It's really great story Thx 4 Remind
www.belokkanan.com --- On Fri, 6/20/08, Ira Utama <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Ira Utama <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [parentsguide] Fw: [sampit_jkt] Fw: [IA-ITB] NaQia : KISAH SI PENEBANG POHON To: "Adriani Irapuspita Adri Soekirno" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agustina Licy" <[EMAIL PROTECTED]>, "Alumni PSKD" <[EMAIL PROTECTED]>, "ALUMNI SMP 12" <[EMAIL PROTECTED]>, "Atin Kavling" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dakhnan" <[EMAIL PROTECTED]>, "dimitri" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dita Sugiarto" <[EMAIL PROTECTED]>, "EKO ROESTOMO" <[EMAIL PROTECTED]>, "Galuh Daisy" <[EMAIL PROTECTED]>, "Icha Al Ikhlas" <[EMAIL PROTECTED]>, "ida arimurti" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ida Kavling" <[EMAIL PROTECTED]>, "Keluarga Salim Salim" <[EMAIL PROTECTED]>, "Lily Cengkonek kepo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Nita Sonny" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected], [email protected], "Riza Kavling" <[EMAIL PROTECTED]>, "rurry rurry" <[EMAIL PROTECTED]>, "SMA 34 Jakarta" <[EMAIL PROTECTED]>, "Taufik Opiek rRamdhan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Uut" <[EMAIL PROTECTED]>, "Wiwiek Soebali" <[EMAIL PROTECTED]>, "women radio" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yanny Wonosobo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yanti Hodo" <[EMAIL PROTECTED]>, "yenny Kavling" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, June 20, 2008, 9:20 PM Dari milis sebelah..... ....... It’s a Great Story . . . KISAH SI PENEBANG POHON “ Kan Shu De Gu Shi” Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.” Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi. Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang. “Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak. “Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu” Istirahat bukan berarti berhenti. ”Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu” Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi. Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

