--- On Tue, 8/12/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [motherandbabyclub] [motherandbabyclub[info]Fw: SMS AFI = Pembodohan 
[Virus Checked]
To: "moby club" <[EMAIL PROTECTED]>, "jihan hanoum" <[EMAIL PROTECTED]>, "windy 
hapsari" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "[EMAIL PROTECTED] " <[EMAIL PROTECTED]>, "FARIDA RAHMAWATI" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "aan anwar" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, August 12, 2008, 10:00 AM

















Fyi, DI-EDIT SEPERLUNYA, DAN DISEBARKAN KE-TEMAN2 SPY TDK IKUT2AN

------------ --------- --------- --------- ----e

From: keset_terbang@ yahoogroups. com

Sent: Friday, August 08, 2008 2:38:39 PM

To: keset terbang

Subject: [keset_terbang] Fw: [penulislepas] TOLONG BACA DAN MOHON JANGAN

IKUT WALAU PUN HANYA Rp 2000



--- On Fri, 8/1/08, handa syamsuddin, wrote:

--- On Sun, 7/27/08, fauzi amri, wrote:



Dapet info bagus dari temen niih, semoga bermanfaat.



Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi

Indosiar).

Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan

mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol

di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah.

Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms

putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI
itu

yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa

besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin

dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.



Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi
di

minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah

kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000.

Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu

sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar.

Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga

ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah.



Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.

Mereka terikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa

cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian

pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita

dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job.

Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah.
Temen

gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma
Rp

100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut
ga

bisa bayar.



Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak

Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat
di

televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun

tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung..

Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu.

Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera dari pada mereka.



Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu.

Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan

seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos

dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa

dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit

pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.



Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya

nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik

kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang

tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.



JUDI SMS MENGGILAAAA ......



Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.

Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri

Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi

terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS

premium...



Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum --

setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS



iayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk

penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40%
untuk

"bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal
punya modal

untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan

membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar"
mendapat 40%

(artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari

total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda,

berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini

bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar

rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar,

itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang

diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya
tidak

mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS

sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu"
mendapat

hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan
pulsa

handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang.



Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.



Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan
yang

saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka"
atau

"sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis.



Ada kata, "dapatkan handphone... " Saya bilang ini menyesatkan,
karena

pemirsa televisi bisa menyangka : "Dengan mengirimkan SMS ke nomor
sekian

yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis".



Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah

daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus

mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah,

sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat

handphone!



Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.



Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.



************ ********* ********* ********* ********* *******

************ ********* ********* ********* ********* ******* Hidup akan

menjadi lebih mudah dan bermakna Ketika kita menganggap bahwa hidup itu

mudah

                   dan penuh
makna

************ ********* ********* ********* ********* ********

************ ********* ********* ********* ********* ********



[Non-text portions of this message have been removed]





















 IMPORTANT NOTICE >

This email, including any attachments, is intended for the named recipient(s) 
only.

It may contain confidential and/or privileged information, or information that 
is otherwise protected from disclosure.

If you are not the intended recipient, you must not copy, distribute or print 
this email (including any attachments) or any part of it, or otherwise 
disseminate or disclose any information contained therein, or take any action 
in reliance on it. All such actions are strictly prohibited.

Any views expressed in it do not necessarily reflect the views of the Company.

Any comments, opinions or other information contained in this email that do not 
relate to the official business of the Aon Group of Companies ("Aon") should 
not be interpreted as being a statement and/or opinion expressed or endorsed by 
Aon.

If you receive this email by mistake, please advise the sender by email or 
telephone, and then delete the email and any attachments from your system and 
destroy any printed copies.

We do not accept liability for any corruption, delay, interception or 
unauthorized amendment of the email or any attachments.  It is also your 
responsibility to check this email and any attachments for viruses.

For further information about Aon please visit our website at www.aon.com.


























      

Kirim email ke