Untuk para mommy hati2 yach....

 
============ ========= =====
http://www.kompas. <http://www.kompas./>  com/read/ xml/2008/
08/31/04434499/ balita.jatuh. dari.lantai. 25
============ ========= =====

JAKARTA, MINGGU - Daniel yang berusia 3 tahun jatuh dari lantai 25
Apartemen Aryaduta di samping Plaza Semanggi, Sabtu (30/8) siang. Ia
terjatuh setelah bergelantungan di jendela. Apartemen sekaligus hotel
ini bernama Sudirman Tower Condominium (STC), The Aryaduta Suite Hotel
ini memiliki tiga tower, salah satunya The Aryaduta Suite Hotel.

Bangunan ini bernama Aston Hotel. Lokasinya persis di samping Plaza
Semanggi atau di belakang Universitas Atma Jaya, persisnya di Jalan
Garnisun Dalam No 8. Wilayah ini berada di bawah Polsek Metro Setiabudi,
Jakarta Selatan.

Daniel dan keluarganya tinggal di Kamar 25D Lantai 25 Tower A. Daniel
merupakan anak pasangan Indri (25) dan Panca (26). Di rumah ini juga ada
Sonya (48), nenek Daniel. Kemarin, kakak Sonya, Jeanette (56), tengah
berkunjung bersama cucunya, Jessica (4). Sekitar pukul 11.00, Daniel
tengah bermain dengan Jessica. "Waktu cucu-cucu bermain di kamar Daniel,
kami ngobrol di ruang tengah. Di kamarnya, Daniel bermain bersama
Jessica. Indri tengah tidur di kamarnya," ujar Jeanette di kamar jenazah
RSCM.

Ketika Jeanette asyik mengobrol dengan Sonya, Jessica berlari keluar
kamar Daniel dengan berteriak-teriak. Jessica memberi tahu bahwa Daniel
loncat dari jendela. Sontak Jeanette dan Sonya berlari ke kamar Daniel.
Ternyata jendela kamar telah terbuka. Jeanette dan Sonya melihat tubuh
Daniel tergeletak di balkon lantai lima.

Kegaduhan yang terjadi di Kamar 25D pun dengan cepat menyebar ke seluruh
penjuru apartemen. Para petugas keamanan hotel-apartemen ini segera
menutup seluruh akses buat wartawan. Petugas keamanan melarang wartawan
masuk. Mereka juga melarang wartawan mengambil gambar gedung.

Warta Kota menghubungi nomor telepon pengelola STC, namun seorang
operator mengatakan seluruh staf sudah pulang. "Bagian kantor sudah
pulang," ujar seorang petugas keamanan.

Petugas resepsionis juga menolak memberikan penjelasan dengan alasan
tidak mengetahui kejadiannya. "Saya tidak tahu kejadiannya, datang saja
nanti Senin," ujar wanita itu.

Sempat bergelantungan

Seorang saksi mata, Sudadi, mengatakan Daniel jatuh di balkon lantai
lima dalam kondisi telungkup. Bagian pipi kanan menyentuh lantai balkon.
Kedua kaki dan tangan bocah malang tersebut patah dan kepalanya
mengeluarkan banyak darah. Sudadi mengaku tidak tahu persis kronologi
jatuhnya Daniel. "Katanya jatuh dari lantai 25. Saat itu soalnya saya
juga berada di balkon. Hanya terdengar suara orang jatuh," katanya.

Sonya dan Indri tak bisa berbicara banyak karena shock berat. Jeanette
yang lebih tegar menjelaskan bahwa ia yakin awalnya Daniel dan Jessica
bermain di ranjang. Terkadang terdengar suara gaduh karena kedua bocah
ini loncat-loncatan. Jeanette menduga setelah bosan bermain di kasur,
Daniel berpindah ke sebuah meja yang lokasinya berdekatan dengan
jendela. Dari meja inilah, Daniel membuka jendela yang tidak dilengkapi
dengan terali.

Daniel dikenal sebagai bocah yang hiperaktif membuka engsel dan
mendorong jendela. Saat daun pintu jendela terbuka, Daniel belum
terjatuh. Ia berpegangan pada anak engsel sambil melongok. Ketika daun
pintu lebih terbuka, ia kehilangan keseimbangan sehingga posisinya
bergantung dengan berpegangan pada engsel. Posisi ini tidak bertahan
lama. Tubuh Daniel terjun bebas dan tewas seketika setelah menghajar
balkon lantai lima.

Menurut paman Daniel, Stanley (35), Daniel merupakan anak tunggal
pasangan Indri dan Panca. "Daniel memang dikenal sebagai anak yang
hiperaktif. Daniel baru tinggal satu bulan di apartemen ini bersama
kedua orangtuanya. Sebelumnya mereka tinggal di Bekasi," jelas Stanley.

Stanley menambahkan bahwa ayah Daniel bekerja di perusahaan swasta di
Bekasi. Keluarga menolak jenazah Daniel diotopsi di RSCM karena sudah
jelas Daniel tewas akibat terjatuh. Daniel disemayamkan di rumah duka RS
PGI Cikini, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Jenazah Daniel akan
dikebumikan di TPU Tanahkusir, Jakarta Selatan.

Kepala Unit I Polsek Metro Setiabudi, Inspektur Dua I Gede Seriana,
menjelaskan bahwa polisi tengah menyelidiki apakah jendela di kamar
Daniel sudah terbuka atau masih masih tertutup saat Daniel bermain.
Polisi sedang menyelidiki apakah saat kejadian, jendela kamar sudah
terbuka, atau dibuka oleh korban. "Berdasarkan informasi dari neneknya,
Daniel kemungkinan membuka jendela. Ini dimungkinkan karena di dekat
jendela terdapat meja," kata Gede. (wid/get)

Cheers, 
Shinta 



 

Kirim email ke