Mba.. kalau liat dari seragamnya dari yayasan bunda lucia di bekasi selatan deh...
aku juga punya masalah dengan BS yang baru aku ambil 2 minggu lalu di yayasan tsb, amat sangat menjengkelkan, awal pengambilan tahun lalu saya kesana Bunda Lusi nya begitu menghargai pengguna jasa BS dan kelihatan sangat ketat dengan BS nya... tapi ternyata mengecewakan... saya minta BS pengganti thn lalu yang mendadak pulang dan dijanjikan setelah lembaran kemarin ternyata saya harus bayar administrasi lagi 1/2 nya, saya pikir ya sudahlah yg penting saya dapat BS pengganti, dan saya minta BS yang pemula tapi lulusan SMA. dikirimlah Sdr. Ariyatun. tetapi belum ada 24 jam sudah meraung2 dirumah saya minta pulang.. saya marah dan ga kasih ijin pulang.. tp setelah saya tahan 3 hari ampun2 deh bingung mau bilang apa yah.. bodoh atau tolol ga ngerti deh... yang jelas sampai PRT dirumah aja sampe mempertanyakan ini anak lulusan SMA atau SD yah.. kok ga nyambung kalo di ajak ngomong.. contohnya takaran susu anak saya yang umur 3,5 th, dari awal dateng udah saya kasih tau takaran dan jam minumnya.. hari pertama aja bikinnya udah salah, saya tegur, untuk mengikuti instruksi yang saya ajarkan... besoknya salah lagi... sampai terakhir dia pulang itu masih salah aja nakar airnya.. trus suka teriak2 di depan anak saya, (sudah ditegur juga sama BS anak saya yang ke 2 dan PRT saya) tapi kok kayanya spt orang gila yah... kaya orang stress gitu deh.. BS anak saya yang ke 2 itu jadi pusing krn sering liat si ariyatun ini meraung2 sendiri dan teriak2 dirumah saya minta pulang... dari pada yang lain ikut ga betah saya telp ke Ibu Lusi mengatakan kejadian tsb. tp jwbn dari Ibu Lusi, " ga mungkin bu... anak ini lulusan SMA, masa kelakuannya spt itu... kalo ibu memang yang ga mau silahkan dipulangkan tetapi saya tidak punya stok pengganti.. cuma ada PRT bekas TKW malaysia (padahal 3 hari lalu saya tanya orang yang nganter si ariyatun tsb kalo di yysn ada sekitar 30 orang baru dari kampung yang daftar jadi BS), si Ibu Lusi promosi kalo si PRT ex tkw malaysia ini pengalaman nanganin anak 4 orang dan pekerjaan rumah tangga, saya ga mau krn memang saya perlu BS, tapi si ibu lusi ngotot minta dicoba dulu dari pada ga ada.. dikirimlah kerumah saya si PRT tsb, semula saya ragu pas liat tampangnya, dan langsung telp ke ibu lusinya sebelum si pengantarnya balik "saya ga yakin si PRT ini bisa ngasuh anak saya dari tampangnya aja udah menakutkan" tp kata si ibu lusinya lagi " ibu jangan liat dari luarnya dong... ibu jangan sembarangan dia itu pengalaman dari malaysia, ga usah diragukan coba aja interview dulu.... krn saya udah cape ya sudahlah saya pasrah dan malam itu juga saya interview langsung di dpn yang nganter...mmg kata si PRT tsb di malaysia dia nanganin anak 4 sekaligus pekerjaan rumah tangga (saya pikir hebat dong) tp baru sehari dirumah saya juga udah nangis2 katanya diusir anak saya (anak saya ga mau disentuh) setelah saya liat caranya mendekati anak, saya dan suami ga heran, ya iyalah anak saya ga mau sama dia, orangnya kasar gitu.. spt ga ada rasa keibuan sama sekali (padahal anaknya udah 3) tampangnya juga jutek... kesal juga sih sama si empunya yayasan, makanya dari pada bermasalah dirumah mending aku kasih sepupu yang lagi butuh PRT dan saya ga info ke yysn sama sekali, krn kalo PRT kan ga ada surat perjanjian ini itu.. ----- Original Message ----- From: Erika Dyah Ayu Ikawati To: [email protected] Sent: Friday, December 07, 2007 1:35 PM Subject: [parentsguide] FW: [milis-nakita] Hati-hati dgn baby sitter ini {01} FYI.. be carefull ------------------------------------------------------------------------------
IMPORTANT - The contents of this email and its attachments are intended only for the individual or entity addressed above and may contain confidential and/or privileged material. Any unauthorized use of the contents is expressly prohibited. If you receive this email in error, please contact us, then delete the email. Please note that any views or opinions presented in this email are solely those of the author and do not necessarily represent those of the company and should not be seen as forming a legally binding contract without express written confirmation. Finally, the recipient should check this email and any attachments for the presence of viruses. PT Astra Honda Motor accepts no liability for any damage caused by any virus transmitted by this email.

