Hai Moms..... Sejak nikah dan punya anak (skrng umur 2 thn 2 bln), saya mulai kerja lagi dan agak sering keluar kota. Tadinya juga aku tinggal bertiga dan selalu ngurus semua sendiri. Stlh kerja, aku pake BS dan mt tlng nyokap u/ bantu ngawasin. Memang sih suatu perjuangan yg sulit untuk seorang Ibu bekerja... tapi ternyata stlh ditinggal bekerja anakku jadi lebih tidak manja & rewel kalau tidak ada aku. dia jadi makan banyak (tadinya susah banget) dan jarang menangis. Aku sih usul aja, gimana kalo tetep pake BS tapi minta tlng mertua dateng biar bisa ngawasin. Pasti mau deh.. Namun harusnya ada penyesuaian bagi sang Anak biar ga lgs mendadak ditinggal 2 bln. Mungkin beberapa hari dulu dst.. Moms juga bisa sering telpon, walau dia blm bisa ngobrol. Gitu aja sih pengalamannya.. Semoga membantu...
To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Sun, 16 Dec 2007 17:29:33 -0800Subject: [parentsguide] dilema... (please share) Dear Moms... Mau curhat nih.... Aku punya anak yang usianya 14 bulan, selama ini semua pengasuhan ada di tangan aku. Sebelumnya aku adalah wanita pekerja, hanya saja ketika hamil tua suamiku meminta aku total mengurus buah hati kami. Setelah anakku berusia satu tahun dan seijin suami aku berniat kerja kembali. Alhamdulillah setelah berbagai proses, akhirnya aku diterima di sebuah perusahaan. Nah, ternyata aku harus mengikuti training selama 2 bulan di luar kota dan tidak memungkinkan kalau anak kubawa. Padahal, selama ini aku gak pernah ninggalin anakku lebih dari 24 jam. Fyi, aku hanya tinggal ber3 (aku, suami dan anakku) sementara ibuku sudah gak ada dan ibu mertuaku tinggal di luar kota. Ada sih pikiran mau masukin anakku ke tempat penitipan anak, meski letaknya jauh dari rumah. Kalo cari baby sitter takut ah, soalnya klo denger ttg kejahatan babysitter serem banget lagian di rumah tidak ada yang mengawasi karena tiap harinya suamiku juga kerja. Beberapa orang yang aku ajak diskusi mengenai ini, kebanyakan mereka bilang aku ibu yang egois dan tega banget ninggalin anak hiks semata demi pekerjaan. Padahal, aku bekerja juga sebagai usaha untuk memberi yang terbaik buat anakku. Tapi suamiku, support banget, dia meyakinkan aku bahwa ini toh hanya sementara dan ada manfaatnya sehingga anak kami jadi mandiri. asal tahu saja, tidak mudah buat aku memutuskan hal ini, lha wong sampai sekarang aja aku masih gak bisa ngebayangin gimana rasanya gak ketemu anakku nantinya? Biasanya tiap detik selalu bersama koq, ada juga kekhawatiran apakah anakku akan lupa sama aku, mamanya hiks :( Nah, ada gak yang punya pengalaman sama seperti aku? Please ya masukannya... dan bagaimana menghadapinya, please share....Thanks! <a href="http://lilypie.com"><img src="http://lilypie.com/pic/071026/4m6j.jpg" alt="Lilypie 2nd Birthday Pic" width="54" height="80" border="0" /><img src="http://b2.lilypie.com/YaXNp7.png" alt="Lilypie 2nd Birthday Ticker" border="0" /></a> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. _________________________________________________________________ Publish your photos to your Space easily with Photo Gallery http://www.get.live.com/wl/all

