Malam Mbak..:)
hehehe, gapapa mbak..emang lebih bagus kalau ke cabang lain.Ntar, kalo 
marketing yang sebelumnya approach lagi, ya dicuekin aja.kenapa aku bisa bilang 
gitu, soalnya, ada peraturan tidak tertulis antar marketing di bank yg sama, 
untuk tidak approach  calon debitur  yang sama. Jadi, di kasusnya Mbak, mbak 
kan udh ditangani oleh Bp. Yulius,  marketing yang laen harusnya udh ga boleh 
touch. biasanya kalo udh gitu, ntar diserahkan ke calon debiturnya, mau milih 
marketing yang mana. 
Mungkin hal ini nantinya akan muncul, mungkin juga tidak, tergantung area 
otorisasi dari credit comiteenya. Juga biasanya kalo udh ada approval, berarti 
nama mbak sudah muncul di sistemnya.

Oya, data data sih, biasanya kalo ada yg kurang pasti diminta lagi. Tapi saya 
kasi saja checklistnya..standar kok di semua bank.

Data data sbb:

Data Pribadi : 
KTP suami istri (copynya yg gede, ini buat BI Checking)
                          
Akta Nikah dan Pisah Harta (kalo ada Pisah Harta)

SBKRI dan Ganti Nama Suami/Ortu Suami (ini kalo Mbak atw suami adl warga 
keturunan -->tapi kalo di akta nikah udh tertulis"Akta Nikah Warga Negara 
Indonesia" brarti ga perlu kasi lagi. juga kalo nama di KTP sama dgn KK dan 
akta nikah

Kartu Keluarga (kl blom pny, brarti akta nikah masing2 suami&istri)

Keuangan :
Fotokopi rekening tabungan yg memuat gaji perbulannya (buat karyawan) --> suami 
istri (kalo ga pake Pisah Harta, jauthnya jd joint income)/copy rekening 
tabungan/usaha yang memuat operasional usaha 3 bulan terakhir

Karyawan : Slip Gaji 3 bulan terakhir

Surat Keterangan Bekerja dari perusahaan

SPT PPh 21 (kadang diminta kadang ga)

Jaminan :
Karena NIaga ada kerjasama dg developer,jadi ga perlu pusingin nilai jaminannya 
mBak, karena antara NIaga dan Dev'l udh pny yang namanya Memorandum Of 
Understanding.

Kalo udh diapprove, biasanya sih udh ga perlu minta data lagi. Apalagi kredit 
perorangan. Kalo yg tadi diatas udh sama semua, itu udh lengkap banged.

Gitu mbak...ntar kalo ada yg mw ditanyakan, email lagi ajah...:)


Dintan Setyorumanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
thanks alot buat sarannya mba selena. maaf nih baru bisa online lagi coz 
kmarin2 sibuk complain sekalian siapin data baru untuk ajukan ke cabang niaga 
yang lain, karena kerja sama kpr perum itu dengan bank niaga, biar proses 
dengan developernya lebih mudah. marketing niga cabang yang baru ini, saya liat 
lebih cooperative dan bertanggung jawab, dibanding saudara julius dari cabang 
niaga sudirman. walau pun sudah di complain melalui atasannya, ibu maya, namun 
tetap dioper2.
  
 daripada naik darah dan persoalan ga selesai2, jadi mending diurus ke cabang 
lain saja, walau complain tetap lanjut. mba selena dari bank mana? aduuuuh, 
coba aku tau dari dulu ya.... dan buka email mba lebih cepat (sebelum aku kasih 
berkas yang baru). 
  
 oya, data yang saya kirim pertama memang sudah di-approve dan bukan pending. 
  
 mba selena, sekalian mau tanya nih. data yang sudah diberikan, seandainya ada 
kekurangan data, apa ada pemberitahuan? dan kalau sudah di-approve berarti data 
sudah lengkap kan?
  
 thanks sebelumnya, mba.
  
 regards,
 dintan

 
 
---------------------------------
 To: [email protected]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tue, 10 Jun 2008 04:56:24 -0700
Subject: Re: [parentsguide] marketing kpr niaga sudirman

     halo mbak...saya sih ga pernah ngurus KPR di niaga, cuma saya jg kerja di 
bidang perkreditan juga, cuma bukan consumer, tapi corporate. Kalo saya boleh 
comment sih, sebaiknya propose ulang di bank lain saja.soalnya, kalo menurut 
saya, data hilang itu ga bisa jadi alasan. mereka harus keep baik2 dong data 
data itu...lagipula, umumnya kalau udh di approve, biasanya mereka udh pny back 
up data. 
Mungkin bisa cb ditanya ulang, apakah memang bnr sudah diapprove, atau 
statusnya masi pending...seharusnya, proses KPR itu ga lebih dr 2 minggu (data 
lengkap) sampai dengan approval credit comiteenya, dan akad bisa dilakukan  
maks seminggu stlh itu..
saya sendiri, selalu copy ulang data nasabah sampai 3-4x, dan itu udh prosedur 
umum di bank manapun juga.
Kalo emg kurang memuaskan, cari ke bank lain saja yg jg kerjasama dg 
developernya (utk rumah baru) atau bank dg konduite dan rate yg bagus (utk rmh 
2nd) misalnya Panin, PermataBank, atau NISP. Kalau bisa, cari yang bunganya 
fixed paling lama, biar aman..(soalnya BI rate naek, dan kecenderungan bunga 
naek masih ada, tempat saya aja, naek sekitar 0.75%)

Dintan Setyorumanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    dear parents,
 
ada yang pernah ngurus KPR rumah melalui bank niaga sudirman ngga? ngga tau 
marketingnya ato memang dari cabangnya ya yang bikin ribet. karena saudara saya 
yang mengurus KPR melalui bank niaga cabang lain, urusannya bisa cepat dan 
tidak bertele-tele tuh.
 
urusan berkas sudah diberikan setaun yang lalu dengan marketingnya yang 
mengurus adalah Julius dan Caesar (mereka satu tim). setelah ada approve yang 
dikirim melalui fax, dan kemudian dikonfirmasi ulang ke kantor pemasaran 
properti, ternyata pihak marketing bank niaga cab sudiman meminta ulang berkas 
yang sudah diberikan sebelumnya dan sudah di-approve dengan alasan berkas 
hilang. 
 
kok tidak bertanggung jawab sekali ya. padahal yang saya tau, KPR dari bank 
niaga termasuk terbaik untuk saat ini, makanya menjadi pilihan banyak nasabah.
 
ini uneg2 yang bikin muangkel karena saya sudah menunggu demikian lama. dan 
menerima perlakuan yang sangat tidak profesional dari bank niaga.    


 
---------------------------------
 Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer  


 


       



---------------------------------
Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer 
     
                                       

       

Kirim email ke