Dear mods,
Jika diizinkan mohon email ini di release… Email ini bukan bermaksud untuk
menjatuhkan pihak tertentu, saya sharing pengalaman pribadi saya hanya untuk
mengingatkan teman2 untuk lebih berhati-hati dalam memilih yayasan dan menetiti
pasal-pasal perjanjiannya.
Saya mengambil suster infal pada Yayasan Citra Kartini pada tanggal 30 Agustus
2008, dengan membayar admin Rp. 750.000 dan Gaji suster 1 bualn dibayar dimuka
Rp. 1.100.000. Singkat cerita pada tanggal 3 September 2008 suster tersebut
(Asih) jatuh sakit sehingga harus saya larikan ke RS Pertamina karena sakit
perut sampai menangis dan teriak2 dan pingsan. Saya tiba di UGD sekitar pukul
15.30, setelah keadaan tenang saya menghubungi pihak Yayasan, untuk meminta
pihak Yayasan datang untuk melihat kondisi Asih. Pihak yayasan tidak menanggapi
dan hanya dijawab dengan “Jika susternya sudah tidak bisa bekerja dikembalikan
saja ke yayasan bu”.
Karena Asih harus di infus dan hasil darah baru bisa keluar satu stengah jam.
Saya minta bantuan tenaga dari yayasan untuk menunggui Asih karena saya masih
mempunyai bayi berusia 3 minggu yang harus saya susui. Telp kedua ini diangkat
oleh bapak Joko, dia menjawab sedang dibicarakan dengan atasan.
Kira2 1 jam saya baru dihubungi kembali oleh pihak Yayasan dan mereka akan
mengirimkan baby sitter untuk menunggui Asih, saya merasa keberatan karena saya
ingin pihak yayasan yang datang. Mereka menolak. Saya minta berbicara dengan
pemilik yayasan Bapak Eddy. Setelah saya jelaskan masalahnya Bapak Eddy malah
bilang “Kami akan megirimkan orang untuk menunggu Asih (sesama BS) tetapi ibu
harus mengganti Rp. 50.000 perhari untuk membayar org yang menunggui tsb”. Saya
merasa keberatan masa saya harus membayar lagi untuk org yang menunggu. Dengan
dalih ada pasal “BERKEWAJIBAN MEMBERIKAN PENGOBATAN PENUH APABILA TENAGA KERJA
SAKIT, TERKECUALI TINDAKAN OPERASI DITANGGUNG OLEH KELUARGA” Yayasan merasa
tidak perlu bertanggung jawab dalam bentuk apapun dalam hal ini.
Yang saya minta bukanlah bantuan materi, melainkan bantuan untuk duduk sama2
dan membicarakan bagaimana penyelesaiannya mengingat kondisi Asih cukup
memprihatinkan.
Setelah hasil lab keluar dokter mengatakan Asih menderita Pangkreatitis akut
yang dapat menyebabkan pangkreasnya dapat pecah sewaktu-waktu, dan kemungkinan
harus dirawat di ICU. Karena sudah terlanjur kesal dengan Yayasan saya hanya
memberi kabar lewat sms dan minta no telp keluarga Asih yang bisa dihubungi.
Sms ini hanya dijawab “keluarga sedang dihubungi”.
Sampai Asih dipindah keruang perawatan pihak yayasan belum memberi kabar. Saya
menghubungi sendiri pihak keluarga Asih, dan pada saat saya menghubungi mereka
belum menerima kabar dari yayasan.
Hal ini membuat saya banyak bertanya-tanya? Apakah begini pelayanan di Yayasan
sebesar Citra Kartini yang sanggup memasang iklan hampir disetiap edisi majalah
Ayahbunda? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap saya sebagai konsumen? Dimana
pertanggungan jawabnya terhadap Asih sebagai salah satu anggotanya? Dimana
tanggung jawabnya kepada keluarga Asih? Selama percakapan saya di telp tidak
ada satu patah katapun dari pihak yayasan yang menanyakan bagaimana keadaan
Asih, yang mereka ributkan hanyalah masalah administrasi. Seakan-akan mereka
takut harus membayar biaya pengobatan Asih dan mereka mau lepas tangan. Dimana
hati nuraninya? Nyawa manusia dipertaruhkan, bagaimana saya bisa mengembalikan
ke yayasan dalam keadaan seperti ini? Apakah saya kembalikan dengan ambulance?
Yayasan ini menganggap enteng semuanya, manusia disamakan dengan barang.
Saya tidak minta yayasan untuk membiayai pengobatan Asih, saya hanya minta
pihak yayasan untuk duduk bersama, melihat kondisi Asih, dan mencari
penyelesaiannya.
Sampai hari ini baru tadi pagi pihak yayasan menghubungi saya menanyakan
kondisi Asih yang sepertinya juga basa-basi, karena tidak ada respon apapun
setelah saya menyatakan kondisi Asih yang cukup memprihatinkan, makan & minum
melalui selang dihidung, diinfus, menggunakan kateter dan salah satu obatnya
harganya 1,3jt perhari, hanya untuk satu obat, belum termasuk biaya RS, dokter,
dll…
Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman2 untuk lebih berhati-hati dalam
memilih yayasan, dan mereview setiap perjanjian yang akan ditanda tangan,
dengan pasal diatas pihak yayasan merasa bisa lepas tangan, padahal saya
memperjakan Asih hanya sebagai infal dan dia baru bekerja dirumah saya selama 4
hari…
Mudah2an apa yang terjadi pada saya tidak menimpa orang lain. Saat ini Asih
masih dirawat di RS. Saya mohon doanya agar Asih cepat sembuh. Thx.
Irarosa Ardhi Boediono