Kandungan Kimia Botol Bayi Berbahaya
Kamis, 04 September 2008 | 12:08 WIB

TEMPO Interaktif , New York: Kalau anda masih memberikan susu bayi dengan 
botol, sebaiknya kini berpikir ulang. Dalam penelitian di Amerika 
baru-baru ini, bisphenol A, salah satu bahan kimia yang digunakan untuk 
membuat botol bayi dan minuman soda dinyatakan berbahaya untuk kesehatan 
anak-anak dan masih memerlukan penelitan lebih dalam untuk bisa dipastikan 
aman digunakan. 

Tes terhadap hewan telah menunjukkan efek yang berbahaya dari kandungan 
kimia bahan ini, yang terkenal disebut BPA. The National Toxicology 
Program melaporkan resiko bahan kimia ini terhadap anak-anak. Orang tua 
disarankan membatasi penggunaan botol-botol ini dalam keluarga mereka, 
tapi institusi ini belum merekomendasikan perubahan standar kesehatan 
Amerika.

Dalam penelitian ini, versi terakhirnya telah dilaporkan sejak April, yang 
menggarisbawahi perbedaan dengan pernyataan pemerintah mengenai standar 
keamanan zat kimia ini. Staf dari Administrasi Makanan dan Obat mengatakan 
bahwa laporan terakhir bulan lalu ada selisih perbedaan keamanan untuk 
bisphenol A ketika digunakan dalam produk yang kontak dengan makanan.

"Tidak tertutup kemungkinan BPA mempunyai efek terhadap kesehatan 
manusia," ujar John Bucher, Direktur Toxicology Group. Dalam 
pernyataannya, Bucher menambahkan bahwa melihat perkembangan pengaruh 
bisphenol A terhadap hewan, yang mempunyai tingkat sama dengan manusia.

Sementara pada Apri lalu, Kanada menjadi negara pertama yang memastikan 
label bisphenol A adalah racun dan melarang penggunaannya di botol bayi. 
Sedangkan Senator dari Partai Demokrat di New York Charles Schumer mengaku 
akan memperhatikan masalah ini dan mengharapkan bahan kimia ini tidak 
digunakan dalam produk anak-anak. "Tapi butuh penelitian yang lebih detil 
dan jelas."

Bisphenol A sendiri sesudah jamak digunakan pada produk botol-botol bayi 
dan minuman soda. Perusahaan minuman soda menggunakan bahan ini untuk 
melindungi minuman bersentuhan langsung dengan alumunium.

Bloomberg| Nur Haryanto

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/09/04/brk,20080904-133711,id.html

[Non-text portions of this message have been removed]

_

Kirim email ke