1. Cobalah untuk sepakat dengan istri apa yang menjadi kebijaksanaan bersama dalam mendidik anak.
2. Kesepakatan tersebut disosialisasikan pada mertua dan keluarga besar lainnya, termasuk pada suster. Katakan juga pada mereka bahwa anda berdua akan sangat gembira jika mereka mau “mensukseskan” kebijaksanaan anda sebagai orang tua dalam mendidik anak dalam cara Anda. 3. Jangan lupa untuk menyertakan alasan2 mengapa anda (dan istri) memilih cara A dan bukan cara B. 4. Jika mungkin, berikan buku / artikel yang menjadi acuan anda. Namun jangan dengan cara yang menggurui. 5. Mintalah saran dengan pihak mertua / orang tua sendiri , atau berdiskusi, cara-cara mengasuh. Paling tidak, orang tua / mertua akan merasa dianggap. 6. Atau mintalah tips mendidik anak. Walau mungkin tips tersebut tidak anda gunakan setiap kali, tapi orang tua / mertua akan senang dilibatkan. 7. Kalau usaha Anda ini masih kurang berhasil bersiaplah untuk bertoleransi. Tetap pada peraturan Anda, dan jelaskan pada si kecil apa sesungguhnya yang terjadi (bahwa bukan meja atau lantai yang nakal). Bagaimanapun, Anak akan lebih ingat apa yang anda jelaskan jika kuantitas waktunya memang lebih banyak dihabiskan bersama anda. Semoga membantu. R/ Dian Ibung, Psi. http://tulisandian.blogspot.com/ www.dianibung.multiply.com --- Pada Rab, 16/7/08, rustan <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: rustan <[EMAIL PROTECTED]> Topik: [parentsguide] Anak Rewel dan Mertua Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 16 Juli, 2008, 12:31 PM Dear moderator , Saya mau curhat sedikit masalah anak disini. Saya memiliki anak umur 2,5 tahun, kemarin anak saya itu lagi rewel, nangisnya keras sekali. Terus kebetulan ayah mertua saya mendengar tangisan anak saya, dan kemudian mencoba untuk meredekan tangisan tsb. Tapi yang dilakukan oleh mertua tsb adalah dengan memukul kepada baby sitternya, "Mbak Lis nakal ya ?" terus dipukul beberapa kali, memang itu dilakukan dengan bercanda (tidak beneran memukul), terus saya yang ada di dekat situ menegur mertua saya tersebut. Saya bilang ke ayah mertua saya "Pa, jangan begitu caranya..", pertama saya memang bilangnya pelan, terus sepertinya tidak didengar, dan ayah mertua terus memukul 2-3 kali, sambil bilang "Mbak Lis nakal ya ?" terus saya keraskan sedikit suara saya, terus malah ayah mertua datang pada saya "Papa nakal ya ??" sambil tangannya memukul saya (bercanda sih).. Tampaknya ayah mertua saya tersinggung oleh teguran saya tersebut, dikira saya menyentak beliau (mungkin jg suara saya sedikit agak 'keras' krn saya jg ikutan di'pukul'), dan menyebabkan beliau marah besar kepada saya. Dan istri saya kena dampaknya juga, istri saya didiamkan oleh keluarganya. Menurut moderator bagaimana dengan sikap ayah mertua tersebut ? Bagaimana dampaknya terhadap psikologis anak dengan mengajarkan "setiap kali menangis (ada masalah), pembantu, lantai, meja yang dijadikan kambing hitam" Mohon pencerahannya dari moderator dan rekan-rekan di milis ini. Terima kasih Rustan _____ Dapatkan <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

