Alkisah, para anggota tubuh sedang berdiskusi untuk membicarakan tentang aktivitas yang mereka lakukan. Entah bagaimana mulainya, diskusi berkembang menjadi pembicaraan tentang siapa yang paling penting diantara mereka. "Akulah yang paling penting," kata mata. "Dengan menggunakan aku, manusia dapat melihat dunia dan memperhatikan segala sesuatu."
"Sebentar, mata." sergah otak. "Kamu tidak bisa menyatakan sebagai organ yang paling penting bagi manusia. Apa-apa yang kamu lihat itu semua dicerna melalui aku, otak. Melalui aku, manusia berfikir, melalui aku, karya-karya manusia dihasilkan." "Kalau aku berhenti bekerja, kamu otak tidak bisa bekerja," jantung menyela. "Jadi, akulah yang paling penting karena tanpa aku manusia tidak dapat bekerja." "Lalu, apakah aku tidak penting bagi manusia?" tiba-tiba ada suara pelan dari belakang. Semua anggota badan menengok. Dan ketika melihat siapa yang berbicara, semua organ tertawa terbahak-bahak. Ternyata dubur yang memberikan pertanyaan. Merasa malu karena dihina dan dipermalukan, keesokan harinya dubur mulai melakukan mogok total. Dia tidak mau bekerja sehingga manusia tidak dapat melakukan buang air besar, bahkan buang angin sekalipun. Tak berapa lama, kepala manusia menjadi pusing, mata berkunang-kunang, otak sama sekali tidak dapat digunakan untuk berfikir, dan jantung pun berdebar-debar. Praktis, manusia menjadi sakit dan tidak dapat berbuat apa-apa akibat pemogokan dubur. Refleksi harian, Sumber: http://www.sumardiono.com

