Suka Duka Menyikat Gigi Balita/Batita

Pagi, siang, malam. Minimal 3 kali si kecil makan. Nasi, ikan dan buah
pisang makanan kesehariannya. Sudah pasti ada yang tersangkut gigi
disana-sini. Apalagi gigi susu si kecil sudah lengkap. Kalau tidak
dibersihkan, sangat boleh jadi kuman-kuman akan berubah menjadi malapetaka,
sakit gigi.

Tidak ayal lagi si ummi sangat menyiapkan diri supaya si kecil bisa menyikat
gigi. Dibelinya sikat gigi khusus buat si kecil. Anda pernah lihat sikat
gigi khusus batita? Saya pun baru tahu sejak menjadi ayah. Bahannya dari
silicon yang melingkupi jadi telunjuk. Di ujungnya ada terdapat
rambut-rambut silicon yang halus. Cukup halus sehingga tidak akan merusak
gusi si kecil. Cara menggunakannya? Ya tinggal di pasang di jari telunjuk,
kemudian tinggal kita gosokkan pada gigi si kecil.

Ternyata bukan hal gampang. Si kecil berontak. Berkali-kali mulutnya dia
tutup rapat-rapat. Namun si ummi bersikeras, dia tidak ingin anaknya nanti
sakit gigi. Lebih baik nangis ketika sikat gigi daripada nangis karena sakit
gigi, begitu prinsip yang dipegangnya. "Bi pegangin", katanya. Ku pegang si
kecil dan mulailah si ummi menyikat gigi si kecil. Jelas, si kecil menangis.
Semakin disikat, si kecil kayaknya semakin kesal, digigitnya jari si ummi.
Sakit? Sok pasti dong. Silikon itu tidak cukup tebal untuk melindungi jari
dari gigitan si kecil. Tapi si ummi tidak menyerah. Terus disikatnya sampai
akhirnya selesai. Sesaat si kecil masih sesegukan. Tapi tidak lama kemudian,
ternyata berhenti juga. Tanpa bekas, tanpa dendam. Biasa, namanya juga anak
kecil.

Hari-hari berikutnya, si ummi berpikir keras mencari akal supaya ga susah
lagi nyikat gigi si kecil. Ternyata betul, di mana ada kemauan, di situ ada
jalan. Pertama, si kecil di distimulasi, "eh itu ada makanan yang nyangkut,
sini ummi bersihin". Si kecil mau membuka mulutnya lebar-lebar. Di akhir
menyikat gigi si kecil, si ummi pun menghadiahinya dengan pujian luar biasa
sehingga si kecil senang. Oya, satu lagi. Suatu ketika om si kecil datang
sambil membawa sebuah buku cerita. Ceritanya tentang kehidupan seekor
harimau cilik. Ternyata di salah satu ceritanya, sebelum harimau pergi
bermain, harimau itu sikat gigi dulu. Si kecil mulai berubah pikirannya. Dan
alhamdulillah, di hari-hari berikutnya dia sendiri sudah mau menyikat
giginya sendiri.

Priyanto Hidayatullah
http://parentingislami.wordpress.com

Kirim email ke