Salam kenal bu Lia,
saya turut prihatin atas masalah anak Anda. Bukannya sok tahu soal anak, 
soalnya anak saya juga baru 2 tahun per Maret ini.
Setahu saya yang namanya anak tidak ada yang namanya nakal. Kalo anak suka 
mukul itu anak termasuk yang namanya anak kinestetik, tinggal Anda selaku ibu 
bagaimana menyalurkan sikap gerak si anak. Anak saya juga kinestetik, suka 
gerak ke sana kemarin, kalo sudah cape baru mau tidur. 
Yg terpenting di sini adalah pertama membersihkan persepsi di otak kita bahwa 
anak nakal, itu adalah naluri "suci" anak, Anda hanya perlu mencari cara 
bagaimana handling anak tipe kinestetik seperti anak Anda. Banyak kok buku yang 
saat ini membahas masalah seperti masalah Ibu. 
Soal kuper saya rasa itu tidak terlalu masalah, ini adalah proses, si anak kan 
masih kecil, jadi jangan terlalu dipersoalkan soal tdk adanya anak seumur di 
lingkungan anak. Karena setahu saya anak tipe kinestetik, asalkan didukung dan 
tidak dikekang, sosialnya akan bagus dan sangat cepat menyesuaikan diri.
Saya rasa itu bu. 
Terimakasih

Rasyid Ridho
http://givingthebesteducation.blogspot.com
http://thesmartmother.blogspot.com

Wita Anggraini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Dear mba Lia...
   
  Sama persis mba, waktu Syifa umur 2.5thn, sudah mulai bandel. Kalau kita 
omongin, pasti ngebantah. Dan anakku suka mukul, sama mbaknya juga sama aku. 
Kalau ada yang nggak sreg, langsung dia mukul.
  Dari literatur, memang ada yang namanya Tantrum mba, khusus dialami oleh 
balita kita. 
   
  Mungkin pemicunya karena sikecil jarang bersosialisasi ya mba (tapi dulu 
alasan ini jadi hipotesaku). Setelah aku masukin ke playgroup dan aku coba 
padatkan aktivitasnya dengan ambil les english sore hari di deket rumah, 
alhamdulilah emosinya lebih terkontrol. Kalo marah, lebih sering diucapkan 
dengan lisan.
   
  Aku kirim artikel tentang tamtrum.
  Semoga membantu ya mba...
   
  Salam,
  Wita

natalia yenny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dear All,
   
  Anakku umur 2 tahun mulai bandel banget dech, susah diatur, apa2 maunya 
sendiri. Aku sich baca dibuku emang begitu. Tapi apa karena kurang temen juga 
ya. Soalnya di rumah cuma ama aku doang, pembantu di rumah paling nemenin main 
kalo aku lagi makan. Sore baru main ama suamiku setelah pulang kantor. Di 
lingkungan rumah ga ada anak yang seumuran. Ada yang punya kasus sperti aku ga? 
Solusinya apa ya? Biar anakku jadi ga kuper. Kemarin2 aku ada trial beberapa 
sekolah tapi dia kayaknya belum  tertarik.
  Thanks.
   
   
  Lia



  
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.   





        

---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?   Find them fast with Yahoo! Search.
     
                               

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke