waduh aku turut prihatin yah dengan kejadian yang kamu
alami...
hal serupa juga sering aku alami di resto lain ga
hanya di solaria...aku pernah makan di hoka hoka bento
juga ada kecoanya yang kecil, hal serupa juga di alami
temenku makan disana tempuranya ada kecoa kecil...

aku juga pernah makan kwetiaw pas mau habis tuh
kwetiau eh ada ulet nya jalan2...mending kalo dikasih
tau orgnya minta maaf ato gm yah eh malah di jawab
kalo hal itu mah udah biasa...gm coba apa ga keki
kitanya?

kalo di luar negri mungkin kita bisa kaya yah kalo
nemuin kecoa di makanan trus nuntut pengadilan kalo di
indo mah ga mungkinnn kaleeeeee malah kita yang
disalahin hahahahhahahahahhahhaha.....
itu lah indonesia gimana mau maju kalo ga ada
kesadaran dari masing2 org yah....



--- Fransisca Santoso <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Note: forwarded message attached.
> 
> Untuk dapat diperhatikan apabila makan di Resto ini.
> 
> Rgds,
> Sisca
> 
> 
>        
>
____________________________________________________________________________________
> Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet
> in your pocket: mail, news, photos & more. 
> http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC> Date: Sun,
30 Sep 2007 02:59:13 -0700 (PDT)
> From: Hartmann Glorius Elan Kristantono
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: FYI about Solaria
> To: Avanti <[EMAIL PROTECTED]>,
>   Beny Sastra Wijaya <[EMAIL PROTECTED]>,
>   Budi Satriyo <[EMAIL PROTECTED]>,
>   evi novianty gultom <[EMAIL PROTECTED]>,
>   Fransisca Santoso <[EMAIL PROTECTED]>,
>   "Fx. Harri Anggoro" <[EMAIL PROTECTED]>, Hari
> Gunawan <[EMAIL PROTECTED]>,
>   nastangin palace <[EMAIL PROTECTED]>,
>   Nindra Winarsih <[EMAIL PROTECTED]>,
>   Riva Yanuar <[EMAIL PROTECTED]>,
>   suryanto hadinoto <[EMAIL PROTECTED]>, Thessa MGR
> <[EMAIL PROTECTED]>,
>   Winarno chief <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> fYI dari milis sebelah … 
> On 9/24/07, Andreas 
> Setiarama < andreassetiarama@ 
> gmail.com> wrote: 
> Dear All,
> Telah beberapa bulan saya menjadi 
> member di milis ini dan mohon maaf jika 
> selama ini saya hanya menjadi member 
> pasif. Perkenankanlah pada kesempatan 
> ini saya menyampaikan uneg-uneg atas 
> apa yang baru saja saya alami ketika 
> makan di restoran SOLARIA. 
> Sesuai 
> dengan pernyataan lisan yang saya berikan kepada
> pihak SOLARIA dalam 
> hal ini 
> saya sampaikan kepada sdri. Ema (Kasir) jika dalam
> waktu 2 
> hari/sampai 
> dengan hari Senin tanggal 24 September 2007 pihak
> manajemen 
> SOLARIA tidak 
> juga menghubungi saya perihal keluhan/kekecewaan
> yang saya 
> alami, saya akan 
> mempublikasikannya kepada khalayak ramai melalui
> media 
> masa. 
> Pada hari 
> Sabtu tanggal 22 September 2007, Saya bersama 2
> orang teman saya 
> memutuskan 
> utk makan malam di restoran "SOLARIA" yang bertempat
> di gedung 
> OIL CENTER, 
> Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (depan EX).
> Berhubung saya tidak 
> terlalu 
> lapar, saya memilih "Mie Ayam Bakso" dan "Es Teh
> Manis" dari menu 
> yang 
> ditawarkan sementara kedua teman saya memilih menu
> yang berbeda. 
> Sekitar 10 
> menit kami harus menunggu sampai akhirnya semua
> makanan yang kami 
> pesan 
> tersedia di hadapan kami. Pada waktu itu suasana
> disana cukup ramai 
> karena 
> bertepatan dgn waktu berbuka puasa sampai saya harus
> menunggu cukup 
> lama 
> hanya untuk sekedar meminta tambahan kuah karena mie
> ayam yang saya 
> makan 
> terasa agak asin. Setelah kuah tambahan datang, saya
> menuangkannya 
> kedalam 
