u/ mbak lusi - mudah2an sekolahnya bisa diajak kerjasama y mbak. kl sekolah bs diajak kerjasama rasanya gak mungkin kalo anak mbak sampai di sentimenkan. Yg penting jg sampai menimbulkan trauma aja ke anaknya. Karena penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yg lama
u/ mbak Lita - saya sie bukan psikolog. Tapi mnrt sy penyembuhan trauma emang gak bs singkat ya mbak, butuh wkt lama & kesabaran. Sy inget adik sy wkt msh SD pernah mengalami trauma yg akhirnya bikin dia mogok sekolah. Penyebabnya ada salah seorang guru yg terlalu keras menerapkan hukuman ke siswanya. Misalnya yg gak bikin PR tangannya di keplak pk penggaris. Bbrp kali org tua sy & pihak sekolah melakukan percakapan. sekolahnya sptnya bs di ajak kerjasama. Mnrt pihak sekolah, guru ini blm terbiasa mengajar anak SD. Selama ini dia ngajar anak SMA. Jd ketika mengajar anak SD, tp sadar kebiasaan menghukum pun dia perlakukan sama spt ketika dia mengajar anak SMA. Pihak sekolah pun mengatakan sudah memberi peringatan kpd guru tsb. Adik sy tetap saja mogok. Pdhl pihak sekolah sampai datang ke rumah kami u/ membujuk adik sy, tapi gak mempan. setelah org tua sy ty ke adik sy dia bg gak mau sekolah di sana lagi. Akhirnya org tua pun memindahkan anak sy ke sekolah lain. alhamdulillah di sekolah barunya dia betah. gak ada mslh lagi.. :) Coba mbak ty aja ke anak mbak, maunya dia apa? Myra http://ke2naischool.blogspot.com > -----Original Message----- > From: "Lita Edia" <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Mon, 1 Sep 2008 02:56:47 > To: <[email protected]> > Subject: Re: [parentsguide] Thanks buat semua (was: Disiplin Anak di Sekolah) > > > Syukur deh mba, kalo sekolahnya mau kooperatif. Tapi mba, perlu terus dievaluasi ya penerapan disiplin di sekolahnya, dan kalo bisa kita juga urun rembug kasih saran gimana sih biar penegakkan disiplinnya jangan sampai mengganggu perkembangan anak-anak kita. > > Anakku (6,5 th) baru aja mengalami masalah di sekolah gara-gara penegakan disiplin. Walau masalah dengan sekolah sudah selesai, tapi "trauma" yang dialami anak, lumayan susah untuk di "obati". > > Anakku tak biasa mendengar teriakan (suara keras), gurunya suaranya keras, dan mungkin karena kelas crowded , guru kepancing bersuara keras. Penerapan konsekuensi-konsekuensi/ tepatnya hukuman, walau tidak dialami anakku, ternyata berpengaruh juga pada kondisi psikologisnya. > > Sempat mengalami pusing, mual dan sakit kepala setiap pagi hari, Alhamdulilllah sekarang kondisi dah lebih baik, tapi dia masih mengalami perasaan insecure, mimpi buurk, dependent lagi sama orangtua, cepat marah, cepat tersinggung. Bener-bener butuh kesabaran menhadapinya. > > Waktu ada pertemuan dengan gurunya, saran yang bisa saya beri adalah: > - Lebih baik jika memberikan konsekuensi positif (reward), daripada konsekuensi negatif (punsihment) > Misal kala guru ingin anak-anak menghentikan keributannya, daripada bilang "Ayo dihitung sampe tiga, nanti kalau sampai tiga, yang masih ribut, belajarnya di luar. Lebih baik bilang: Ayo dihitung sampai tiga, yang hitungan ketiga dah bisa diam, dikasih bintang emas. > > - Menegakkan disiplin satu persatu. Fokus. Kalau sekalian banyak,membingungkan anak, dan menyebabkan banyaknya pelanggaran, guru jadi banyak kasih konsekuensi, kalau konsekuensinya negatif bikin anak jadi nggak nyaman. > > Anakku sempet mogok selama 1 minggu. Mudah-mudahan setelah liburan awal ramadhan ini selesai dia mau sekolah lagi. Masalahnya tinggal di recovery kondisi psikologis anakku. > > dear parents Ada yang bisa kasih saran bagaimana merecovery kondisi psikologis anakku? > > > ----- Original Message ----- > From: Lusiana > To: [email protected] ; Parenting_Indonesia ; i-kan- [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] > Sent: Sunday, August 31, 2008 7:05 PM > Subject: [parentsguide] Thanks buat semua (was: Disiplin Anak di Sekolah) > > > > Dear All, > > Thanks buat semua sharing & suggestnya. > Tadinya saya agak sungkan untuk bicara dengan pihak sekolah, takutnya nanti anak saya disentimenkan, > tapi setelah baca sharing dari rekan2 semua, jadi deh besok > saya mau ngobrol dengan gurunya, > soalnya hari ini kan masih pada libur tuh. > Tapi sepertinya sih tidak sampai pindah sekolah deh, saya yakin pihak sekolah masih bisa diajak kerjasama. > So far, anak saya baik-baik saja, sepertinya dia juga tidak trauma. > Dan saya liat semakin hari dia semakin jadi anak baik, mau dengar & taat jg. > Sekali lagi thanks ya.. > GBU :) > > -Lusy- > > >

