Kalau aku sih, hari Senin malam sampai Kamis malam tidurnya sama Dira pakai AC alam. Trus Jumat malam sampat Minggu malam baru pakai AC, itu juga disetel timer 6 jam. Dulu sepakat sama suami kalau anak gak usah dimanja (secara emaknya jg gak kuat pakai AC, apalg kipas angin) jd dari bayi dibiasain gak pakai pendingin ruangan. Pakai AC ini juga baru 3 bulan belakangan dan gara2 tiap Papanya pulang dari Cilegon (seminggu sekali), jendela kalo bobok malam gak pernah ditutup sehingga nyamuk masuk. Belakangan malah gak tidur soalnya sibuk nangkap nyamuk pakai raket. Akhirnya berhubung aku gak tahan harus begadang tiap 3 malam, request jg ke Papanya kalau dia lg di Jakarta aja boboknya pake AC.
Kesimpulannya selama 3 bulan pakai AC, si Dira lebih gampang kena batuk pilek. Trus lebih ribet karena harus rajin bersihin filter, cek ini itu, dll. Eh sama harus sedia selimut (hehehe....) Best Regards, Uke ^_^ "- Yusri -" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 12/10/2007 12:09 PM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [parentsguide] Tanya: ac vs kipas angin Sekarang ini hidup kita memang serba salah. Kita dihadapkan pada pilihan yg sulit, "bagai makan buah simalakama". Disatu sisi kita ingin hidup nyaman, bebas dari rasa panas dengan menggunakan AC. Tapi disisi lain kita juga harus ikut mengurangi penggunaan AC karena AC menjadi salah satu penyebab global warming. Regards, YUSRI Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: anissa ayu <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun, 9 Dec 2007 20:35:20 To:[email protected] Subject: Re: [parentsguide] Tanya: ac vs kipas angin yah..kalu itu siy emang iya.., termasuk kulkas, emisi mobil, dll... Yunike Kumala Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: klu ga salah, ac itu salah satu penyebab dunia ini menjadi panas (pemanasan global) karena merusak ozon. cmiiw salam, Bunda Jundii
This message and any attachment are confidential and may be privileged or otherwise protected from disclosure. If you are not the intended recipient, you must not copy this message or attachment or disclose the contents to any other person. If you have received this transmission in error, please notify the sender immediately and delete the message and any attachment from your system. Merck does not accept liability for any omissions or errors in this message which may arise as a result of E-Mail-transmission or for damages resulting from any unauthorized changes of the content of this message and any attachment thereto. Merck does not guarantee that this message is free of viruses and does not accept liability for any damages caused by any virus transmitted therewith.