> mangkuk mie ayam sambil mengaduk-aduk mie dan
> pernak-perniknya yang 
> sudah 
> tinggal separuh, dengan terkaget-kaget dan hampir
> tidak percaya dengan 
> apa 
> yang saya lihat, saya menemukan sosok serangga
> berwarna coklat yang saya 
> 
> yakini sebagai "kecoa". Temuan saya ini saya
> konfirmasikan kepada kedua 
> 
> teman saya untuk meyakinkannya dan kontan kedua
> teman saya berhenti 
> 
> menyantap makanannya masing-masing. Temuan saya ini
> akhirnya saya 
> 
> beritahukan ke salah seorang pelayan dengan
> perntanyaan basa-basi : "Apa ini 
> 
> mbak?" Pelayan tersebut langsung mengambl mangkuk
> mie ayam tersebut dan 
> 
> menyatakan permohonan maaf dan menawarkan akan
> mengganti yang baru sambil 
> 
> pergi kembali masuk ke dapur. Saya dan teman-teman
> saya hanya bisa tertegun. 
> 
> Pasalnya bukan permintaan maaf dan penggantian
> makanan yang saya butuhkan 
> 
> saat itu tapi klarifikasi dari pihak manajemen
> SOLARIA perihal mengapa hal 
> 
> ini sampai terjadi. 
> Kembali saya memanggil pelayan-pelayan disana dan 
> meminta apakah saya bisa 
> bertemu dgn supervisor atau " duty manager " yang 
> ada. Saya berusaha untuk 
> sesopan mungkin memintanya karena saya tidak mau 
> menggangu pelanggan yang 
> lain yang sedang berbuka puasa namun nampaknya 
> permintaan saya ini tidak 
> diperhatikan dgn serius atau malah saya menduga 
> segaja ditutup-tutupi. 
> Seorang pelayan bernama Susi mengatakan bahwa hari 
> itu tidak ada 
> siapa-siapa, tidak ada supervisor ataupun duty
> manager. Saya 
> memintanya 
> untuk menghubungi via telefon. Sekali lagi dikatakan
> bahwa pihak 
> manajemen 
> SOLARIA tidak dapat dihubungi. Semakin kesal
> akhirnya saya meminta 
> nomer 
> handphone yang bisa saya hubungi untuk menyampaikan
> keluhan saya ini. 
> Sebuah 
> nomer handphone diberikan atas nama ibu Iroh. Terus
> terang tidak 
> jelas apa 
> jabatan ibu Iroh ini. Teman saya membantu saya
> menghubungi nomer 
> tersebut 
> dan menyampaikan keluhan saya namun ketika diminta
> utk datang ke 
> lokasi, ibu 
> Iroh ini tidak bersedia. 
> Saya sangat menyayangkan restoran 
> sekelas SOLARIA ini tidak melengkapi 
> bisnisnya dengan layanan online service 
> untuk pengaduan pelanggan. Karena 
> sudah tidak sabar menunggu akhirnya kami 
> bertiga memutuskan untuk 
> meninggalkan tempat itu dan meninggalkan 
> pesan-pesan kepada Sdri. Ema 
> (kasir). Saya menuliskan nama lengkap saya 
> beserta nomer handphone saya dan 
> memintanya untuk menyampaikannya kepada 
> pihak manajemen SOLARIA untuk 
> menghubungi saya. Saya tidak meminta uang saya 
> kembali karena saya 
> menganggap masalah ini belum selesai. Saya
> mengatakan 
> jika dalam waktu dua 
> hari (sampai dengan hari Senin, 24 September 2007) 
> pihak manajemen SOLARIA 
> tidak juga memberikan tanggapan/klarifika si atas 
> keluhan saya, saya akan 
> mempublikasikan pengalaman saya ini ke media 
> masa.
> Mulai saat itu saya meragukan higienitas 
> dari makanan-makanan yang disajikan 
> SOLARIA. Saya hanya bisa berharap 
> kejadian yang menimpa saya ini tidak 
> terjadi lagi kepada pelanggan-pelanggan 
> SOLARIA yang lain dan semoga SOLARIA 
> bisa lebih "jantan" dalam menjalankan 
> bisnisnya. 
> Salam, 
> Andreas Setiarama 
> andreassetiarama@ 
> gmail.com
> 
> 
> 
> 
>      
>
________________________________________________________
> 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di
> di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini
> juga di http://id.answers.yahoo.com/



       
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC

Kirim email ke