Janin 12 Minggu "Berjalan" Dalam Rahim Ibu


Link : http://www.hypno-birthing.web.id 

Janin dalam kandungan ternyata memiliki kebiasaan dan gerakan seperti bayi yang 
sudah lahir. 

Mereka mampu mengejapkan mata, menguap, mengernyitkan dahi, menangis, 
tersenyum, dan. berjalan!

Sampai detik ini, kalangan dokter dan orangtua percaya, janin dalam rahim tak 
dapat tersenyum sampai beberapa minggu setelah lahir.

Namun, dengan bantuan scan ultrasound 4D jenis terbaru, gerakan-gerakan janin 
dapat dilihat secara gamblang dan jauh lebih detil ketimbang ultrasound 
konvensional. Seperti tampak dalam gambar, janin berusia 12 minggu terlihat 
"berjalan" di dalam rahim.

Ahli kandungan terkenal asal Inggris, Profesor Stuart Campbell yang memelopori 
teknik rekaman gambar canggih ini, kemudian menyusun sebuah buku yang diberi 
judul "Watch Me Grow", berisi gambar-gambar yang memperlihatkan perilaku janin 
tersebut.

"Sebelumnya, para ahli berpendapat, bayi tidak tersenyum sampai usia 6 minggu 
setelah lahir. Padahal, sebelum lahir pun bayi-bayi itu sering sekali 
tersenyum," kata Campbell. 

Pada ultrasound konvensional yang biasanya dilakukan pada ibu hamil usia 12-20 
minggu, gambar-gambar 2D yang dihasilkan, hanya memperlihatkan perkembangan 
janin dan  membantu dokter mengukur serta menilai pertumbuhan janin. 
Gambar-gambar tadi, sedikit sekali memberikan informasi soal perilaku si janin. 
        

Profesor Campbell kemudian menyempurnakan teknik pengambilan gambar tersebut. 
Tidak hanya mampu menyajikan gambar-gambar 3D secara detil, tetapi juga merekam 
gerakan-gerakan janin saat itu juga.

Tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya, janin ternyata memiliki perilaku 
cukup kompleks sejak awal pertumbuhannya.

Pada usia 12 minggu, janin dapat meregang, menendang, dan melangkah. Ini 
terjadi jauh sebelum si ibu mampu merasakan gerakan-gerakan janin dalam 
perutnya.

Usia 18 minggu, janin dapat membuka matanya meskipun sebagian besar dokter 
berpikir kelompak mata janin masih menempel sampai usia 26 minggu. 

Usia 26 minggu, janin melakukan semua gerakan, bahkan mampu menunjukkan 
perasaannya selayaknya bayi yang sudah lahir. Mereka menggaruk, tersenyum, 
menangis, cegukan, dan mengisap.

Teknik pengambilan gambar yang dikembangkan Campbell, selain menyajikan 
gambar-gambar 3D, juga membantu dokter mendapatkan peringatan dini bila 
bayi-bayi dalam kandungan itu abnormal, seperti: langit-langit mulutnya 
terbelah, menderita sindrom down dan kelainan lain yang berkaitan dengan 
tungkai, lengan, serta anggota tubuh lainnya. 

"Dengan munculnya gambar-gambar tadi, sejumlah pertanyaan mengenai kondisi 
janin dalam kandungan, bisa diselidiki."

"Misalnya, apakah janin dengan problem genetik memiliki pola gerak yang sama 
seperti janin normal?"   

"Apakah janin-janin itu tersenyum karena dia merasa bahagia? Atau menangis 
karena ada suasana atau kejadian yang menganggunya..?"

"Mengapa janin mengedip-ngedipkan matanya? Padahal selama ini, kita berasumsi 
rahim ibu itu gelap gulita."

"Bahkan di masa datang, teknik pengambilan gambar ini dapat membantu kita 
memahami dan mendiagnosis penyakit-penyakit genetik, seperti cerebral palsy 
yang masih merupakan teka-teki kalangan medis, mengapa itu terjadi?" jelas 
Campbell.

Biaya pengambilan gambar janin dengan teknik terbaru ini kira-kira 275 
poundsterling (kurang lebih 4 juta rupiah). (zrp/BBC)

<<015324.jpg>>

Kirim email ke