Dari milis sebelah nich
Dear Moms and Dads, Sekedar sharing tentang stressnya mencari PRT atau pengasuh untuk anak2 tercinta. Begitulah resiko yang harus ditanggung kalau kedua orang tua bekerja. Saya 2 hari yang lalu mengambil seorang pembantu dari penyalur yang direferensi oleh sepupu saya. Penyalur tersebut bernama Sukarci umur 55 tahun berasal dari Pemalang Jawa Tengah. Sedangkan pembantu yang saya ambil namanya Dini umur 24 tahun berasal dari Cilacap. Ciri2 Dini adalah pendek, kurus, dan di wajahnya ada bekas luka berwarna merah muda keputihan. Menurut dia itu adalah bekas luka dari kecelakaan motor. Saat interview, gayanya sangat meyakinkan. Katanya dia pernah kerja sama orang Korea dan orang Bule dan pernah mengasuh anak umur 1.5 tahun. Yah saya pikir dengan pengalaman seperti itu harusnya orangnya OK. Next day, saya dan suami berangkat kerja. Dia dirumah sendirian. Anak saya kebetulan sedang ikut oma dan opanya keluar kota. Kira2 siang, tante saya mampir kerumah sekedar mengecek keadaan pembantu itu. Dan ternyata pembantu tersebut sudah kabur membawa uang tunai sekitar 5 juta rupiah (uang dari angpao anak saya yang belum sempat di stor), perhiasan, paspor 3 buah (punya saya, anak dan suami), BPKB mobil dan koleksi uang valas suami yang tak ternilai harganya karena itu merupakan koleksi dia sejak SMP. Si criminal ini telah merusak koper memakai pisau dan mengeluarkan barang2 tersebut karena koper itu ada kode nya. Dan lebih licik lagi, si criminal tersebut melempar koper tersebut di gudang, mungkin pikirannya supaya tidak begitu cepat ketahuan. Kemarin saya kebetulan mau ambil jemuran dan menemukan koper tersebut. Badan saya langsung lemas ketika melihat koper itu dalam keadaan rusak parah. Yah banyak sekali pelajaran dari kejadian ini. Saya akui saya ceroboh, karena setelah mengunci kamar ternyata ada kunci serap yang saya tidak tahu sebelumnya ada, ternyata ditemukan oleh si Dini. Berarti dia sudah bermaksud mencuri dan menemukan kunci tersebut ketika bersih2. Saya juga sudah terlalu percaya dengan stranger ini. You always hear people say, "Beware of strangers!" Kedengarannya klise sekali, but this time it's like a big blow to my head. It's definitely a wake up call for me and hopefully to everyone who has read this email. So moms and dads, please be extra careful of your maids/nannies. Hal2 yang harusnya saya lakukan, (tapi failed to do so because I was too trusting) adalah saya seharusnya me-foto orang tersebut as soon as she arrived, dan saya seharusnya mengambil KTP nya untuk disimpan. Saya juga harusnya bertanya panjang lebar tentang riwayat hidupnya. Kadang saya tidak mau terlalu cerewet, tetapi setelah kejadian ini, I've definitely changed my mind! Be safe! Ross

