Urun saran, ya... Menurut saya, sampai kapanpun trauma buruk yg pernah dialami anak saat disekolah gak akan terhapus klu dia masih berada di lingkungan yg sama. Artinya......dia harus segera dipindahkan ke sekolah lain, yg memakai system yg berbeda. Karena......kedepannya akan sangat mempengaruhi hasil belajar dia, ujung2nya nilai yg dia peroleh tidak akan sebanding dengan usaha yg dilakukannya. Ada satu anak kawan saya yg mengalami seperti itu. Setiap ke sekolah dia merasa pusing, mual dan muntah2. Akhirnya dia dipindahkan ke sekolah Madania (yg mempinyai system yg sangat jauh berbeda). Hasilnya.......dia sangat berprestasi.
Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] Sent from my BlackBerry� wireless device -----Original Message----- From: "Lita Edia" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon, 1 Sep 2008 02:56:47 To: <[email protected]> Subject: Re: [parentsguide] Thanks buat semua (was: Disiplin Anak di Sekolah) Syukur deh mba, kalo sekolahnya mau kooperatif. Tapi mba, perlu terus dievaluasi ya penerapan disiplin di sekolahnya, dan kalo bisa kita juga urun rembug kasih saran gimana sih biar penegakkan disiplinnya jangan sampai mengganggu perkembangan anak-anak kita. Anakku (6,5 th) baru aja mengalami masalah di sekolah gara-gara penegakan disiplin. Walau masalah dengan sekolah sudah selesai, tapi "trauma" yang dialami anak, lumayan susah untuk di "obati". Anakku tak biasa mendengar teriakan (suara keras), gurunya suaranya keras, dan mungkin karena kelas crowded , guru kepancing bersuara keras. Penerapan konsekuensi-konsekuensi/ tepatnya hukuman, walau tidak dialami anakku, ternyata berpengaruh juga pada kondisi psikologisnya. Sempat mengalami pusing, mual dan sakit kepala setiap pagi hari, Alhamdulilllah sekarang kondisi dah lebih baik, tapi dia masih mengalami perasaan insecure, mimpi buurk, dependent lagi sama orangtua, cepat marah, cepat tersinggung. Bener-bener butuh kesabaran menhadapinya. Waktu ada pertemuan dengan gurunya, saran yang bisa saya beri adalah: - Lebih baik jika memberikan konsekuensi positif (reward), daripada konsekuensi negatif (punsihment) Misal kala guru ingin anak-anak menghentikan keributannya, daripada bilang "Ayo dihitung sampe tiga, nanti kalau sampai tiga, yang masih ribut, belajarnya di luar. Lebih baik bilang: Ayo dihitung sampai tiga, yang hitungan ketiga dah bisa diam, dikasih bintang emas. - Menegakkan disiplin satu persatu. Fokus. Kalau sekalian banyak,membingungkan anak, dan menyebabkan banyaknya pelanggaran, guru jadi banyak kasih konsekuensi, kalau konsekuensinya negatif bikin anak jadi nggak nyaman. Anakku sempet mogok selama 1 minggu. Mudah-mudahan setelah liburan awal ramadhan ini selesai dia mau sekolah lagi. Masalahnya tinggal di recovery kondisi psikologis anakku. dear parents Ada yang bisa kasih saran bagaimana merecovery kondisi psikologis anakku? ----- Original Message ----- From: Lusiana To: [email protected] ; Parenting_Indonesia ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, August 31, 2008 7:05 PM Subject: [parentsguide] Thanks buat semua (was: Disiplin Anak di Sekolah) Dear All, Thanks buat semua sharing & suggestnya. Tadinya saya agak sungkan untuk bicara dengan pihak sekolah, takutnya nanti anak saya disentimenkan, tapi setelah baca sharing dari rekan2 semua, jadi deh besok saya mau ngobrol dengan gurunya, soalnya hari ini kan masih pada libur tuh. Tapi sepertinya sih tidak sampai pindah sekolah deh, saya yakin pihak sekolah masih bisa diajak kerjasama. So far, anak saya baik-baik saja, sepertinya dia juga tidak trauma. Dan saya liat semakin hari dia semakin jadi anak baik, mau dengar & taat jg. Sekali lagi thanks ya.. GBU :) -Lusy- ------------------------------------------------------------------------------ From: Lusiana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 29 Agustus 2008 10:04 To: '[email protected]'; Parenting_Indonesia; '[EMAIL PROTECTED]'; '[EMAIL PROTECTED]' Subject: Disiplin Anak di Sekolah Dear All, Mau sharing sekaligus minta pendapat nich. Anak saya Rachel (3,5th) baru masuk Playgroup (K1) di salah satu sekolah National Plus pada bulan Juli lalu. Namanya anak2 yang baru sekolah, pasti banyak tingkah polahnya. Ada yang gak mau denger guru bicara apa, ada yang main sendiri saat guru mengajar, ada yang rebutan mainan, ada yang gak mau disuruh nulis/mewarnai, ada yang jalan-jalan pada saat makan, de el el. Yang pasti intinya anak-anak ini belum bisa semuanya taat pada guru. Nah anak saya termasuk salah satunya yang suka tidak taat, alhasil sudah beberapa kali dia didisiplin oleh gurunya. Bentuk disiplinnya ada yang disuruh berdiri di depan kelas, dipisahkan ke kelas sebelah, dan yang terakhir ini ditakut-takuti dikasih kecoa banyak (walaupun gak beneran sih) dan dikurung di kamar mandi sampai si anak nangis-nangis. Saya tahu dari cerita si anak tentang semua itu, dan memang itu semua karena dia tidak taat. Apa memang seharusnya seperti itu ya cara disiplin di sekolah atau mungkin ada cara lain yang lebih efektif? Bagaimana sikap kita sebagai orang tua dengan hal-hal tersebut? Mohon sharing dan pendapat dari para orang tua ataupun guru (kalau ada) ya. Thanks. Lusy

