nimbrung yah mom...
  setuju sama mba Yusri, Puju Tuhan mertua saya adalah mertua yang tergolong 
baik, padahal suami saya anak tunggal, kata teman2 saya, yang bukan punya anak 
tunggal aja kadang suka rese, apalagi kalo anaknya anak tunggal, kata mereka 
"hati2 loe" (waktu belum kawin).....
   
  setelah menikah, saya menilai mertua saya tergolong baik, tapi sebaik2nya 
manusia (terkadang kita jugakan?) ada ajakan? untung aja suami saya bukan yang 
anak mami gitu juga bukan SSTI (suami2 takut istri hehehe) dia tergolong laki2 
yang berpendirian (dalam hemat saya), jadi terkadang dia serap dulu apa yang 
menjadi ganjalan ibunya, setelah itu dia menyerap apa yang jadi ganjalan saya, 
setelah itu baru dia membuat keputusan sebaiknya bagaimana, kalau menurut dia 
pendapat ibunya itu benar, maka dia akan memberikan pengertian ke saya dengan 
hal2 yang menurut dia positif, begitu juga sebaliknya, saya setuju dengan mba 
Yusri, bahwa ibu mertua adalah ibu kita juga, kita memang harus menahan emosi 
kita dll yang sudah mba Yusri katakan, saya setuju banget, kadang memang 
relationship doesn't always work out, tapi at least kita bisa mengusahakannya, 
pernah satu ketika, anak saya dulu sakit, jam 1 malem saya keukeuh untuk bawa 
dia ke dokter saat itu juga (kebetulan ini ganti
 dokter), mertua saya kebetulan juga lagi menginap di rumah kami,dan dia ngga 
setuju banget, tapi saya berkeyakinan dan memegang teguh insting saya bahwa 
kali ini dokternya cocok untuk anak saya, dan suami saya menyerap semua 
pendapat kami berdua, dan akhirnya dia setuju pendapat saya, singkat cerita, 
kita bawa Toar dan mertua tetep ngambek, tapi setelah insting saya itu terbukti 
benar yah berangsur2 ngambeknya pulih juga, yah...itu salah satu contoh aja.... 
jadi kadang kalo kita dalam kondisi yang bertentangan seperti itu saya lebih 
ngontrol emosi ajalah, karena bagaimanapun saya menyadari, bahwa dia juga 
adalah seorang ibu, yang pasti punya pandangan yang bagus juga, jadi saya ngga 
pernah masukkan dalam hati kalo sekali2 ada perbedaan pendapat, dan semakin 
kita bisa memahami mertua, semakin kita tau bahwa kita juga sayang sama 
dia......
   
  salam hangat,
  veagy
   
   
  http://mysweetypie.blogspot.com

- Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  He.....he.....he.......
(Ma'af kalau saya ingin tertawa) 
Ternyata pengalaman kita, (sedikit) sama ya.......
Saya juga punya tipe mertua perempuan yg "one mom (bukan man) show". Selalu 
mengatakan pada anak2 dan mantu2 nya "harus begini harus begitu".
Sampai perceraian adik ipar saya pun, dalam pandangan saya karena ada sedikit 
campur tangan mertua.
Alhamdulilah......suami saya sudah tahu dan sangat menyadari sifat ibunya. Dan 
tipe suami saya juga cukup tegas, berani mengatakan "tidak" pada ibunya kalau 
memang kurang benar (bukan tipe yg selalu "membenarkan" sikap ibu dan 
"menyalahkan" sikap istri).
Nah........sikap saya menghadapi mertu seperti ini, saya tidak akan 
"dimasukkan" dalam hati apapun yang saya rasakan (sikap dan perkataan mertua). 
Saya menanamkan dalam kepala saya "tidak ada ibu kandung atau ibu mertua" dalam 
pandangan saya. Semua saya anggap ibu yang harus saya hormati (walaupun ada 
tindakan/perkataan yg kurang berkenan dalam hati). Sama seperti sikap kita pada 
ibu kandung kita,.......kalau kita ada sedikit masalah dengan ibu kandung kita, 
kita akan mudah melupakan, mema'afkan dan memaklumi beliau yang sudah lanjut 
usia.
Walaupun bagaimana......ibu mertua kita adalah ibu kandung suami kita. Kita 
juga tidak mau suami kita menjadi suami yang durhaka pada ibu kandungnya. Dan 
kita juga jangan membuat posisi suami menjadi sulit (ke kanan istri, ke kiri 
ibu). 
Saya hanya berfikir (utk meredam emosi saya jika saya tersinggung oleh mertua 
saya), bahwa usia mertua saya paling tinggal beberapa tahun lagi (bukan 
mendahului YM Kuasa), kalau usia saya/suami lebih panjang dari usia 
beliau......kami tidak mau ditinggalkan dalam penyesalan. Tapi kalau justru 
kami (yg muda) yang mendahului beliau dipanggil yang maha kuasa, kami tidak mau 
meninggal dalam keadaan durhaka pada ibu.
Alhamdulilah.......saya bisa meredam emosi saya. Dan sampai sekarang, hanya 
saya yang bisa diajak curhat oleh mertua saya. Dan kalau ada urusan apapun, 
saya yang diberi kepercayaan. Malahan.....banyak masukan dari saya yang bisa 
diterima oleh beliau.


Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Yulia Setyowati 

Date: Tue, 19 Feb 2008 19:33:30 
To:[EMAIL PROTECTED]
Subject: [parentsguide] Menghadapi Mertua Perempuan


Dear all, 
  
please share pengalaman tentang menghadapi mertua perempuan ..... aku udha 
pusingggggg ... give up deh menghadapi beliau. 
  
Suami allahamdulliah sudah ada dipihakku jadi aku gak terlalu feeling lonely 
.... terlalu banyak kisah yang saya alami .... 
  
ada gak mom yang mengalami "KDRT" Mertua ?  KDRT yang saya maksud adalah sering 
salah paham, selalu pengen merasa benar, dllnya dipihak mertua ... 
ujung-ujungnya sampe detik ini saya dijauhi oleh ipar2 saya termasuk keluarga 
besar .. walupun skearang keluarga besar udah mulai recoveri dan melihat mana 
yang benar dan salah ... alahamduliah berkat doa dan kesabaran .... 
  
aku gak tau lagi apa yang harus aku ceritakan.... terlalu banyak ... plis 
sharing menghadapi mertua perempuan dong :( 
  
  
  
 

Regards,
Yulia Setyowati

----------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 

===================================================================
Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi FEBRUARI 2008.

"JELI PILIH PRESCHOOL RAMAH EMOTIONAL INTELLIGENCE"

Merupakan tugas orang tua untuk membekali anak dengan pendidikan. Salah satunya 
adalah dengan memilih preschool yang mendukung pengembangan Emotional 
Intelligence (EI) pada anak. Simak tips memilih preschool terbaik untuk si buah 
hati dan dapatkan BONUS booklet PARENTS GUIDE PRESCHOOL 100

Simak juga bahasan menarik lain :
- Perkenalkan ini Gigi Pertamaku
- Belajar Bahasa Inggris Yuk, Nak?

Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi FEBRUARI 2008 di agen majalah dan toko buku 
terkemuka di kota Anda. Klik daftar isi selengkapnya di: 
http://www.parentsguide.co.id/dsp_tocfeb07.php

Ikuti PREGNANCY CLUB Gathering.

Talkshow Workshop PRENATAL YOGA 
Tema: "Siap Melahirkan dengan Yoga untuk Ibu Hamil"
Sabtu, 16 Februari 2008, pukul 09.00-11.30
Pembicara Instruktur: Rina Mardiana (Yoga Instructor PR Manager Yogalight).

Venue: House of Milenia, Jl Taman Ubud 3 Kuningan Jakarta.
Tiket Rp 30.000,-.
Reservasi tiket hubungi hotline pelanggan PG di (021) 7040 8785, 527 7302

===================================================================
Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi Emma 
(021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari 
seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide.co.id/smf/

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links





       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke