Dear Moms & dads, Aku mau sharing soal PRT-ku. aku setuju kalau tidak semua PRT itu tidak baik, contohnya PRT aku yang sudah bekerja selama hampir 1th. aku dapat dia kebetulan ibuku kalau kepasar suka diantar sama bapak, nah bapak kalau menunggu ibu biasanya di warteg dekat pasar. kebetulan kami memang sedang mencari PRT yang bisa juga mengurus anak. nah bapak ceritanya curhat sama yang punya warteg, minta dicariin. singkat cerita dalam waktu kurang dari 1bl, bapak ditelp sama yg punya warteg itu katanya ada pembantu yang mau kerja di rumahku. hari itu juga si mbak dijemput dan langsung kerja setelah di interview dan diberitahu job-desnya. kebetulan dia pernah jaga anak balita cukup lama, so tidak perlu diajarkan terlalu banyak mengenai urus anak( anakku 1,8th waktu itu dan aktif sekali). memang sih kalau aku bekerja, dirumah ada ibuku yang mengawasi, jadi si mbak bergantian dengan ibu. kalau ibu sedang masak si mbak yang jaga anakku, sebaliknya kalau si mbak lagi mencuci/menyetrika/menyapu/mengepel atau bebenah lainnya, anakku ibu yang jaga. nah kalau aku pulang giliran aku yang pegang anakku.
pernah ada kejadian dua kali si mbak ditelp oleh majikan-nya yang lama(dua majikan yang berbeda). yang pertama dari majikan yang kebetulan teman aku (aku sebelumnya gak tau kalau dia pernah kerja di temanku itu, pas lagi ngobrol2 ketauan, tapi temenku itu gak tau kalau aku sudah tau si mbak pernah kerja sama dia), jadi temanku minta si mbak balik lagi ketempat dia untuk ngurus anaknya yang seumuran anakku(katanya anaknya sekarang kurus gak mau makan sama PRT yang lain). bahkan pembantu temanku yang lain datang untuk merayu si mbak,aku memang sempat dengar waktu temanku itu telp dan membujuk si mbak, tapi si mbak gak mau, katanya temanku itu cerewet banget, padahal sudah diimingi beli HP+gaji lebih besar (aku gaji dia 300rb). yang kedua ditelp oleh majikan yang katanya setiap dia kerja dimana aja selalu dicari. katanya cucunya(umur 4th) kangen sama si mbak dan minta dia kerja lagi disitu. malah waktu itu mereka janjian di sebuah mal, si mbak ditraktir makan dan dikasih uang 50rb sama mantan majikannya itu. Kalau yang ini aku gak tau kenapa si mbak gak mau balik lagi kesitu. PRT ku ini alhamdulillah sampai saat ini jujur(soal uang maupun yang lainnya,contohnya soal para mantan majikannya yang minta dia balik itu), telaten sama anakku, sabar, bisa jaga diri serta bersikap yang sewajarnya. kekurangannya cuma dia kalau kerja suka lama/lelet. tapi aku pikir semua orang gak ada yang sempurna kan? jadi selama kerjanya beres aku sih gak masalah. aku anggap dia sebagai saudara, dia panggil aku "kakak", aku juga suka beliin dia pulsa, atau baju, atau yang lainnya(bukan yang mahal2, yang penting perhatiannya), aku juga kadang curhat sama dia, begitu juga sebaliknya. oya dirumahku kebetulan ada kost2an khusus wanita, dan si mbak kamarnya dekat anak kost itu. saya lihat anak2 kost juga senang sama dia, si mbak suka dikasih baju, malah waktu lebaran kemarin dia dikasih THR+dibeliin baju lebaran bukan cuma buat dia tapi buat adik2nya juga. tapi aku sekarang rada sedih soalnya si mbak mau kawin habis lebaran nanti dan mau pulang kampung dua minggu lagi. aku takut gak bisa dapat yang seperti dia lagi. well ini pengalaman aku yang mungkin agak berbeda dengan yang lain, dengan membaca pengalaman2 moms&dads yang lain dan dari pengalamanku sendiri, benar bahwa tidak selamanya gaji besar itu jaminan buat pembantu betah(mereka sama seperti kita yang mendambakan kenyamanan dalam bekerja). yang perlu diingat juga memang harus ada salah satu anggota keluarga yang mengawasi agar tidak terjadi "Human Error" atau hal2 yang tidak diinginkan, selain itu dengan menganggap dia sebagai teman/saudara sepertinya hubungan kita dengan PRT tidak jadi kaku, dan kalau ada hal2 yang perlu kita beritahu ke mereka jadi lebih enak, oya aku juga membiasakan diriku dan anakku untuk selalu mengatakan 3 kata ajaib: "TOLONG, MAAF, TERIMAKSIH" kepada siapapun termasuk ke PRT. semoga pengalamanku ini bermanfaat bagi moms and dads... ----- Pesan Asli ---- Dari: Bonita Bonita <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sabtu, 1 Maret, 2008 20:00:04 Topik: Re: Bls: [parentsguide] please share......gimana biar pembantu betah aku setuju bgt dengan pendapat mbak yusri, aku stayhome mom alias ibu rumah tangga, jadi aku ngeliat sendiri kelakuan pra PRT yang majikannya bekerja diluar rumah, memang sih tidak semua PRT yang kelakuannya nggak baik, tapi pd umumnya ketika si majikan gak dirumah, mulai kelakuannya gak benar, contoh : 1. PRT/BS yang dikasih tanggung jawab ngasuh anak balita, pas sore hari, pd waktu anak-anak bermain , biasanya anak2main sendiri tanpa pengawasan si mbak, sedangkan mbaknya kalo gak lagi pacaran ya....ngegosip sesama PRT. Yang lebih gawat lagi kalo acara pacaran/ngegosipnya simbak udah magrib belum kelar ngobrolnya, akhirnya anak2 kita -udah magrib- masih pada keluyuran di taman nemenin simbak. Belum lagi kalo anak2 kita dicium2 ama pacar simbak .......iiiihhhhhhhh ......Aduh moms/dads... ... aku kadang2 sedih sendiri deh ngeliat nasib para balita itu. 2. PRT yang dikasih tanggung jawab ngejagain rumah pd waktu yg majikan keluar kota, biasanya nih.....mereka juga ikut keluar kota juga alias pulang kampung tanpa ijin majikan, tapi balik lagi sebelum majikannya pulang. jadi menurut aku sebisa mungkin jangan tinggalkan PRT/BS kita sendiri dirumah apalagi kalo yang punya anak balita, usahakan ada keluarga kita yang mendampingi anak kita, atau ...... mendingan nitip anak kita ditempat penitipin anak balita aja deh lebih aman kayaknya.... sekali lagi ini cuma saran....mudah2an diterima.... ----- Original Message ---- From: - Yusri - <yusri_parentsguide@ yahoo.co. id> To: parentsguide@ yahoogroups. com Sent: Tuesday, February 19, 2008 3:55:22 AM Subject: Re: Bls: [parentsguide] please share.....gimana biar pembantu betah Lho....... saya kan tidak membicarakan level pegawai. Yang kita bicarakan adalah level PRT. Perbedaan antara karyawan dan PRT adalah di tingkat pendidikannya. Dengan level bapak dan istri bapak yang seorang karyawati/karyawati , pasti level pendidikannya jauh lebih tinggi dari PRT (paling top lulusan SMP). Otomatis cara kerja dan berfikirnya akan berbeda. Dan pasti rasa tanggung jawabnya akan berbeda dengan PRT. Jadi kenapa saya dinilai negatif thinking dengan menilai cara kerja orang se level bapak/ istri bapak? Sekarang saya yang minta bapak utk tidak negatif thinking pada saya. Karena kita tidak sedang menilai seorang pegawai kantoran se level bapak tapi kita sedang membicarakan PRT. Dan apa yang saya bicarakan ttg PRT seperti itu juga berdasarkan pengalaman dan pengamatan, bukan negatif thinking. Baik di kompleks saya ataupun di kompleks kakak saya, saya selalu melihat PRT berkerumun dan ketawa ketiwi di jalanan atau di salah satu rumah majikannya yg kosong, atau di pos satpam. Malah ada yang sampai karaoke an di kamar majikan. Dan suaranya sampai 3 rumah terdengar sangking kencengnya. Atau mengundang satpam dan tukang ojek utk nonton di rumah majikannya. Malahan juga baru2 ini salah satu warga saya (kebetulan suami saya ketua RT) mengadu karena PRTnya hamil oleh salah seorang satpam RW kami yang statusnya sudah beristri. Dan menuntut satpam itu utk menikahi PRT itu. Dan saya juga tidak menyamaratakan semua PRT. Karena saya yakin masih ada PRT yg baik. Tapi zaman sekarang perbandingan PRT yg kurang baik masih jauh lebih banyak. Bukannya saya berburuk sangka pada orang, tapi kita juga harus hati2 pada sikap PRT. Banyak PRT yg baik didepan majikan, tapi sifat dan sikap nya akan berubah saat majikan tidak ada. Saya pernah mengalaminya. Kalau ada saya, tutur katanya manis baik pada saya atau pada anak2 saya.. Saat saya tidak ada, anak saya dibentak2. Dan itu ketahuan setelah berlangsung lama dan sata tahu tanpa sengaja. Tetangga kakak saya lebih parah. BS nya dinilai baik sikap dam sifatnya. Tapi setiap hari anak majikannya di sewa pada pengemis dan BS itu di bayar 20rb/hari. Usia anak itu belum 2 thn. Anak itu dijemput setelah majikannya pergi kerja dan diekmbalikan jam 15.00. Sepanjang hari sang BS bisa santai dan pacaran dengan satpam. Suatu saat sahabat baik sang ibu anak tsb memergoki anak sahabatnya sedang digendong pengemis di terminal bogor. Sang sahabat mengadu pada ibu anak itu. Tapi karena sang BS lebih bisa mengambil hati, akhirnya 2 sahabat itu bertengkar, karena sang ibu lebih mempercayai BS. Akhirnya sang sahabat mengintai sendiri apa yg terjadi pada anak itu. Singkat kata, setelah bisa ditangkap tangan, sang sahabat melaporkan kejadian itu pada pos polisi yg ada di depan terminal bogor. Akhirnya sang penyewa dan BS ditangkap tangan. Yang ada dalam hati sang ibu, hanya tinggal penyesalan. Ada lagi cerita salah satu anggota milis disini yang pernah bercerita (klu gak salah domisili di surabaya). Bahwa setiap hari BS nya yg ditinggal sendiri dengan sang anak (tanpa PRT) mengundang pacarnya ke dalam rumha dan selalu "bercengkerama" dalam kamar. Pertanyaanya: ada di mana anak asuhannya itu saat semua terjadi?. Yang paling ringan yang saya lihat, anak depan rumah saya kurang baik diasuhnya oleh PRT nya. Sang PRT gak telaten menyuapi sang anak yang susah makan. Karena kemalasan sang PRT, makanan yang seharusnya diberikan pada anak majikan, dia buang di selokan depan rumah. Masih ada lagi cerita lain, pak. Anak tetangga sebelah saya saat usia 3 thn, teriak2 di teras rumah.. Sang ibu tidak di rumah. Waktui saya lihat, ternyata anak itu sedang ada diteras rumah minta dibukakan pintu yang dikunci oleh PRT dari dalam. Wakti saya tanya, ternyata sang anak ingin main sepeda tapi sang PRT tidak mau meluluskan permintaan anak asuhannya karena ingin nonton sinetron. Sebenarnya masih banyak lagi cerita2 miring seputar PRT. Karena selama saya berumah tangga 11 thn sudah banyak yang saya rekam ttg tingkah laku mereka. Dan trik2 mereka pun sudah ada di ''kantong" saya. Saya tidak bermaksud selalu berburuk sangka pada PRT, tapi saya harus berhati-hati dengan segala kemungkinan. Karena walaupun bagaimana mereka tidak punya pertalian darah dengan anak kita. Jadi tetap ada batasan2 rasa sayang dan rasa sabar dalam hati mereka. Dan kita tidak bisa menuntut banyak pada mereka. Akan berbeda denga kita atau keluarga sendiri kadar sayang dan sabarnya. Sikap ke hati2an saya hanya menjaga saya supaya tidak ada penyesalan dikemudian hari jika terjadi sesuatu pada anak saya, walaupun hanya sekedar anak saya dibentak oleh PRT yang hanya sekedar orang lain yg kita gaji. Dan kalau bapak sudah bergabung lama dalam milis ini, sudah sejak lama kami saling sharing masalah PRT. Malah ada anggota milis yang ingin memasang CCTV di rumahnya utk memantau anak balitanya dalam asuhan sang pengasuh.. Regards, YUSRI Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED] id> Date: Tue, 19 Feb 2008 17:14:22 To:parentsguide@ yahoogroups. com Subject: Re: Bls: [parentsguide] please share.....gimana biar pembantu betah - Yusri - at 19/02/2008 15:56 wrote: >Kalau kita adakan poling, pasti PRT lebih seneng dan betah kalau >bekerja di rumah yg majikannya bekerja. >Dia mau "jungkir balik" saat kerja juga, gak ada yg usilin/menegur. >Proses dia bekerja gak ada yg menilai. Yg penting hasil akhirnya selesai.. >Malahan ada PRT yg majikannya bekerja semua, pada pagi hari sampai >siang dia akan ngobrol dgn PRT tetangga, satpam atau nonton TV. >Nah......setelah jam 2 siang, dia mulai sibuk bekerja....beberes >rumah dan masak. ***Hmm,... jangan begitu mbak Yusri. Jangan berpikiran negatif seperti begitu. Saya nggak ada bos atau tidak, tetap bekerja giat. Bahkan istri saya bosnya di taiwan, tidak pernah ke Indonesia. Paling cuma telpon, tapi kantornya terbaik omzetnya di Indonesia. (entah diluar negeri apa nggak, karena juga punya kantor di luar negeri). Sejak menikah, kita putuskan istri tetap kerja. Selain lumayan tambahan incomenya di masa sulit ini, sayang juga apa masa kerja dan posisinya, juga dia lebih senang kerja. sebelum punya anak, kita tidak pakai pembantu. Ini selama 1,5 tahun. Kita kerjakan sendiri. Bahkan setelah punya anak, kita masih tanpa pembantu. Saya bantu untuk cuci-cuci termasuk popok. Namun ketika harus pindah rumah, yang relatif jauh dari ortu, kita pakai pembantu. Saat itu Zidan berumur 5 bulan. Pembantu itu sampai sekarang ketika Zidan sudah duduk di kelas 1 SD. Yang saya tahu, dia tidak seperti dituduhkan mbak Yusri. Bangun pagi sekali untuk cuci-cuci, terus masak dan bantu persiapannya Zidan. Selama kita tinggal dia nggak kemana-mana. Paling-paling nonton TV itu pun jarang. Dia punya inisiatif tanpa harus disuruh. Tentu saja selama itu tidak selancar itu. Kadang ada pasang bahkan gelombang. Tapi saya tahu Zidan sangat percaya dan sayang sama dia. Juga sebaliknya, kasih sayangnya tulus ke dia. Sering membelikan anak-anak kita dengan uangnya sendiri. (tentu saja saya marahi da kita ganti). Kita berprinsip, meski kita bekerja, pembantu hanyalah pembantu. Tugas utama tetap pada orang tua. Jadi kalau memungkinkan, kita yang kerjakan. Misal sepulang di rumah, urusan anak tanggung jawab kita. Bahkan ketika malam-malam anak nangis kiyer-kiyer. Kita tak akan menggedor dan membangunkan pembantu. Oh ya, saya minta masak adalah tanggung jawab istri. Karena saya adalah suaminya istri, bukan suaminya pembantu. Paling pembantu hanya bantu-bantu goreng tempe. Maaf, kepanjangan ngelantur (juga mau pulang). Intinya tidak semua PRT seperti itu. Seperti, alhamdulillah, pembantu saya. Note: Selama perjalanan rumah tangga, sempat juga kita tidak menggunakan pembantu dia. Ya setelah gelombang yang tinggi, tapi tetap bisa tenangkan. Dan kita ungsikan sementara ke rumah adik. Sampai tenang lagi. Selama itu kita pakai beberapa pembantu. Terima kasih M.Yusuf.web. id ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - Ilmu bisa menyangga rumah yang tidak memiliki penyangga, sedangkan kebodohan mampu meruntuhkan rumah kemuliaan dan keluhuran. - [Syair] - ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= = Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi FEBRUARI 2008. "JELI PILIH PRESCHOOL RAMAH EMOTIONAL INTELLIGENCE" Merupakan tugas orang tua untuk membekali anak dengan pendidikan. Salah satunya adalah dengan memilih preschool yang mendukung pengembangan Emotional Intelligence (EI) pada anak. Simak tips memilih preschool terbaik untuk si buah hati dan dapatkan BONUS booklet PARENTS GUIDE PRESCHOOL 100 Simak juga bahasan menarik lain : - Perkenalkan ini Gigi Pertamaku - Belajar Bahasa Inggris Yuk, Nak? Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi FEBRUARI 2008 di agen majalah dan toko buku terkemuka di kota Anda. Klik daftar isi selengkapnya di: http://www.parentsg uide.co.id/ dsp_tocfeb07. php Ikuti PREGNANCY CLUB Gathering. Talkshow Workshop PRENATAL YOGA Tema: "Siap Melahirkan dengan Yoga untuk Ibu Hamil" Sabtu, 16 Februari 2008, pukul 09.00-11.30 Pembicara Instruktur: Rina Mardiana (Yoga Instructor PR Manager Yogalight). Venue: House of Milenia, Jl Taman Ubud 3 Kuningan Jakarta. Tiket Rp 30.000,-. Reservasi tiket hubungi hotline pelanggan PG di (021) 7040 8785, 527 7302 ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= = Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785 atau email: [EMAIL PROTECTED] co.id Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide .co.id/smf/ ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= == Yahoo! Groups Links Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

