Hi Mbak Ratna..

Kalo ada istilah ASI Excl. mungkin si Rajendra sekarang dapetnya ASI 
Ekonomi..hehehe..
Diperah pun hasilnya dikit klo dibanding susu formula yg diminum Rajendra =(
Sampai di rumah pun, pengen bgt ngasi ASI langsung ke Rajendra, tp bgitu waktu 
mau nyusuin kaya orang berantem..ngotot2an sama bayek, bertahan paling 10 
menit..trus dia emoh2 sambil teriak2... =(((   

Omong2..Sidoarjo mana mbak rumahnya, soalnya rumah mertuaku di daerah 
Pepelegi...deket ngga?

Regards,
Danik

  ----- Original Message ----- 
  From: Cristiana Ratna Sari Dewi 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, February 15, 2008 8:14 PM
  Subject: Re: [parentsguide] Perkenalan dari Surabaya



  Halo, salam kenal semuanya. Saya Ratna, mamanya Wina (14mos), dari surabaya 
coret (he he habisnya sepanjang dah ikut KTP Sidoarjo sih).
  Boleh ikut nimbrung sedikit ya...

  Mas Yusuf...dah pengalaman dengan anak pertama yang usia 7 tahun kan? Coba 
diingat-ingat si kakak dulu bisa ngomong usia berapa? Anak saya juga belum bisa 
ngomong kok, ngoceh dengan bahasa planet juga, sama kayak anaknya mas, tapi 
sejauh ini DSA nya juga ga ribut. Dan informasi yang saya dapat, rata-rata anak 
bicara dengan kata yang jelas setelah 20 bulan (CMIIW)

  Mas Shindu...sayang banget ya Nizar ga mau minum ASI dari ibunya. Mestinya 
persoalan alergi susu, BAB tidak lancar dan lain-lain ga akan jadi masalah kalo 
anak minum ASI. Mungkin Nizar mengalami nursing strike atau bingung puting 
karena dulunya dikasi susu pake botol. Kalo memang ASI ibunya berlimpah, boleh 
dicoba diperah dan dikasikan pake botol kalo memang anaknya ga mau minum dari 
payudara langsung. Mumpung masih 4 bulan, baru berhenti 2 bulanan, rasanya 
masih bisa kalo mau menyusui lagi kok (relaktasi). Di surabaya juga sudah ada 
klinik laktasi untuk konsultasi, juga ada ASI support group, isinya semua 
ibu-ibu menyusui (termasuk saya), yang siap membantu masalah-masalah yang 
berkenaan dengan ASI. Dan soal biscuit atau makanan pendamping sebaiknya 
ditunda sampai berusia 6 bulan, karena penelitian WHO dan AAP menunjukkan bahwa 
pencernaan bayi baru siap menerima makanan padat setelah 6 bulan (aturan MPASI 
4 bulan sudah dihapus). Jadi susu saja (ASI atau formula atau mix) sudah cukup 
untuk kebutuhan bayi 0-6 bulan. Masalah berat badan bayi juga seringkali salah 
kaprah. Tidak bisa semua anak disamaratakan pertumbuhan BBnya. Lihat dulu BB 
lahirnya berapa, perkembangan tiap bulannya bagaimana. Kalo memang BB lahirnya 
di persentile 25 (seperti anak saya), kita ga bisa dong berharap dia akan 
berada di garis persentile 50 (rata-rata). Yang penting grafik pertumbuhannya 
bagaimana. Kalo DSA nya bener pasti lebih concern membaca grafik daripada 
melihat angkanya. Fyi, my Wina sekarang 14 bulan, BB nya 8,6kg, BB lahirnya 
2,9kg.

  Mbak Danik...jadi pusing ya ninggalin anak kerja dan ga bisa menyusui lagi? 
Sebenarnya bisa lho, sambil kerja anak tetap ASI ekslusif. Percaya ga? Harus 
percaya dong! :) Banyak yang bisa kok. Caranya dengan rajin-rajin memerah ASI 
selama di tempat kerja. Kalo mamanya kerja minumnya ASI perah dan kalo mamanya 
di rumah bisa langsung minum dari payudara ibu. Cuma..selain repot, mbak juga 
mesti punya tim yang sepaham dan mendukung untuk tetap memberikan ASI eks. 
Minimal dukungan dari suami tercinta. Dengan tetap menyusui, anak pasti lebih 
sehat, ga pusing juga dengan biaya belanja susu formula ^_^

  Mas Victor... saya setuju. Belum tentu anak alergi dengan susu, kadang kita 
mesti lebih jeli. Belum lagi ada beberapa DSA yang selalu bilang anak alergi 
dengan ASI. Aduh....sedih deh kalo para dokter banting setir jadi sales begini 
he he he. 

  Sekali lagi...salam kenal semuanya. Mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan 
dengan postingan saya T_T

  Regards,

  Ratna, Mama Wina.

   

   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.6/1282 - Release Date: 2/15/2008 
7:08 PM

<<9Kof.jpg>>

<<aI3Sp7.png>>

Kirim email ke