Dear Ella, untuk susu pasteurisasi, setelah selesai pembuatan, harus disimpan dalam suhu yg konstan, 5-6C. Masalahnya, apakah susu tsb setelah proses pembuatannya selesai sd saat kita minum suhunya dapat terjaga konstan? (saat pendistribusian susu dari pabrik ke distributor, saat susu kita beli di supermarket dan dibawa k rumah, dll)
Beda dg UHT yg penyimpanan dan pendistribusiannya lebih praktis, bisa dalam suhu ruangan asal tidak >50C. Berikut aku petik tentang susu pasteurisasi dari link ini: http://beingmom.org/index.php/2008/03/21/faq-seputar-konsumsi-susu- pada-balita/ Q: Seandainya saya memilih susu sebagai sumber asupan kalsium, sementara jenis susu yang beredar di pasaran begitu banyaknya, sebaiknya susu jenis apa yang baik untuk saya pilih? A: Susu yang beredar di pasaran adalah susu bubuk (susu bubuk berlemak/full cream milk prowder, susu bubuk rendah lemak/partly skim milk powder dan susu bubuk tanpa lemak/skim milk prowder) dan susu cair (susu pasteurisasi, susu UHT). Susu bubuk, berasal dari susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller dryer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu pasteurisasi, dipanaskan pada suhu 63-72 derajat Celcius selama 15 detik, untuk membunuh bakteri patogen. Disimpan pada suhu 5-6 derajat Celcius dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari. Susu UHT (ultra high temperature), dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat Celcius selama 2-5 detik). Tujuan pemanasan dengan suhu tinggi, untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya Keunggulan susu UHT dibandingkan jenis susu lainnya adalah masa simpannya yang sangat panjang pada suhu kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin, juga sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah. Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Salam, Devita/Alya's Mom www.TokoiBUnda.com - barney, thomas, karakter Disney www.TokoiBUnda.wordpress.com - handuk bordir, souvenir ultah --- In [email protected], Ella Zuyuna <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selamat siang... > > Adakah para Bunda disini memberikan susu pasteurisasi buat buah hatinya.Karena saya berkeinginan menggantikan sufor anak saya (24 bulan) dengan susu tersebut.Pada saat ini anak saya minum sufor dan UHT.Karena saya liat di eropa tidak ada atau jumpai sufor,justru yang ada susu cair galonan dan ada tahap-tahapnya.Saya mikirnya mungkin susu ini yang mirip.Yang ingin saya tanyakan susu tersebut biasanya tahan sampai 14 hari,tetapi kalo dibuka kira tahan berapa hari penyimpanannya.Soalnya rata-rata 1 liter. > Dan berapakah tingkat kebutuhan susu dalam sehari untuk anak usia 24 bulan??? > Saat ini anak saya usia 24 bulan,BB:13 Kg,TG:86 > > Ella > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. >

