Mom.. ada info nggak biayanya berapa untuk I-Maths ? Kayaknya anakku cocok dengan metode ini, saat ini anakku umur 3 tahun lebih 4 bulan dan dia aktif sehingga daya konsetrasinya kurang, mungkin bisa membantu kalau aku masukkan kesini, dan apakah ada trial nya?
Regards, Camelia ----- Original Message ---- From: - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, December 5, 2007 12:38:49 PM Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih? Ikut nimbrung, ya..... Menurut saya antara kumon dan sempoa sama saja. Hanya menekankan pada kecepatan berhitung tanpa mengembangkan aspek logika. Dan saat anak disodorkan soal cerita, mrk akan kesulitan. Pengalamanku, saat anak berusia 3 thn, aku masukkan ke I-maths. Kursus ini menerapkan sistim bermain sambil belajar. Selama les, mrk banyak menggambar yg berkaitan dengan berhitung. Tanpa disadari anak2 mulai belajar penambahan dan pengurangan dasar. Awalnya, saya sempat bingung mengikuti metodenya. Apakah tujuan mengenalkan angkanya bisa tercapai? Tapi saya tidak memperdulikannya, karena tujuan saya hanya ingin memberi kegiatan " bermain yg berbobot", bukan utk menjadikan anak saya juara kelas nantinya. Nah......setelah anak saya masuk TK A, saya melihat anak saya menulis soal2 matematika sendiri (tanpa saya suruh), penambahan dan pengurangan dasar.....lalu menjawabnya sendiri. Trus saya coba mencari soal2 matematika utk kelas TK, ternyata.......soal2 matematika yg anak saya kerjakan adalah utk kelas 1 SD. Saya sangat terkejut. Apalagi tidak terlihat ada beban pada anak saya. Kemudian saat anak saya sudah bisa baca (TK B) saya coba memberi soal2 cerita. Kembali saya terkejut. Ternyata anak saya mampu mengerjakan soal2 cerita utk kelas 1 SD. Padahal banyak ortu (kawan2 saya) mengeluh anak2nya bisa membaca lancar tapi tidak mengerti apa isi bacaan itu. Yg membuat saya kagum, bahwa dengan metode I-Maths (bermain sambil belajar matematika) daya logika anak saya sangat terasah. Dan anak2 saya bisa sangat "akrab" dengan angka, dan tidak trauma jika melihat soal2 matematika. Regards, YUSRI Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: Ella Zuyuna <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 4 Dec 2007 20:36:05 To:[email protected] Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih? Sebenarnya saya biimbang banget untuk perihal kumon dan sempoa.Mumpung anak saya masih 19 bln nich,saya akan cari mana yang terbaik.Kalo nurut saya bagus juga sistem kumon ataupun sempoa karena untuk melatih kecepatan berhitung anak kita.Tapi disini yang lain seorang anak harus butuh juga cara menyelesaikan masalah dengan penalaran juga.Tidak asal cepat begitu...trus yang perlu diperjelas perlu tidak yang kursus Kumon dan sempoa tersebut... Hilda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: setuju sekali. kalo anak saya dulunya les sempoa hampir 2th waktu dia TKB-1SD. Berhenti krn dia jenuh, dan saya lihat dia juga asal hitung cepat aja, gak benar2 paham dgn konsep soal yg diberikan, jadi saya pikir gak ada gunanya kalo begitu.. percuma hitung cepat doang tapi gak paham konsepnya.. sekarang saya ambil kesimpulan kumon dgn sempoa mah sami mawon.. ----- Original Message ----- From: decy laura <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: parentsguide@ <mailto:[email protected]> yahoogroups.com Sent: Wednesday, December 05, 2007 10:12 AM Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih? Dear Mom, Aku ikut sharing ya... Anakku ikut les kumon sejak kelas 1. Sudah berjalan 2 thn sekarang sudah di level E. Masalah muncul dikelas 3 ini, karena setelah aku teliti lagi, ternyata anakku hanya mengandalkan kecepatan menghitung, tanpa memperhatikan penalaran dan konsepnya. Begitu masuk ke soal cerita, berantakanlah hasilnya,. Karena semua angka dijumlah atau dikurangkan tanpa membaca perintahnya. Setelah aku konsultasikan dengan guru sekolahnya, beliau menyarankan untuk di stop dulu, supaya anak lebih menguasai konsep soal, nanti dilanjutkan jika sudah duduk dikelas 4.Setelah aku fikir2 lagi benar juga ya, jika hanya melatih kecepatan berhitung, toh nanti anak2 bisa menggunakan kalkulator ?? Sekarang kegiatan kumonnya aku pending dulu, dalam beberapa bulan ini aku lihat dia sudah mulai berusaha untuk mengerti maksud soal2 yang diberikan guru sekolahnya. Moga2 masukan ini berguna untuk orangtua lain. Tks, Ecy --- Ella Zuyuna <ella_zuyuna@ <mailto:ella_zuyuna%40yahoo.com> yahoo.com> wrote: > Yang mumpung ngebahas soal kumon nich ada beberapa > yang ingin saya tanyakan> > 1.Seberapa jauhkan penting kumon tersebut untuk > jenjang selanjutnya...soalnya hafalan ya... > 2.Apa bedanya dengan sempoa... > > Mohon penjelasannya > Ella > > Putu Prapti Utami <[EMAIL PROTECTED] <mailto:prapti%40cbn.net.id> id> wrote: > duh mbak, aku kayanya mabok banget , > anak 3, yang paling gede kelas 3 banyak PR dan > ulangan, eh trus ditambah PR-PR Kumon juga, yg nomor > 2 juga gitu, kelas 1 SD, belum mesti prepare PR dan > belajar rutin pelajaran sekolah eh, ditambah PR > Kumonnya juga...waktu masih level rendah sih enak > yah mereka masih mau kerjakan sendiri, nah begitu > masuk ke level C mulai deh ngadat, nangis2 bilang > susah nggak mau kerjain PR, sementara aku sampai di > rumah sudah malam.... > > Anakku tsb ikutan Kumon dari Sept 2005, kakaknya > yg sekarang kelas 3 ikut dari kelas 1 SD, memang sih > hasilnya di kelas 1 dan 2 nilainya bagus2 di math, > cuma waktu masuk ke level D ini ngadat banget dan > aku jg nggak punya waktu buat temenin bikin PR, nah > aku sampai bingung kok jadi orangtuanya yg lebih > berperan ya di kumon ini, sementara gurunya hanya > menerangkan sekedarnya (ini menurut anggapanku), > karena dari tahun 2005 yg aku lihat ya soal2nya sih > mudah2 hanya berulang2 penjumlahan dari 1-10, > dst...cuma memang peran ortu untuk memeriksa PRnya > sangat dibutuhkan...cuma berhubung saat ini ada bayi > pula dan aku pulang sampai di rumah jam 19, jadi > waktu tsb lebih aku prioritaskan untuk mendampingi > anak mengerjakan PR-PR sekolah dan ulangan2nya...nah > PR Kumon dah nggak kepegang, sementara anakku dah > jenuh banget....aku nggak mau juga mereka merasa > mengerjakan sesuatu dengan tidak fun lagi...spt dulu > waktu masih level rendah dia fun dan semangat > mengerjakan PR Kumonnya, nah > anakku yg kelas 1 SD masih fun dan memang belum > masuk ke level rumit. Cuma aku mesti siapkan diri > kalo dah masuk ke level yg susah pasti si adik > ngadat juga.... > > Aku dah konsultasikan ke guru Kumonnya, kok > anak2ku ngadat cuma mrk malahan minta kita ortunya > yg support, tp gimana mau support wong anaknya > ngadat pasti karena jenuh dan nggak nyaman sama > sistemnya (mungkin)....aku jd berpikiran, wah gimana > sih sebetulnya sistem pengajaran Kumon tsb di dalam > kelas, karena aku lihat kan masuk kelas juga > rame2-an dan nggak kelihatan bimbingan gurunya, jadi > memang aku ndak tahu banget cara ngajar gurunya > seperti apa.... > > So, karena anakku ngadat aku ingin cari banyak2 > info atas baiknya Kumon ini, dan kalo memang ketemu > lebih banyak bagusnya, tentu aku akan push anakku > untuk lanjutkan (saat ini lagi cuti)....tp kalo > ternyata ndak terlalu banyak gunanya, ya sudah deh > aku ndak akan memaksakan anakku untuk melakukan > sesuatu yang bisa membuat dia tertekan. Tokh memang > targetku tidak menciptakan anak jenius di > matematika.... > > Anyway, makasih masukkannya mb Lusi, selagi anak > masih fun dan semangat aku rasa memang Kumon bagus, > cuma kalo dah masuk ke fase ngadat, aku mulai > berpikiran banting stir aja karena ndak cocok > mungkin sistemnya ke anak-ku. > > Salam > PPU > > ----- Original Message ----- > From: lusi > To: parentsguide@ <mailto:parentsguide%40yahoogroups.com> yahoogroups.com > Sent: Tuesday, December 04, 2007 3:26 PM > Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak > sih? > > > Halo moms, > > Hmm, kumon ya? Anak saya sejak dari KB (kelompok > bermain) sudah saya ikut sertakan kumon. Hasilnya? > Sangat lumayan!! Walapun anak saya mengikuti kumon > dari level paling rendah, tapi bagi saya, itu justru > sangat membantu dia utk mengenal angka2. > > Kebetulan saya juga bekerja, sehingga waktu utk > anak saya juga terbilang sangat sedikit. Tapi di > sedikit waktu itulah justru saya berusaha utk > menemani anak saya mengerjakan PR. Baik itu kumon > maupun PR di sekolahnya. Biarpun masih TK, tapi PR > anak saya juga tetap ada lho.. > > Memang, jujur, agak sedikit membosankan kumon2 > itu, tapi kalau anak mba sedang jenuh, boleh kan > cuti dulu, kalau ga salah maksimal 2 bulan. Kemudian > dilanjut aja lagi. Karena memang konsep belajar > mereka cukup bagus. Kalaupun ga mau hadir di kelas, > minta saja PR-nya ke gurunya, yg kemudian bisa > dikerjakan di rumah. Tapi alangkah baiknya moms > sekalian bisa membujuk sang buah hati kita utk tetap > mengikuti kumon. Mungkin sedikit memakai rayuan... > :) Saya juga mengalami anak saya bosan dgn PR > kumonnya, tapi saya coba dengan bujukan, seperti > misalnya, kalau PR-nya udh dikerjakan, nanti mama > belikan es krim waktu mama pulang kantor, atau nanti > mama ajak makan McDonals.. Sesuai selera anak kita > aja.. Kadang saya berjanji akan membacakan dia buku > cerita sebelum tidur, kalau PRnya sudah dikerjakan.. > Banyak lagi deh.. > > Saya sendiri mengikuti jejak langkah kakak saya, > dimana anaknya juga mengikuti kumon sejak TK, dan > terbukti, keponakan saya bisa berhitung cepat di > luar kepala, dgn benar!! Tanpa menggunakan > kalkulator yg biasa kita lakukan malahan... Kadang > saya jadi malu dgn ponakan saya, ketika saya memberi > soal, saya hrs mengecek jawabannya dgn kalkulator, > padahal dia bisa menjawab dgn benar & cepat melalui > otaknya!! Hehehe... > > Itu share saya, tapi mungkin kita sebagai orang > tua juga tidak memaksakan kehendak kita kepada buah > hati kita.. > > Salam, > > MOM VITA > > > > > > > > --------------------------------- > Get easy, one-click access to your favorites. Make > Yahoo! your homepage. __________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools. <http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping> search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping ---------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs> =================================================================== Terbit tanggal 27 majalah PARENTS GUIDE edisi DESEMBER 2007. "10 RAHASIA DI BALIK PERKEMBANGAN OTAK ANAK" Tidak ada orang tua yang tidak bangga melihat buah hatinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Tidak heran bila perkembangan otak anak pun menjadi fokus penting bagi mereka yang memiliki buah hati dalam masa golden age. Temukan 10 Rahasianya di Parents Guide edisi ini. Simak juga bahasan menarik lain : - Jangan bedong aku! - Kecil-kecil sudah Punya Emosi - Dukungan 'Kado Ajaib' buat Ibu Menyusui - Horee, Gigiku Sudah Lengkap! Ikuti Talkshow PG Club: - Perencanaan Keuangan Keluarga 2008 (8 Desember 2008) bersama Aidil Akbar Madjid, RFC (Penulis buku best seller: Rich Game dan Chairman IRFC) - Huggies Fun House Talkshow: "Kulit Sehat Bayi Optimalkan Stimulasi Sentuhan Ibu". Ikuti juga praktek Brain Gym dengan Bayi Anda. Pembicara dr Sudjatmiko, Sp.A(K), M.Si (dokter spesialis anak) dan moderator: Irfan Hakim tanggal (16 Desember 2007 pukul 14.00-17.00). Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi DESEMBER di agen majalah dan toko buku terkemuka di kota Anda. Reservasi tiket dan informasi langganan hubungi hotlinePG di (021) 7040 8785 =================================================================== Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785 atau email: [EMAIL PROTECTED] Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide.co.id/smf/ ==================================================================== Yahoo! Groups Links ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs

