Dear Moms,

Aku setuju banget bahwa ASI adalah yang terbaik..hanya saja karena satu dan lain hal mungkin ada Ibu yang tak bisa memberikan ASI bagi anaknya, ini dialami Ibu saya (jadi saya bukan anak ASI :), tp tetap anak Ibu saya loh..), beberapa teman (ada yg sampai nangis bolak-balik klinik laktasi tp tetap tdk keluar), saya sendiri juga terpaksa memberikan campur dengan sufor karena ASI yang bisa keluar sangat sedikit, hanya 150-200 cc/hari, dan pada saat anak saya berusia 2.5 bulan, saya masuk kerja lagi, hari itu juga saya dapat promosi tp pindah memegang divisi lain, jd berat juga di pikiran saya, krn saya hrs dengan cepat belajar lagi dari awal, mungkin krn hal tersebut atau hal lain, ASI saya terhenti hari itu juga dan tdk pernah keluar lagi...sedih juga sebenarnya..tp untung saya punya Ibu & mertua yang mengerti dan menyemangati saya untuk tetap memberikan yang terbaik bagi putra saya...walaupun saya punya keterbatasan tidak dapat memberikan full ASI..puji Tuhan sampai hari ini di usia Dennis 2 tahun 8 bulan, Dennis tumbuh sehat & cerdas, Dennis blm pernah ke DSA karena sakit, paling untuk imunisasi saja, kalau dia batuk/flu ringan (ada 1-2 kali) saya cuma berikan obat tradisi keluarga saja, dan 1-2 hari dia pasti sudah sehat lagi..saya cuma jaga di pola makan dia saja, kebetulan Dennis tdk susah makan, dia tdk suka gorengan, jd sukanya tim & rebus, favoritnya adalah tim salmon, capcay, dan buah2an (terutama jeruk,apel & anggur)...dia juga tetap dekat dengan saya ataupun papanya..sayapun yg tdk dapat ASI tetap dekat kok dengan Ibu saya...

Tapi saat adik saya melahirkan, saya terus menyemangati dia untuk memberikan ASI & puji Tuhan dia berhasil memberikan ASI yang cukup untuk putrinya..mudah2an bisa terus berlanjut..

Jadi saya bukan tidak mendukung pemberian full ASI, cuma untuk Ibu yang mungkin mengalami seperti saya, jangan berkecil hati, tetaplah berusaha memberikan yang terbaik..Mungkin saya bukan Ibu yang sempurna..tp tulus dalam hati saya cuma inginkan yang terbaik bagi putra saya..saya kira semua Ibu seperti itu kan?

Hanya sekedar sharing..maaf kalau kurang berkenan..

Regards,

Donna

Lilypie 3rd Birthday TickerLilypie 3rd Birthday Pic

--- On Thu, 6/19/08, Putu Prapti Utami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Putu Prapti Utami <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [parentsguide] Susu Formula vs Susu UHT
To: [email protected]
Date: Thursday, June 19, 2008, 1:08 AM

Setuju banget mbak, intinya susu formula or susu UHT nggak perlu kalo sudah cukup ada pada makanan bergizi, dan ASI dilanjutkan saja sampai 2 tahun bahkan lebih.
 
Ryuki anakku 23 bulan sampai sekarang masih ASI, dengan sepenuh hati yakin bahwa ASIlah yang membuat daya tahan/staminanya baik. Kakak2nya juga anak2 ASI, dan berkat ASI lumayan deh kondisi/staminanya. Dan ibu bekerja bukan alasan tidak menyusui, sejak anak pertama lahir hingga anak ke-3 saya juga working mom dan tetap memberikan ASI, bisa dengan cara perah ASI / jg dgn breastpump lalu disimpan (ASI Perah). 
 
Smoga bermanfaat.
 
Salam ASI.
 
 
 
Putu Prapti Utami
http://gokusukmaryu ki.multiply. com
YM : ciplimtanjidor
 
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 18, 2008 4:11 PM
Subject: Re: [parentsguide] Susu Formula vs Susu UHT

Dear Mba, sy bukan DSA atau ahli gizi balita, tapi boleh ikut sharing ya.
 
Pemberian UHT dianjurkan utk anak 1 thn ke atas, 
salah satu alasannya krn pencernaan anak di bawah 1 thn belum kuat utk mencerna lemak susu. 
Makanya dibuat susu formula utk anak dibawah 1 thn. 
Sepenangkapan awam saya, stlh umur 1 tahun nutrisinya bisa didapat dr makanan selain ASI. 
 
Buat saya, UHT adl alternatif dari susu formula. 
Kebutuhan kalsium dari formula bisa didapat dari UHT. 
Proses pembuatan UHT lebih singkat drpd susu formula,
sehingga kandungan nutrisinya, kalaupun misalnya sama, harusnya kandungan di UHT lebih 'asli'.
 
Tingginya kadar nutrisi di susu merk A bukan berarti susu A lebih baik,
krn kebutuhan dan kemampuan tubuh menyerap kan sama aja. 
Kalau kebutuhan kalsium anak 1-3 thn 500mg/hari,
maka saya cukup kasih susu UHT 2 gelas seharinya (400-500mg). 
Kalau ngga mau susu, kasih aja 1,5 porsi bayam (400-550mg). 
Sisanya bisa dari ASI dan makanan lainnya. Belum perlu susu formula. 
Toh sisa kelebihan kalsiumnya bakal dibuang. 
Kalau lebihnya kebanyakan kan kasihan ginjalnya. 
 
 
-------Original Message----- --
 
Date: 18/06/2008 14:17:21
Subject: Re: [parentsguide] Susu Formula vs Susu UHT
 
.

 
FREE Emoticons for your email - By IncrediMail! Click Here!



Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.2/1392 - Release Date: 4/22/2008 3:51 PM

Kirim email ke