah saya laporkan ke kantor polisi setempat, 
untuk pengusutan selanjutnya, dengan nomor laporan polisi 
683/K/VIII/2007/SEK.CURUG.

Setau saya pernah dilakukan pemeriksaan dan penertiban terhadap mobil berplakat 
indetitas DPR MPR RI, bagaimana dengan JAGOAN ini???)

Apakah memang benar dia adalah anggota DPR MPR RI dengan plakat identitas yang 
melekat di mobilnya???? 
Apakah benar seseorang dapat seenaknya saja memukul orang????
Benarkah seorang pria dewasa menganiaya seorang wanita yang sedang panik 
melihat darahnya mengucur semikian deras dari luka adiknya???
Bisakah seenaknya seseorang menghabisi nyawa orang lain???
Apakah fungsi senjata itu??? Jikalau memang dia punya?? Apakah benar 
kegunaannya untuk mengancam dan menembak orang lain????

Masih adakah jaminan keselamatan dan perlindungan hukum di Negara Indonesia 
ini, disisi lain kita punya kewajiban untuk membayar pajak ke Negara???

Tolong disebarluaskan email ini, supaya cukup kami saja yang mengalami hal 
seperti ini, jangan ada lagi kasus kedua dan ketiga yang mengalami nasib 
seperti kami. Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman sekalian, semoga 
keadilan dapat benar-benar ditegakan di bumi Indonesia ini, sehingga tidak ada 
yang namanya main hakim sendiri.

Kejadian ini ada benar adanya...,rekan-rekan sekalian dapat mengeceknya 
langsung ke kantor polsek curug dengan nomor laporan yang sudah saya sebutkan 
didepan, atau dapat menghubungi email saya [EMAIL PROTECTED] 
<mailto:felyshia%40hotmail.com> com

Terima kasih,

[EMAIL PROTECTED] <mailto:Felyshia%40hotmail.com> com




  

         

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

Kirim email ke