Dear mba Susan,

Permasalahan kita rada mirip, walaupun anakku bukan karena trauma tapi
karena anak saya lebih suka mencicipi pasta giginya yang rasa stroberi
itu :D.

Biasanya dia sikatgigi sebelum mandi, nah berhubung dima suka main2
saat sikat gigi sekarang selalu sikat gigi bersama orangtuanya
(mama/papanya). Jadi ketika kami bersikat gigi ia pun ikut dan lama
kelamaan dia malah pengen ikutan sikat gigi bersama.

Setelah sikat gigi biasanya kita adu siapa giginya yang paling putih,
yah supaya dia bersemangat selalu bilang giginya yang paling putih,
paling bagus, abis itu kasih hadiah ciuman. Sekarang dia yang paling
sering mengingatkan kami pagi2 untuk sikat gigi.

Maaf ya mbak bila gak membantu, mungkin trik ini bisa dicoba.

Salam untuk kelg.

Ilnayuti Sari (ILNA)
Agent Code : 382625
08179994848/92140025
[EMAIL PROTECTED]
Gtalk : ilnaridzal
YM : yuridza
-------------
Manulife Financial
Sampoerna Strategic Square Building
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta

"Manfaatnya sangat bermanfaat ketika Anda tidak lagi bermanfaat"
"Manfaatnya tidak bermanfaat saat Anda sedang bermanfaat"





On 8/27/08, susan tjia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear Moms,Anak saya 2 thn, trauma sikat gigi. Saya juga tidak tau pasti apa
> penyebabnya. Mungkin krn dulu, wkt dia lg sering tumbuh gigi, susternya
> kurang hati2 wkt menyikat giginya dan kena gusi yg bengkak krn tumbuh gigi.
> Jd mungkin anak saya masih ingat sakitnya waktu itu. Skrg ini, wkt sikat
> gigi selalu membuat kami sress krn anak saya meraung2 meskipun sikat gigi
> blm dimasukkan ke mulutnya. Saya bingung sekali krn tidak mungkin anak saya
> tidak sikat gigi krn dia sudah byk makan bermacam2 jenis makanan. Tp utk
> memaksa menyikat giginya, saya juga tdk tega krn jeritan dan tangisannya.
> Apakah mom ada yg punya masalah spt ini? Atau apakah ada mom yg berprofesi
> sebagai doker gigi? Mohon sharingnya yah... krn saya sdh kehabisan akal utk
> mslh ini. Thanks sebelumnya.Susan
>
>
>

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Kirim email ke