Berhubung kemarin ngebahas soal susu formula, berikut ada info yang cocok juga. 
Smoga bermanfaat ya ibu2.

Salam,


Putu Prapti Utami
http://gokusukmaryuki.multiply.com
YM : ciplimtanjidor


----- Original Message ----- 
From: momkavinija 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, June 19, 2008 10:16 AM
Subject: [asiforbaby] Re: Sufor VS ASI


Aku bantu dg artikel yaa

Uci mamaKAvin+Ija
http://oetjipop.multiply.com

ASI versus Susu Formula 

http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Laktasi&info_id=220


Komposisi ASI yang unik dan spesifik tak mungkin bisa diimbangi oleh
susu formula. Apa saja sih keunggulannya? 

Asal Anda tahu, setiap air susu mamalia (makhluk/binatang yang
menyusui anaknya), spesifik untuk masing-masing spesiesnya. Jadi ASI
manusia ya paling cocok untuk bayi manusia. Jadi, sungguh sayang bila
bayi Anda tidak mendapat ASI. 
Untuk lebih meyakinkan, berikut beberapa keunggulan ASI dibanding susu
formula. 

â?¢ Sumber gizi sempurna 
ASI: Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Antara lain, faktor
pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga
mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih
banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk
gumpalan) dengan perbandingan 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein
ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi. 
Susu formula: Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat
diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah
diserap karena mengandung lebih banyak casein. P erbandingan whey :
casein susu sapi adalah 20:80. 

â?¢ Mudah dicerna 
ASI: Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang
lebih 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim
yang dapat membantu proses pencernaan, antara lain lipase (untuk
menguraikan lemak), amilase (untuk menguraikan karbohidrat), dan
protease (untuk menguraikan protein). 
Sisa metabolisme yang akan diekskresikan (dikeluarkan) melalui
ginjal pun hanya sedikit, sehingga kerja ginjal si kecil menjadi lebih
ringan. Asal tahu saja, metabolisme ini penting karena merupakan
proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi enerji, sel-sel baru,
dan lain-lain. 
Susu formula: Sulit dicerna karena tidak mengandung enzim perncernaan.
Perlu diketahui, serangkaian proses produksi di pabrik mengakibatkan
enzim-enzim pencernaan tidak berfungsi. Akibatnya, lebih banyak sisa
pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme, yang membuat
ginjal bayi harus bekerja keras. 

â?¢ Komposisi sesuai kebutuhan 
ASI: Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya
berubah dari hari ke hari. Perubahan komposisi ASI ini terjadi dalam
rangka menyesuaikan diri dengan kebutuhan gizi bayi. Misalnya,
kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada
awal kelahiran sampai kira-kira seminggu sesudahnya) terbukti
mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan
laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI
yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang
seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang
memang belum berfungsi optimal. 
Selain itu, komposisi ASI pada saat mulai menyusui (fore
milk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hind milk).
Kandungan protein fore milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi
kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan hind milk (berwarna putih
dan kental). Walau tampak sehat, pertambahan berat badan bayi yang
hanya mendapat fore milk kurang baik. Makanya, jangan terlalu cepat
memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada
payudara yang sedang diisapnya belum habis. 
ASI ibu yang melahirkan bayi prematur juga sesuai dengan kebutuhan
bayinya. Antara lain, kandungan proteinnya lebih tinggi dan lebih
mudah diserap. 
Susu formula: Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali
minum (sesuai aturan pakai). 

â?¢ Mengandung zat pelindung 
ASI: Mengandung banyak zat pelindung, antara lain imunoglobulin dan
sel-sel darah putih hidup, yang perlu untuk membantu kekebalan tubuh
bayi. Selain itu, ASI mengandung zat yang tidak terdapat dalam susu
sapi, dan tidak dapat dibuat duplikasi atau tiruannya dalam susu
formula, yaitu faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang
pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi
usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi
beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli . 
Susu formula: Hanya sedikit mengandung imunoglobulin, dan sebagian
besar merupakan jenis yang â?osalahâ? (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi).
Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain
dalam keadaan hidup 

â?¢ Cita rasa bervariasi 
ASI: Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat
yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu. 
Susu formula: Bercita rasa sama dari waktu ke waktu. 

Dewi Handajani 
Konsultasi ilmiah: Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Divisi
Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, RSUPN Cipto
Mangunkusumo, Jakarta. 
Foto: Dok. Ayahbunda 

Puting Lecet 

Saya (27 tahun) ingin sekali memberikan ASI eksklusif
pada anak kedua saya yang berumur 2 minggu (BB 3,1 kg, TB 49 cm).
Sayang sekali puting payudara saya pecah-pecah, sehingga jika sedang
menyusui terasa perih sekali. Beruntung ada salep Kamilosan yang agak
membantu mengurangi perih.. 
Sampai berapa lamakah sakit/perih pada puting ini?
Berpengaruhkan rasa sakit saya terhadap produksi ASI? Bagaimana dan
berapa lamakah ASI dapat disimpan di botol karena cuti saya hanya 2
bulan? 
Ajeng WS 
Pamulang, Tangerang 

Puting yang lecet itu biasanya akibat salah posisi bayi
dan perlekatan mulut bayi pada payudara. Penyebab lain adalah cara
yang salah saat melepaskan mulut bayi dari isapan, atau karena
infeksi. Jadi, mencegah terjadinya puting lecet adalah dengan
memperbaiki posisi bayi, memperbaiki perlekatan bayi, melepaskan
isapan bayi secara benar dan membersihkan payudara dengan ASI yang
diperah saat akan menyusui. 
Rasa sakit tentu akan mempengaruhi produksi ASI karena
rangsangan isapan bayi ke otak akan terganggu oleh rangsangan yang
lebih kuat, yaitu rasa sakit. Jadi, untuk keberhasilan menyusui memang
Anda harus berada dalam keadaan nyaman. 
ASI perah dapat disimpan di suhu ruangan selama 6-8 jam,
di lemari pendingin selama 2 x 24 jam, dan di freezer sampai
berbulan-bulan. 

Hamil dan Menyusui 

Dua anak saya berhasil saya susui secara eksklusif.
Meski ketika menyusui anak pertama, tidak sampai ia berusia 2 atau 3
tahun seperti keinginan saya. Masalahnya, karena saya telah hamil
kembali pada saat si kecil berusia 9,5 bulan. Selama 1,5 bulan saya
masih menyusuinya biarpun saya dalam kondisi hamil muda. Saya baru
berhenti menyusui gara-gara si sulung diare berat. Dokter melarang
saya untuk menyusui kembali. 
Sampai saat ini, saya bertanya-tanya, benarkah ASI ibu
hamil dapat menyebabkan anak menderita diare? Benarkah ibu yang sedang
hamil tidak boleh menyusui bayinya? Bagaimana dengan ibu hamil yang
bayinya berusia kurang dari 6 bulan atau berada dalam masa ASI
eksklusif? Lalu, apakah ada pengaturan waktu pemberian ASI, misal
tidak boleh kurang dari satu atau dua jam? 
Maya Mai Farnomisa 
Jakarta 

Memberikan ASI pada saat hamil apalagi bila bayinya
belum berusia 12 bulan malah dianjurkan, karena ASI masih menjadi
makanan utama di samping makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kondisi ini
dikenal dengan istilah tandem nursing. 
Memang, bila ibu menyusi hamil lagi, maka akan terjadi
perubahan pada komposisi ASI. ASI akan berubah sebagaimana sifat
kolostrum yang bersifat pencahar. Salah satu akibatnya adalah buang
air yang lebih encer dan sering yang seringkali dianggap sebagai â?odiareâ?. 
Sebenarnya, yang lebih dikhawatirkan adalah terjadinya kontraksi rahim
akibat rangsangan bayi terhadap payudara yang akan menghasilkan hormon
oksitosin. Kontraksi rahim ini dikhawatirkan dapat menyebabkan abortus. 
Pada umumnya, bila ibu menyusui eksklusif, bayi belum
berusia 6 bulan serta ibu belum haid kembali, maka kecil sekali
kemungkinan terjadinya kehamilan. Dengan kata lain, kegiatan menyusui
tersebut dapat digunakan sebagai cara keluarga berencana (KB). Tetapi,
bila salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka ibu
dianjurkan untuk menggunakan alat KB. Yang dianjurkan adalah alat KB
non-hormonal, seperti IUD/spiral atau kondom. 
ASI itu mudah sekali dicerna dan diserap sehingga dalam
waktu 1-2 jam lambung sudah kosong kembali, dan bayi ingin menyusu
lagi. Kalau sebelum satu jam setelah selesai menyusu bayi menangis
lagi, maka barangkali ada penyebab lain. Perlu diingat, menangis
adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. 

. 
 


--------------------------------------------------------------------------------



Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG. 
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.2/1392 - Release Date: 4/22/2008 3:51 
PM

Kirim email ke