Mengenali Tanda Kehamilan
Untuk menghitung usia kehamilan, pada umumnya kaum perempuan menggunakan 
bilangan bulan. Namun ada juga yang menghitung dengan bilangan minggu. Mana sih 
yang lebih cocok, bulan atau minggu? 

Dr Laila Nuranna dari Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran 
Indonesia (FKUI) Jakarta, menyebutkan, ilmu kedokteran menetapkan agar kaum 
wanita menghitung usia kehamilannya dengan bilangan minggu. Pasalnya, dengan 
menggunakan bilangan minggu, pengawasannya lebih mudah dilakukan dan khsusunya 
pada kasus yang mempunyai risiko pada kehamilan lebih cepat diteliti.

Lama kehamilan pada seorang wanita normal dihitung dari mulai ovulasi hingga 
persalinan yang cukup satu bulan kira-kira 280 hari atau 40 minggu, kata Laila.

Wanita yang sedang hamil dapat merasakan kehamilannya lewat 12 tanda kehamilan, 
yaitu: Pertama, terlambat haid (menstruasi). Oleh karena itu penting sekali 
kaum wanita untuk mengetahui dan mengingat hari pertama dan terakhir kapan 
haid. Hal ini diperlukan untuk mengetahui masa tua usia kehamilan dan 
memperkirakan tanggal persalinan.

Kedua, adanya (terjadinya) mual-mual atau muntah. Gejala ini sering terjadi 
pagi hari atau popular disebut 'morning sickness'. Jika keluhan seperti ini 
terjadi secara berlebihan hingga menyebabkan tidak nafsu makan dan minum, maka 
diperlukan perawatan oleh seorang ahli kandungan.

Ketiga, pingsan. Kejadian seperti ini bisa dialami oleh wanita hamil saat 
berada di keramaian, apa lagi saat berhawa panas. Keempat, mengidam. Artinya 
menginginkan sesuatu berupa minuman atau makanan tertentu yang harus dipenuhi 
oleh sang suami dan tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Keluhan seperti ini 
sering terjadi pada awal kehamilan.

Kelima, payudara membesar. Pembesaran payudara ini biasanya akibat pengaruh 
hormon estrogen dan progesteron. Keenam, tidak nafsu makan. Umumnya keadaan ini 
terjadi pada awal kehamilan. Pada masa berikutnya, nafsu makan timbul lagi, 
bahkan cenderung berlebihan namun dianjurkan keadaan ini harus cepat-cepat 
diatasi dan dicegah terjadinya.

Ketujuh, sering buang air kecil. Tanda ini terjadi pada awal dan akhir 
kehamilan. Kedelapan, obstipasi (sulit baung air besar), keadaan ini disebabkan 
menurunnya tonus otot di bawah pengaruh hormon progesteron. Kesembilan, 
pigmentasi kulit, yakni timbulnya kulit berwarna lebih gelap di pipi, hidung, 
aereolamamae dan kulit daerah perut.

Kesepuluh, varises. Varises merupakan pelebaran pembuluh darah vena terutama di 
akhir kehamilan atau dapat merupakan gejala sisa dari kehamilan terdahulu. 
Pelebaran pembuluh darah vena bisa terjadi di daerah genetalia eksterna, 
belakang lutut, kaki betis dan anus.

Kesebelas, tanda-tanda klinis dapat terjadi, yakni tanda hegar (mulut rahim 
lebih lunak), tanda chadwick (mulut rahim berwarna kebiruan), tanda piscaeseck 
(rahim membesar asimetri), tanda braxtonchicks (rahim mudah kontraksi jika 
dirangsang). Suhu badan tetap tinggi (37,2 hingga 37,8 derajat Celcius).

Keduabelas, HCG positif. Umumnya dapat diperiksa kadar HCG dalam darah. 
Pemeriksaan ini memang khas dan dapat membantu diagnosis kehamilan sedini 
mungkin.Namun harus diingat, tidak selamanya HCG urin atau darah positif 
menunjukkan bahwa seorang wanita positif hamil.

Meskipun demikian Nuranna menyatakan gejala itu masih perlu pembuktian lagi. 
Untuk pembuktian bisa dicarikan dengan cara meraba-raba bagian janin dan coba 
rasakan gerakannya. Pada wanita yang hamil untuk pertama kalinya, akan 
terasakan gerakan di dalam perut pada usia kehamilan 4,5 bulan atau 18 minggu.

Cara lainnya dengan memperhatikan detak jantung janin. Dengan alat Doppler akan 
terdengar bunyi jantung janin pada usia kehamilan 12 minggu. Penggunaan 
stetoskoplaenec (alat untuk mendengarkan bunyi jantung janin dari kayu atau 
logam), bunyi jantung janin baru terdengar pada usia kehamilan 20 minggu.

Dengan sinar rontgen kelihatan rangka janin pada usia 15 minggu. Tentu saja 
pemeriksaan dengan sinar rontgen ini tidak dianjurkan jika hanya bertujuan 
untuk mengetahui kehamilan, akibat sinarnya tidak aman.

Dengan ultrasonografi (scenning), bisa diketahui kantung janin, panjang janin 
sejak awal kehamilan. Penggunaan alat ini dinilai aman sekali pun pada 
kehamilan, karena sinar rontgen khususnya pada kehamilan muda tidak aman.

Mulailah hidup dengan penuh perhitungan dan jangan lupa mengikuti kaidah-kaidah 
hidup sehat. Karena anda harus ingat bahwa anda sudah mempunyai beban yang 
harus dihidupi dalam tubuh anda, ujar Laila Nuranna. 
(www.hypno-birthing.web.id) 

<<01042008_famiy_Mengenal%20Tanda-Tanda%20Kehamilan.jpg>>

<<01042008_famiy_Mengenal%20Tanda-Tanda%20Kehamilan2.jpg>>

Kirim email ke