Dear all,
   
  Aku dan Alyssa baru baca buku seri Blue Kangaroo karya Emma Chichester Clark 
yang terbaru, What Shall We Do, Blue Kangaroo?  Ini buku ke 3 sesudah I love 
you, Blue Kangaroo dan I’ll Show you, Blue Kangaroo.  Di bawah ini reviewnya.
   
  What Shall We Do, Blue Kangaroo?
  (Apa yang Sebaiknya Kita Lakukan, Kangguru Biru?)
  Penulis : Emma Chichester Clark
  Penerbit : Andersen Press, Great Britain
  Diterbitkan di Indonesia oleh : Wortel Books.
  Ukuran : 22 x 28 cm
  Bahasa : Bilingual
  Jumlah halaman : 32 halaman
  Harga : Rp 27,000,-
   
  Lily ingin mengerjakan beberapa hal, tetapi kebetulan mama, bibi dan pamannya 
sedang sibuk dan tidak bisa menemaninya melakukan hal-hal tersebut.  Maka Lily 
bertanya pada Blue Kangaroo kesayangannya, apa yang sebaiknya mereka lakukan. 
Lily kemudian mencoba melakukan segala sesuatu secara mandiri, termasuk 
menyelamatkan teman-teman bonekanya yang lain dari hujan.  Tapi sebuah boneka 
ternyata tertinggal dan Lily tidak menyadarinya.  Tapi Blue Kangaroo tahu.  
Maka tibalah giliran Blue Kangaroo untuk bertanya pada dirinya sendiri apa yang 
sebaiknya dilakukannya.  Apa yang dilakukannya?  Jawabnya ada di dalam buku 
ini.  A sweet story, sweetly illustrated just like the previous two books in 
this series.  A story to remind you to always listen to your heart because it 
will always tell you to do the right thing.
   
  Unlovable
  (Tak Pantas Disayang)
  Penulis : Dan Yaccarino
  Penerbit : Henry Hold and Co., USA
  Diterbitkan di Indonesia oleh : Wortel Books.
  Ukuran : 21 x 23 cm
  Bahasa : Bilingual
  Jumlah halaman : 32 halaman
  Harga : Rp 21,000
   
  Alfred hanyalah seekor anjing kecil yang biasa.  Ia bukan anjing herder yang 
besar, bukan juga anjing pudel yang cantik.  Alfred merasa dirinya tidak pantas 
disayang.  Bahkan si kucing, si burung dan si ikan mas pun sering mencemoh 
dirinya.  Suatu hari, Alfred mendengar suara seekor anjing dari balik pagar 
yang tinggi.  Anjing itu baru datang dari daerah lain dan mereka pun jadi 
sering bercakap-cakap.  Sewaktu anjing itu mengajak bertemu, Alfred ragu-ragu.  
Alfred takut sesudah melihat bahwa dirinya janya anjing kecil biasa, anjing itu 
tidak akan mau berteman dengannya lagi.  Siapakah anjing itu sebenarnya?  
Bagaimana kejadiannya sewaktu mereka akhirnya bertemu?  Baca saja di buku ini.  
This is also another sweet story from Wortelbooks.  It reminds us that a true 
friend will look beyond our outer appearance and will love us the way we are.
   
  Untuk lihat covernya, lihat di sini yaa:
  www.wortelbooks.com
  dan di sana juga bisa join mailing list mereka, jadi dikabarin kalo ada buku 
baru.
   
  Happy Reading .
  Arleen Amidjaja
   

       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

Kirim email ke