KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN SAINS SISWA INDONESIA MASIH BERADA DI PAPAN BAWAH  
             
               [        Minggu, 9 Desember 2007 ]

                            Jakarta, 
 Di tengah prestasi yang dicapai sejumlah pelajar Indonesia dalam olimpiade 
matematika dan sains, kualitas yang dicapai dalam pendidikan matematika dan 
sains di Indonesia masih berada di papan bawah. 
 
 
 Setidaknya itu tercermin dari hasil tes Trends in International Mathematics 
and Sciences Study (TIMSS) 2005. Tes ini diselenggarakan di bawah payung 
International Association for Evaluation of Educational Achievement (IEA).
 
 Hasil tes TIMSS 2005 itu diumumkan secara internasional pada 14 Desember 2006. 
Namun, sampai hari ini Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan 
Nasional (Depdiknas) belum juga mengumumkannya kepada masyarakat. Semula hasil 
pencapaian Indonesia dalam TIMSS akan diumumkan awal pekan ini, tetapi kemudian 
ditunda tanpa alasan dan batas waktu yang jelas.
 
 Berdasarkan hasil tes TIMSS, kemampuan matematika anak kelas dua sekolah 
menengah pertama (SMP) di Indonesia berada di peringkat ke-35 dari 46 negara. 
Di bidang sains, Indonesia berada pada peringkat ke-37 dari 46 negara.
 
 TIMSS menyelenggarakan tes empat tahun sekali untuk mengukur kemampuan siswa 
kelas empat dan kelas delapan (di Indonesia kelas IV sekolah dasar dan kelas II 
SMP). Di samping riset tes kemampuan matematika dan sains, IEA juga melakukan 
tes kemampuan membaca, diadakan dalam waktu berbeda di bawah lembaga Progress 
in International Reading and Literacy Study (PIRLS). Kedua hasil tes ini bisa 
dipergunakan untuk melihat posisi kemajuan dalam pendidikan sains, matematika, 
dan kemampuan berbahasa, yang bisa diperbandingkan secara internasional dari 
waktu ke waktu.
 
 Koordinator riset TIMSS di tingkat nasional, Jahja Umar, ketika ditanya 
mengenai masalah ini, mengakui bahwa hasil tes tersebut telah diperolehnya, 
namun ia tidak bersedia mengungkapkannya. Menurut dia, kewenangan itu berada di 
tangan Depdiknas.
 
 TIMSS sebenarnya telah mengumumkan hasil tersebut kepada publik dan dapat 
diakses di sejumlah situs internet, di antaranya situs resmi TIMSS dengan 
alamat www.timss.org.
 
 Singapura tertinggi
 
 Indonesia hanya mengikuti tes untuk kelas delapan (dua SMP), mengingat sampai 
saat ini belum tersedia daftar yang valid tentang seluruh nama siswa dan 
sekolah dasar di semua wilayah Indonesia yang diperlukan sebagai dasar 
penentuan sampling.
 
 Singapura menduduki peringkat tertinggi dalam rata-rata pencapaian nilai TIMSS 
bidang matematika maupun sains, baik untuk kelas empat maupun kelas delapan. 
Malaysia berada di peringkat ke-10 untuk bidang matematika dan peringkat ke-20 
untuk sains.
 
 Menurut mantan Kepala Pusat Penelitian Depdiknas Dr Jiono, pencapaian nilai 
TIMSS anak-anak Indonesia untuk bidang matematika dan sains memang 
memprihatinkan.
 
 Akan tetapi, lanjutnya, dibandingkan dengan Filipina, pencapaian Indonesia 
tidak terlalu buruk.
 
 Ia juga mengakui bahwa prestasi yang dicapai sejumlah siswa di Indonesia dalam 
olimpiade sains dan matematika baru-baru ini tidak banyak artinya bila 
rata-rata kemampuan siswa di bidang sains dan matematika masih rendah. "Karena, 
hal itu berarti hanya ada satu orang yang hebat dari seluruh siswa," ucapnya. 
(smu-net) 

http://aryakinan.blogspot.com
http://www.picturetrail.com/mommy_aryakinan
http://www.flickr.com/people/[EMAIL PROTECTED]

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke