Hallo Yunita... ASI itu selalu tergantung pada supply dan demand... Supply ASI akan tinggi jika demand-nya juga tinggi Demand disini artinya permintaan bayi, banyaknya yg diminum bayi, banyaknya yg dihisap atau dikeluarkan dari payudara ibu. Nah, dalam hal ini kita harus lihat seberapa banyak bayimu menyusu padamu, jika bayi menyusunya kurang, tentu ASI juga lama-lama akan mengurangi produksinya, karena tubuh tidak membaca adanya peningkatan kebutuhan dari bayi (dalam hal ini tubuh mengukur dari berapa banyak ASI yang diisap oleh bayi, atau ASI yg dikeluarkan). Jadi, dalam hal ini, maaf ya, susu formula dan bubur susu itu bisa dianggap sebagai penghambat dan biang keladi kenapa ASImu sekarang mungkin jumlahnya jadi lebih sedikit dibanding dulu waktu awal-awal kamu menyusui. Kenapa begitu? Begini ilustrasinya, pada saat bayimu kamu berikan susu formula, maka ia tdk menyusu padamu kan? Ini sudah satu poin, bayi berkurang menyusu ASI langsung, nah, berapa jam kemudian ASI baru bisa diberikan lagi? biasanya susu formula itu susah dicerna jadi bayi memang tdk mudah lapar, nah, periode menyusu kan akan diskip lagi, berkurang lagi bayi menyusu langsung kan, tambah lagi dikasih bubur susu? berkurang lagi jatah menyusunya. Lama-lama tubuh akan menyesuaikan, kalo biasanya ASI diproduksi 100 cc, tapi bayi cuma minum 50 cc, berarti ASI yg diproduksi kan over quota, nah besoknya supply ASI akan diturunkan disesuaikan dengan demandnya, yaitu ASI yg biasa diminum dan dihabiskan bayi. Padahal ASI itu selalu diproduksi dan diproduksi lagi, gak pernah ada kata menunggu kosong, bagaikan kita menguras bak tapi kerannya idup terus. Nah, jadi gak ada istilah menyusu itu menunggu payudara penuh dulu, karena sebenarnya selagi ASI sering-sering dihisap, ASI akan semakin banyak diproduksi. Trus gimana sekarang? Agak susah sih, tapi mudah-mudahan bisa, asal niat kamu kuat dan kamu berani untuk sama sekali tidak memberikan sufor. Kamu harus yakin bahwa ASI kamu cukup buat bayimu. Yakin! itu yang penting. Maaf ya jika tidak berkenan Maya Siswadi - Bunda 3f http://bunda3f.multiply.com

